Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dukung Polda Usut Tuntas Kematian Gajah Rahman

H
Peserta aksi damai Aliansi Antiperdagangan dan Perburuan Satwa Liar Lindung Riau berfoto bersama di halaman Mako Polda Riau, Rabu (7/2/2024).
Peserta aksi damai Aliansi Antiperdagangan dan Perburuan Satwa Liar Lindung Riau berfoto bersama di halaman Mako Polda Riau, Rabu (7/2/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Aliansi Antiperdagangan dan Perburuan Satwa Liar Lindung Riau mendukung penuh Polda Riau untuk mengusut tuntas  kematian gajah Rahman di Taman Nasional Teso Nilo (TNTN). Hal ini ditegaskan Aliansi Antiperdagangan dan Perburuan Satwa Liar Lindung Riau lewat aksi damai di depan Mako Polda Riau, Rabu (7/2).


Advertisement

Aksi damai yang diikuti sekitar 30 orang ini melakukan berbagai aksi teaterikal. Termasuk pembacaan puisi hingga orasi. Seluruh aksi merupakan gambaran dukungan agar Polda Riau diberi kelancaran dalam mengusut pembunuhan gajah Rahman.

Koordinator Aliansi Anti Perburuan dan Perdagangan Satwa Lindung Riau Eko Handyko Purnomo mengatakan, aksi damai tersebut dilakukan untuk mewakili ribuan suara masyarakat Indonesia, bukannya hanya Riau. Pihaknya menuntut keadilan atas kematian tragis gajah Rahman.

“Kami bangga bahwa Riau masih memiliki gajah namun kita perlu khawatir bahwa kepunahannya akan datang lebih cepat jika kita tidak berbuat untuk melindunginya dan kita dapat berperan dengan berbagai macam cara. Kita akan mengawal pengusutan kasus ini sampai tuntas,” sebut  Eko.

Advertisement

Aksi damai itu, sebut Eko, merupakan rangkaian aksi untuk menyuarakan dukungan para generasi muda dalam upaya-upaya penegakan hukum terhadap tindak kejahatan satwa liar dilindungi. Khususnya konservasi gajah dan satwa dilindungi lainnya.  Eko dan kawan-kawan berharap Polda Riau melalui Direktorat Kriminal Khusus untuk melakukan penyelidikan hingga tuntas terhadap kematian gajah Rahman. 

Seperti diberitakan sebelumnya, gajah Rahman mati diduga diracun di TNTN Pelalawan pada 10 Januari 2024 lalu. Gajah ini merupakan gajah jinak yang merupakan salah satu gajah patroli di TNTN. Gajah Rahman ditemukan dalam keadaan lemas dengan gading sebelah kiri hilang. Gajah itu mati setelah 8 jam menjalani perawatan.(end)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Diego Gajah Sumatera Usia 17 Tahun Mati di PLG Minas, Gajah Kelima Mati di Riau Sepanjang 2026

Diego Gajah Sumatera Usia 17 Tahun Mati di PLG Minas, Gajah Kelima Mati di Riau Sepanjang 2026

Kematian Gajah Sumatera kembali terjadi di Riau, kali ini gajah jinak bernama Diego tutup usia di Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Minas, Siak

Sempat Sebulan Dirawat, Gajah Jinak 46 Tahun Mati

Sempat Sebulan Dirawat, Gajah Jinak 46 Tahun Mati

Gajah Jinak bernama Jovi, mati di Pusat Pelatihan Gajah Minas karena sakit. Gajah 46 tahun ini sempat dirawat lebih dari satu bulan

Masuk Fase Musth, Gajah TNTN Bernama Indro Ditemukan Mati

Masuk Fase Musth, Gajah TNTN Bernama Indro Ditemukan Mati

Seekor Gajah Sumatera jinak berjenis kelamin jantan bernama Indro, berumur 45 tahun, ditemukan mati di Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer