Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Masih Terjadi di Tiga Daerah

D
Penulis: Denny Andrian❯
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti memadamkan api yang membakar lahan di Desa Tenggayun Raya, Jumat (30/1/2026).
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti memadamkan api yang membakar lahan di Desa Tenggayun Raya, Jumat (30/1/2026).

PEKANBARU DAN SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau menerima laporan masih ada tiga daerah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Yakni di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. 


Advertisement

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur menjelaskan, karhutla di Dumai dilaporkan terjadi di Kelurahan Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat dan di Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Timur. ‘’Saat ini di lokasi tersebut masih dilakukan pemadaman dan pendinginan,” katanya.

Untuk di Kabupaten Bengkalis, juga terdapat dua titik karhutla. Yakni di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat dan di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana. Di dua lokasi tersebut, juga masih dilakukan pemadaman dan pendinginan.

“Sementara itu untuk di Kepulauan Meranti, karhutla dilaporkan masih terjadi di Desa Tenggayun Raya Kecamatan Rangsang Pesisir. Hingga saat ini juga masih dilakukan pemadaman dan pendinginan,” sebutnya.

Advertisement

Terkait Status Siaga Darurat Karhutla, hingga saat ini pihaknya belum menerima SK dari pemerintah kabupaten/kota. Namun mereka sudah mendapatkan informasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sudah menyiapkan Surat Keputusan (SK) penetapan Status Siaga Darurat Karhutla tersebut.

“Kabupaten Bengkalis sedang proses SK penetapan Status Siaga Darurat Karhutla. Kemungkinan dalam waktu dekat akan dilaporkan ke BPBD Riau,” ujarnya.

Disebutkannya, hingga saat ini karhutla masih bisa ditangani oleh kabupaten/kota. Namun pihaknya tetap mengimbau kepada daerah yang sudah terjadi karhutla agar menetapkan Status Siaga Karhutla, jika terjadi kebakaran yang berpotensi meluas. 

Advertisement

“Kita sudah mendorong kabupaten/kota yang berpotensi bencana karhutla agar segera mempertimbangkan penetapan status siaga. Hal tersebut akan memudahkan koordinasi dan penanganan karhutla dapat lebih maksimal,” imbaunya.

Hingga Januari, karhuta sudah terjadi di 10 daerah dengan luas total 68,97 hektare (ha). Dari 10 daerah, karhutla di Bengkalis yang paling luas yakni 15,01 hektare. Disusul Pekanbaru 8,43 hektare, Kampar 7,25 hektare, Dumai 7 hektare, Pelalawan 6 hektare, Siak 5,30 hektare, Indragiri Hilir 5 hektare, Kepulauan Meranti 2,70 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, dan Indragiri Hulu 1,30 hektare.

4 Hektare Lahan Hangus di Desa Tenggayun Raya

Karhutla kembali terjadi di Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Api menghanguskan sekitar 4 hektare hutan dan lahan di Desa Tenggayun Raya, Jumat (30/1). Peristiwa tersebut tercatat sebagai kebakaran dengan luasan terbesar sepanjang akhir Januari 2026.

Asap tebal sempat membubung tinggi dari lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena petugas harus menghadapi medan yang berat serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Api yang cepat menjalar membuat tim gabungan bekerja ekstra agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti M Khardafi melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Ardath menyampaikan, berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 4 hektare. “Api sempat membesar, namun berkat kerja keras tim di lapangan, kebakaran berhasil dikendalikan,” ujar Ardath kepada Riau Pos, Sabtu (31/1).

Ia menjelaskan, keterbatasan sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Jarak sumber air dari titik api mencapai ratusan meter, sehingga petugas harus menarik selang hingga sekitar 600 meter. “Untuk pemadaman, kami menggunakan empat unit mesin ministrike,” jelasnya.

Selain itu, kondisi angin yang berubah-ubah kerap memicu bara api kembali menyala. Oleh karena itu, petugas masih melakukan penjagaan di lokasi guna memastikan api benar-benar padam. “Angin membuat api bisa hidup kembali kapan saja. Personel sudah dua malam berjaga di lokasi,” tambahnya.

Laporan kebakaran diterima BPBD Kepulauan Meranti pada Jumat siang. Setelah menerima laporan tersebut, BPBD langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan tim ke lokasi kejadian. Kebakaran di Desa Tenggayun Raya menambah rangkaian karhutla yang sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Rangsang Pesisir.

Sebelumnya, kebakaran lahan terjadi di Desa Kedaburapat seluas sekitar 0,5 hektare dan di Desa Tanah Merah sekitar 0,2 hektare. Dalam penanganan karhutla ini, tim gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan agar kebakaran tidak kembali terjadi. “Fokus kami memastikan tidak ada lagi titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan,” tutur Ardath.(das)

Laporan SOLEH SAPUTRA dan WIRA SAPUTRA, Pekanbaru dan Selatpanjang

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

526 Rumah di Kuansing Terdampak Banjir

526 Rumah di Kuansing Terdampak Banjir

Banjir di empat kecamatan Kuansing mulai surut. BPBD mencatat 526 rumah, sekolah, musala dan puskesmas terdampak luapan Sungai Kuantan.

Inhil Bidik Proyek Pendidikan Rp250 M

Inhil Bidik Proyek Pendidikan Rp250 M

Inhil merencanakan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi senilai Rp250 miliar di Tempuling, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.

Serapan APBD Inhil Baru 58,07 Persen

Serapan APBD Inhil Baru 58,07 Persen

Serapan APBD Inhil hingga September 2026 baru 58,07 persen. Bupati Herman minta OPD percepat pembangunan dan optimalkan PAD.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer