ADA HARIMAU PAK

Menjejak Langkah Harimau Sumatera di Pinggiran Kota Pekanbaru

Riau | Kamis, 12 Desember 2019 - 18:29 WIB

Menjejak Langkah Harimau Sumatera di Pinggiran Kota Pekanbaru
Personel TNI menunjuk jejak diduga harimau yang ditemukan di Jalan Kijang Putih, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Selasa (10/12/2019).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Saban pagi Muslim (44) mengantar anaknya M Husein (9) ke sekolah. Di boncengan, pagi itu embun masih terlihat menyetubuhi dedaunan. Menyusuri jalan tanah, berlubang dan rusak di Km 7 Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Dalam perjalanan menuju salah satu sekolah dasar di sana. "Ada harimau pak," kata Husein dibalas berang sang bapak.

Menyembunyikan kekhawatirannya. Karena rute yang dilewatinya setiap hari itu juga menjadi jalur si belang. 

"Kalau bisa kami meminta diselesaikan, ya ditangkap atau dikembalikan ke tempat asalnya. Ya, resah juga tentu, kalau pindah rumah mau ke mana kami Pak. Di sini pun kami numpangnya, jaga kebun orang," katanya menyambung cerita.

Husein, sang anak hanya memperhatikan di boncengan bapaknya. Berseragam pramuka, Ia baru pulang dijemput bapaknya dari sekolah. Rabu kemarin memang agak ramai di jalanan tersebut. Tak seperti biasa bagi Husein kecil. Orang dewasa melihat-lihat dan mencari jejak harimau setinggi lebih semeter yang dilihatnya hari sebelumnya. Ada berpakaian TNI, Polri, polisi hutan, hingga Pak RT dan wartawan serta petugas BBKSDA pun ada di sana kemarin. 

Hanya Husein yang melihat si belang berbulu cantik itu sehari sebelumnya dari sekian banyak orang di sana. Areal tersebut berada dekat hutan. Ada permukiman warga, berbatasan langsung dengan hutan. Dominan masyarakat berladang. Kebun mereka antara hutan dan permukiman. Jejak harimau ditemukan sekitar 300 meter dari permukiman di desa tersebut.


Ketua RT 12 Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Topo pun turut memantau lokasi Rabu kemarin. Ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati ke ladang. Karena diakuinya memang meresahkan masyarakat. Disinggung adanya ternak yang dimangsa atau laporan warga kehilangan ternak, Topo membantah.

 "Belum ada laporan ternak atau kejadian lain yang hilang milik warga kami," akunya.

Warga lain di desa tersebut, yang sehari-hari berkebun mengaku bernama Harsim menyebut, ditemukan jejak harimau di kampungnya, dia mengaku biasa saja. Bahkan tidak ada terselip takut sedikitpun.

 "In sya Allah kami ndak takut, karena yang diterkamnya tentu yang salah, itu ajaibnya kan harimau. Kami sendiri-sendiri aja ke kebun," katanya.

Pantauan Riau Pos di lapangan, sehari berselang pascaditemukan jejak harimau, memang sudah tidak ada lagi jejak harimau itu, kemarin. Karena selang sehari hujan deras mengguyur Provinsi Riau secara merata. Jejak ban kendaraan roda empat pun lenyap di jalanan kampung itu.

Salah seorang petugas yang ditemukan di lokasi dari polisi kehutanan bernama Saipul Hendri yang juga Koordinator PLG Minas mengakui di Desa Karya Indah itu ditemukan jejak harimau sumatera. Ia mengimbau masyarakat agar waspada. Disinggung upaya pemerintah, dijelaskannya kebetulan kemarin dipasang rambu-rambu.  

"Jadi kami pasang imbauan, sebagai antisipasi agar tidak terjadi korban di masyarakat. Kalau nampak agar melapor ke pihak desa atau babinsa," katanya.

Di sekitar Kecamatan Tapung, pihak terkait memasang tiga titik rambu peri­ngatan. Di Jalan Kijang Putih Km 7, kemudian Km 6 dan terakhir di Km 9 sekitar pesantren di jalan Garuda Sakti-Tapung.

"Sejauh ini kami belum temukan jejak baru. Masih yang kemarin (Selasa pagi, red)," akunya.

Terkait temuan jejak harimau di Jalan Kijang Putih Desa Karya Indah, Tapung, pihak BBKSDA Riau melalui Kepala Bidang Wilayah II Heru Sutmantoro membenarkan itu memang benar jejak harimau. Bahkan jejak ini sangat mungkin sama dengan jejak yang ditemukan beberapa waktu lalu di desa ini. 

Hal ini setelah melihat dari ukuran jejaknya. "Kalau melihat hasil pengecekan jejak harimaunya, kemungkinan besar jejaknya sama dengan yang ditemukan beberapa waktu lalu di Karya Indah, Kualu Nanas," katanya ketika dikonfirmasi Riau Pos.

Heru mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Bahkan dia meminta agar jangan memviralkan video temuan jejak harimau ke media sosial (medsos). Kenapa? Menurutnya hal itu akan menyebabkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Kemudian juga akan memberikan kesempatan kepada para pemburu-pemburu harimau untuk melakukan pemburuan.

"Jangan dibesar-besarkan ke medsos karena menghindari dua hal tersebut. Akan berdampak menimbulkan konflik antara manusia dan harimau," katanya.

Lebih lanjut Heru menjelaskan, kemungkinan besar harimau juga dendam kepada manusia akibat dari perburuan yang dilakukan. Harimau juga akan menyerang kepada siapapun yang ada untuk diserang. Meskipun sejauh ini tidak ada ditemukan binatang ternak yang dimakan. Sebenarnya lanjut Heru, harimau juga menghindari manusia. 

"Kalau kita melihat alamnya, tempat ditemukan jejak-jejak harimau itu di kawasan perkebunan. Tidak ada ibaratnya pemukiman yang rapat. Mereka disana juga akan menghindari manusia. Mereka juga tidak akan terus disitu," ujarnya.(van/ted)

Laporan EKA G PUTRA dan DOFI ISKANDAR, Pekanbaru dan Tapung 



youtube riaupos



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU

Pemkab.Pelalawan - HUT Adhyaksa



Sharp Pekanbaru PSBB


UIR PMB Berbasis Rapor

EPAPER RIAU POS  2020-08-05.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com