KASUS DUGAAN KORUPSI ANGGARAN 6 KEGIATAN SETDAKAB KUANSING

Mursini Tersangka, Diduga Rugikan Negara Rp5,8 M

Riau | Jumat, 23 Juli 2021 - 08:47 WIB

Mursini Tersangka, Diduga Rugikan Negara Rp5,8 M
Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto memberikan keterangan pers di Kantor Kejati Riau, Kamis (22/7/2021). (M ALI NURMAN/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU  DAN TALUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Mantan Bupati Kuansing Mursini ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Dia diduga terlibat dalam korupsi enam kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kuansing tahun 2017. Perbuatannya disebut merugikan negara hingga Rp5,8 miliar lebih. Pengumuman penetapan Mursini sebagai tersangka ini disampaikan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Riau Raharjo Budi Kisnanto, Kamis (22/7) siang di Kejati Riau.

"Berdasarkan kesimpulan penyidik Kejati Riau, menetapkan tersangka atas nama M bin N sebagai tersangka. Adapun kasusnya menyangkut tindak pidana korupsi belanja enam kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten Kuansing senilai Rp13.300.600.000, bersumber dari APBD Kuansing," paparnya, Kamis (22/7).


Enam kegiatan yang diduga dikorupsi ini secara rinci adalah, kegiatan dialog/audiensi dengan tokoh-tokoh masyarakat pimpinan/anggota organisasi sosial dan masyarakat dengan anggarannya sebesar Rp7.270.000.000. Kegiatan penerimaan kunjungan kerja pejabat negara/departemen/lembaga pemerintah non departemen/luar negeri sebesar Rp1,2 miliar.

Lalu, kegiatan Rapat Koordinasi Unsur Muspida dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) murni sebesar Rp1.185.600. Kegiatan Rapat Koordinasi Pejabat Pemerintah Daerah dengan anggaran sebesar Rp960 juta. Kegiatan kunjungan kerja/inspeksi kepala daerah/wakil kepala daerah sebesar Rp725 juta. Kemudian, kegiatan penyediaan makanan dan minuman sebesar Rp1.960.050.000. "Total Rp13.300.600.000," urai Raharjo.

Dilanjutkannya, kasus ini merupakan pengembangan fakta yang terungkap di persidangan dan berdasarkan putusan pengadilan Tipikor yang saat ini sudah berkekuatan hukum tetap terhadap tersangka yang sudah disidangkan dan dieksekusi.

Modus operandi tersangka, dari penyidikan yang dilakukan jaksa Pidsus Kejati Riau, berawal dari penerbitan SK Nomor  KPTS 44/II/2017  22 Februari 2017 tentang Penunjukan Pejabat Pengguna Anggaran, Kuasa Penggunaan Anggaran, Pengguna Barang, Bendahara Pengeluaran, Bendahara Pengeluaran Pembantu, pada Setdakab Kuansing.

Bank BJB

Mursini memerintahkan pada terpidana Muharlius selalu pengguna anggaran pada setdakab, maupun saksi M Saleh selalu PPK, untuk membuat nominal berbeda dalam enam kegiatan. "Akibat perbuatan M, negara dirugikan Rp5.876.038.606. Ini sudah temuan dalam amar putusan terhadap terdakwa M Saleh," jelas mantan Kajari Semarang ini.

Sudah ada lima orang yang dinilai bertanggung jawab dalam perkara ini.  Kelimanya sudah dihadapkan ke persidangan dan dinyatakan bersalah dengan hukuman yang bervariasi. Mereka adalah, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing Muharlius. Lalu, M Saleh, mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setdakab Kuansing yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada enam kegiatan itu.

Berikutnya, mantan Bendahara Pengeluaran Rutin Setdakab Kuansing Verdi Ananta, mantan Kasubbag Kepegawaian yang menjabat Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK) Hetty Herlina dan Yuhendrizal yang merupakan mantan Kasubbag Tata Usaha Setdakab Kuansing sekaligus PPTK kegiatan rutin makanan dan minuman tahun 2017.

Penanganan perkara ini sendiri merupakan kerja sama tim gabungan antara Kejati Riau dan Kejari Kuansing. "Petunjuk pimpinan, ini perkara tim gabungan. Berdasarkan hasil supervisi, untuk mempercepat proses dibentuk tim gabungan. Antara Kejati Riau dan Kejari Kuansing. Jadi untuk mempercepat. Karena penyidik di Kuansing terbatas. Supaya tidak mengecewakan masyarakat dan tidak timbul prasangka," tegas Asintel.

Pada kasus ini sejumlah pihak juga sudah diperiksa. Di antaranya, Wakil Bupati Kuansing Halim, Andi Putra dalam statusnya sebagai mantan Ketua DPRD Kuansing, serta mantan anggota DPRD Kuansing Rosi Atali dan Musliadi, serta Muradi yang merupakan mantan Kabag Umum Setdakab Kuansing. Selain itu, sejumlah terdakwa dalam perkara ini, juga telah menjalani proses yang sama.

Dalam dakwaan Jaksa untuk lima terdakwa, dipaparkan adanya aliran uang miliaran rupiah ke sejumlah orang yang diambil dari pelaksanan enam kegiatan tersebut. Di antaranya uang Rp500 juta yang diberikan Verdi Ananta kepada seseorang di Kota Batam, Selasa (13/6/2017) silam. Pemberian uang dalam bentuk pecahan dolar Amerika Serikat itu atas perintah Mursini.

Selang beberapa pekan kemudian, giliran Kabag Umum M Saleh yang menyerahkan uang kepada seseorang di Batam sebesar Rp150 juta juga atas perintah Mursini. Terhadap Mursini, juga menerima aliran dana sebesar Rp150 juta di kediaman pribadinya di Pekanbaru. Ia menerima uang dalam bentuk ringgit Malaysia sebesar Rp100 juta dan Rp50 juta pecahan rupiah untuk keperluan berobat istrinya.

Lalu, Plt Sekdakab Kuansing, Muharlius pernah meminjam uang untuk pribadi kepada Verdi Ananta Rp80 juta pada November 2017. Uang itu, dipergunakan terdakwa untuk membayar honor Satpol PP pada Idulfitri  2017. Sementara, Verdi Ananta, pernah meminjam uang Rp35 juta kepada Saleh. Uang tersebut, berasal dari dana pelaksanaan enam kegiatan, serta dipergunakan oleh Verdi untuk membantu biaya pengobatan orang tuanya.



Pemkab Rokan Hulu





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook





TERBARU

  • Dovizioso ke Petronas, Morbidelli ke Pabrikan Yamaha
    MOTOGP

    Dovizioso ke Petronas, Morbidelli ke Pabrikan Yamaha

    Jumat, 17 September 2021
  • "Doctor Romantic 3" Mulai Syuting Tahun 2022
    DRAMA KOREA

    "Doctor Romantic 3" Mulai Syuting Tahun 2022

    Jumat, 17 September 2021
  • Sakit Hati ke Orangtuanya, Bayi 7 Bulan Dibunuh Pakai Kapak
    PEMBUNUHAN SADIS

    Sakit Hati ke Orangtuanya, Bayi 7 Bulan Dibunuh Pakai Kapak

    Jumat, 17 September 2021
  • Pemkab Meranti Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV Jumat Pagi
    PELANTIKAN PEJABAT

    Pemkab Meranti Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV Jumat Pagi

    Jumat, 17 September 2021
  • KSOP Selatpanjang Bersih-Bersih Turun ke Laut
    HARI PERHUBUNGAN

    KSOP Selatpanjang Bersih-Bersih Turun ke Laut

    Kamis, 16 September 2021
  • Keluh Kesah Nafa Urbach soal Pinjol Ilegal: Bisa Membunuh Pelan-Pelan
    SELEBRITAS

    Keluh Kesah Nafa Urbach soal Pinjol Ilegal: Bisa Membunuh Pelan-Pelan

    Kamis, 16 September 2021
  • EPAPER RIAU POS  2021-09-16.jpg

  • Marc Marquez Harus Ubah Riding Style
    MOTOGP

    Marc Marquez Harus Ubah Riding Style

    Kamis, 16 September 2021
  • Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Bakal Rujuk
    JIKA ADA KESEPAKATAN SELAMA PROSES MEDIASI

    Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Bakal Rujuk

    Kamis, 16 September 2021
  • Aston Martin Pertahankan Vettel-Stroll Musim Depan
    FORMULA 1

    Aston Martin Pertahankan Vettel-Stroll Musim Depan

    Kamis, 16 September 2021
  • Alex Nurdin Langsung Ditahan Kejagung, Ini Kasusnya
    DUGAAN KORUPSI

    Alex Nurdin Langsung Ditahan Kejagung, Ini Kasusnya

    Kamis, 16 September 2021


Froozen Food - FOX Hotel Pekanbaru




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com