Kenaikan Harga Bahan Pokok di Bawah 10 Persen

Riau | Sabtu, 06 Agustus 2011 - 09:25 WIB

BAGIKAN



BACA JUGA

Laporan Alfiadi dan adrian eko, Pekanbaru  redaksi@riaupos.com

Rapat koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseprindag) Riau terhadap ketersediaan keperluan pokok masyarakat menghadapi Ramadan dan Idul Fitri menunjukkan kecenderungan kenaikan harga.

Hal ini diketahui dari informasi perkembangan harga secara fluktuatif di beberapa pasar tradisional yang ada di kabupaten/kota di Riau di antaranya; beras, gula, daging sapi, ayam ras, telur ayam dan sayur buncis.  

Menurut Kadisperindag Riau Asmawie Mukri, kenaikan bahan keperluan masyarakat ini masih dalam batas toleransi dan masih di bawah rata-rata 10 persen.

Diketahui penyebabnya adalah akibat permintaan dan perubahan sikap prilaku sebagian konsumen di perkotaan cenderung meningkatkan konsumsi ketersediaan untuk keperluan rumah tangga, dan adanya kegiatan di Pasar Ramadan yang bersifat temporer.

Kemudian juga terdapat beberapa ruas jalan di lintas timur yang menghubungkan Inhil dan Inhu mengalami kerusakan dan sebagaian jalan di Dumai, sehingga berpengaruh terhadap jalur distribusi pasokan untuk provinsi Riau. Kondisi ini harus segera ditanggulangi oleh Dinas PU dan instansi lainnya.

‘’Akan tetapi untuk ketersediaan Bahan Pokok Masyarakat (Bapokmas) dari keterangan pelaku usaha masih tersedia karena sampai saat ini masih di suplai dari provinsi tetangga,’’ kata Said, Jumat (5/8) di Pekanbaru.

Dikatakan, dari evaluasi dan koordinasi itu juga, membahas ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada pada Bulog Divre Riau, stok untuk 2,7 bulan penyaluran ke depan sebanyak 14.102 ton dengan rata-rata penyaluran per bulan 5.244 ton.

Sekiranya nanti di lapangan terjadi kenaikan harga beras di atas 15 persen, maka Bulog siap melakukan operasi pasar dengan terlebih dahulu menetapkan HET yang diterbitkan oleh Pemprov Riau melalui Diseprindag.

‘’Meski cadangan ada, namun belum memungkinkan untuk melakukan operasi pasar beras, karena harga beras premium di beberapa pasar tradisional masih relatif stabil, kecuali pusat perbelanjaan modern,’’ ujarnya.

Melihat kondisi saat ini jelasnya lagi, Gubernur Riau telah mengeluarkan surat imbauan kepada kepala daerah bupati/wali kota guna antisipasi ketersediaan keperluan pokok masyarakat di daerahnya masing-masing, dengan melakukan koordinasi pelaku usaha dan intansi terkait untuk menjaga kelancaran ditribusi dan ketersediaan stok sebagai upaya untuk pemenuhan keperluan masyarakat dan pengendali harga.

Kemudian meningkatkan pengawasan pendistribusian dan barang beredar sesuai dengan mekanismen dan ketentuan, termasuk kelebihan tonase angkutan Bapokmas. Semua langkah antisipasi telah disiapkan untuk menghadapi lonjakan harga.

Rapat koordinasi ini dihadiri Disperindag kabupaten/kota, Biro Ekonomi, Dishub, Distan, Bulog, Disnak, dan lainnya.(rnl)


Bank BJB




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  2021-06-17.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com