Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiba, Helikopter Water Bombing Langsung ke Dumai

T
Penulis: Tim Redaksi❯

Helikopter water bombing bantuan BNPB saat tiba di Pekanbaru, Rabu (25/3/2026). Helikopter ini langsung memadamkan kebakaran di Kota Dumai.
Helikopter water bombing bantuan BNPB saat tiba di Pekanbaru, Rabu (25/3/2026). Helikopter ini langsung memadamkan kebakaran di Kota Dumai.


Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, mendapatkan bantuan satu unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Helikopter tersebut langsung digunakan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini masih melanda di Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur me­ngatakan, helikopter water bombing tersebut bertipe airbus AS332C1 Super Puma Reg PK-DAN.  “Helikopter tersebut langsung digunakan untuk melakukan pema­daman karhutla di Kota Dumai,” katanya, Rabu (25/3).

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini masih terdapat enam lokasi karhutla yang dalam proses pemadaman. Pertama, di Kabupaten Pelalawan ada dua titik yakni di Desa Merbau Kecamatan Bunut dan Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. Kondisinya masih ada titik api dan dilakukan pemadaman.

Advertisement

Kedua di Dumai terdapat lima titik. Yakni di Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai (kondisi masih ada titik api dan asap tebal dilakukan pemadaman dan pendinginan), Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur ada tiga titik (kondisinya masih ada titik api dan asap tebal, dilakukan pemadaman darat dan udara ), dan di Kelurahan Teluk Makmur Kecamatan Medang Kampai (kondisi berasap tipis, dilakukan pendinginan).

Ketiga di Kabupaten Siak terdapat satu titik yakni di Kampung Tasik Betung Kecamatan Sungai Mandau (kondisi masih ada titik api dan asap tebal, dilakukan pemadaman). Keempat di Kabupaten Indragiri Hulu yakni di Desa Sekip Hilir Kecamatan Rengat (Kondisi masih ada titik api, dilakukan pemadaman).

Kelima, di Kabupaten Indragiri Hilir juga terdapat satu titik yakni di Desa Simpang Kateman Kecamatan Pelangiran. Kondisinya masih ada titik api dan asap. Saat ini dilakukan pemadaman dan pendinginan. Keenam di Kabupaten Bengkalis ada enam titik api. Yaitu di Kecamatan Rupat empat titik, Kecamatan Rupat Utara satu titik, dan Kecamatan Bengkalis satu titik.

Advertisement

Berjibaku Padamkan Api

Kemarau panjang membuat karhutla di Kecamatan Rupat, Bengkalis sulit dipadamkan. Bahkan asap dari kebakaran tersebut menyelimuti ruang udara di Kecamatan Rupat dan sekitarnya, Rabu (25/3). Bahkan sampai siang kemarin, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di Jalan Meranti Kelurahan Pergam, Jalan Parit Jawa Dusun Sungai Mesim 2 RT 004 RW 002 dan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga Jalan Perjuangan Desa Kebumen.

“Ya, kami masih siaga di lapangan untuk  dilakukan pemadaman dan juga pendinginan api. Karena luas lahan terbakar di Jalan Meranti Kelurahan Pergam seluas 10 hektare, di Jalan Parit Jawa dusun Sungai Mesim 2 RT 004 RW 002 dan Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga jalan perjuangan Desa Kebumen Kecamatan Rupat seluas 40 hektare. Total lahan terbakar 50 hektare,” jelas Kapolsek Rupat, AKP Faisal, Rabu (25/3).

Upaya pemadaman masih ada kendala di lapangan, mulai dari akses yang sulit hingga keterbatasan sumber air. Manajer Pusdalops BPBD Bengkalis, Erzan Syah, mengatakan bahwa beberapa titik kebakaran berada jauh dari akses jalan utama. Bahkan mencapai jarak hingga 13 kilometer dari titik terdekat yang dapat dijangkau kendaraan roda empat.

“Kondisi ini membuat petugas harus menggunakan kendaraan roda dua, bahkan berjalan kaki sambil membawa peralatan pemadaman ke lokasi,” ujarnya, Rabu (25/3). Ia menyebutkan, medan yang sulit tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan, terutama dalam mendistribusikan peralatan dan logistik.

Selain itu, kondisi lahan gambut yang kering juga menyebabkan sumber air sangat terbatas. Hal ini berdampak langsung pada proses pemadaman yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar. “Air menjadi faktor utama dalam pemadaman. Ketika sumber air jauh atau sulit didapat, tentu ini menghambat proses penanganan,” ujarnya.

Karhutla Meluas

Karhutla di Kabupaten Pelalawan tak kunjung padam, bahkan meluas hingga Rabu (25/3). Meski sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan tim gabungan, namun titik api lainnya kembali muncul. Ada dua kecamatan yang hingga saat ini masih ditemukan titik api , yakni Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti dan Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar. 

“Ya, karhutla di Pelalawan tak kunjung padam total. Bahkan, karhutla di Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar semakin meluas,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan, Rabu (25/3).

Titik Panas Terbanyak di Sumatera

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru kembali menemukan peningkatan jumlah titik panas di Provinsi Riau, Rabu (25/3). Bahkan kian meningkat menjadi 302 titik dan tertinggi di Pulau Sumatera. Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yasir Prayuna menjelaskan, ada 582 titik panas di wilayah Sumatera.

Selain 302 titik di Riau, juga terdeteksi 36 di Aceh, 34 di Sumatera Selatan, 28 di Bengkulu, 25 di Jambi, 18 di Sumatera Utara, 7 di Lampung, dan 3 di Sumatera Barat. ‘’Titik panas di Riau didominasi Kabupaten Bengkalis dengan 118. Diikuti Pelalawan 107, Indragiri Hilir 35, Dumai 23, Rokan Hilir 8, Indragiri Hulu 7, Kepulauan Meranti 2, dan Siak 2,’’ jelasnya. Secara umum, suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. “ Masyarakat tetap diminta untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi,” tuturnya.(sol/ksm/amn/ayi)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Unri dan PT Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Keterampilan Digital Masyarakat Dumai

Unri dan PT Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Keterampilan Digital Masyarakat Dumai

Universitas Riau (UNRI) bersama Project R&P Sumatera PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir

Antisipasi Banjir, Tim Peneliti Pasang Smart River Node di Sungai Dumai

Antisipasi Banjir, Tim Peneliti Pasang Smart River Node di Sungai Dumai

Tim peneliti memasang Smart River Node berbasis IoT di Sungai Dumai untuk pemantauan dan peringatan dini potensi banjir.

Dorong UMKM Dumai Naik Kelas, Kemenkum Riau Sosialisasi Perseroan Perorangan

Dorong UMKM Dumai Naik Kelas, Kemenkum Riau Sosialisasi Perseroan Perorangan

Kanwil Kemenkum Riau terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat legalitas dan mengembangkan usahanya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer