
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Riau memasuki peralihan musim penghujan ke musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru masih menemukan potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta banjir melanda sejumlah wilayah di Riau.
“Provinsi Riau saat ini masih menghadapi adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang. Untuk itu kami mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana untuk membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar guna mengurangi risiko banjir serta menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana,’’ imbau Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yasir Prayuna, Jumat (8/5).
Yasir menjelaskan, BMKG Pekanbaru mencatat sejumlah wilayah di Riau masih mengalami hujan dengan intensitas sedang yaitu 20 milimeter (mm) hingga 50 mm per hari. Sedangkan untuk wilayah yang tercatat mengalami hujan dengan intensitas lebat yaitu 50 mm-100 mm per hari terjadi di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Pekanbaru.
Sedangkan untuk perkiraan kondisi dinamika atmosfer yang dapat mempengaruhi cuaca di wilayah Riau untuk sepekan ke depan, terpantau melalui fenomena Madden-Julian Oscillation (MGO/MJO) saat ini berada di fase kedua di mana kondisi ini berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, khususnya wilayah Riau.
Selanjutnya untuk Anomali Suhu Permukaan Laut (SST Anomaly) tercatat indeks minus 0,5 hingga positif 2,8 derajat Celcius, di mana terdapat potensi penguapan atau penambahan massa uap air di perairan Barat dan Timur wilayah Sumatera, termasuk di wilayah Perairan Riau.
Sementara itu, untuk cold surge (seruakan dingin) yang merupakan fenomena pergerakan massa udara dingin dari Siberia menuju Asia Tenggara, yang sering memicu peningkatan curah hujan signifikan, angin kencang, dan gelombang tinggi di Indonesia.
Fenomena ini memperkuat Monsun Asia, sering terjadi selama puncak musim hujan, dan dapat menyebabkan cuaca ekstrem tercatat berada di nilai minus 10,5 ,di mana aliran massa udara dingin ini tidak signifikan terhadap wilayah Indonesia termasuk di wilayah Provinsi Riau .
Kemudian ditinjau dari pola angin diperkirakan akan terdapat daerah belokan angin atau airland dan pertemuan angin atau countergensi di wilayah Provinsi Riau, di mana kondisi ini mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah Riau.
“Berdasarkan analisis dinamika atmosfer tersebut masih terdapat potensi hujan dengan intensitas dengan yang sedang terjadi secara sporadis hampir di seluruh wilayah Provinsi Riau periode 4 hingga 10 Mei 2026,” katanya. Diungkapkannya lagi, untuk wilayah Kabupaten Rokan Hulu potensi hujan ringan hingga sedang terjadi pada 10 Mei 2026. Wilayah Rokan Hilir potensi hujan hingga sedang terjadi pada 10 Mei 2026. Kemudian untuk Bengkalis, potensi hujan ringan hingga lebat terjadi pada 10 Mei 2026.
Selanjutnya, Kampar potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi hingga 10 Mei 2026. Selanjutnya untuk wilayah Pekanbaru, potensi hujan ringan lebat terjadi pada 10 Mei 2026. Kemudian untuk wilayah Siak potensi hujan ringan hingga sedang juga terjadi pada 10 Mei 2026.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




