Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RS Awal Bros Berhasil Lakukan Bedah Epilepsi pada Pasien Anak

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
Tim dokter spesialis RS Awal Bros Group saat tindakan bedah epilepsi. Intervensi dini yang dilakukan pada pasien berusia 8 tahun ini berhasil mengatasi kondisi epilepsi kebal obat (drug-resistant epilepsy) yang dideritanya selama 6 tahun, guna menyelamatkan tumbuh kembang kognitif masa depan anak, Selasa (19/5/2026). (RS Awal Bros Group for Riau Pos)
Tim dokter spesialis RS Awal Bros Group saat tindakan bedah epilepsi. Intervensi dini yang dilakukan pada pasien berusia 8 tahun ini berhasil mengatasi kondisi epilepsi kebal obat (drug-resistant epilepsy) yang dideritanya selama 6 tahun, guna menyelamatkan tumbuh kembang kognitif masa depan anak, Selasa (19/5/2026). (RS Awal Bros Group for Riau Pos)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim dokter spesialis RS Awal Bros Group berhasil melakukan tindakan bedah epilepsi pada seorang anak berusia 8 tahun yang telah mengalami epilepsi sejak usia 2 tahun. 

Keberhasilan penanganan ini menjadi bukti nyata kapabilitas Awal Bros Neuroscience Center dalam menangani kasus epilepsi refraktoris pada populasi pediatri di Pekanbaru dan Batam.

Pasien telah menjalani terapi obat-obatan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dievaluasi sebagai kandidat tindakan bedah. Keputusan untuk melakukan intervensi bedah diambil setelah pasien dinyatakan tidak memberikan respons yang memadai terhadap pengobatan farmakologis, atau yang dalam terminologi medis dikenal sebagai drug-resistant epilepsy.

Group Head Pelayanan Medis RS Awal Bros Group, dr. Ryan Mutiara Machyar, MKK, Selasa (19/5/2026) menyebut keberhasilan ini sebagai cerminan komitmen institusi dalam menyediakan layanan neurologis subspesialis yang selama ini sulit diakses di luar Jakarta.

“Kami ingin masyarakat Riau dan Kepulauan Riau tahu bahwa kapabilitas untuk menangani kasus epilepsi kompleks, termasuk pada anak, sudah ada di sini. Tidak perlu jauh-jauh. Ini adalah hasil kerja tim yang solid, dari evaluasi pra-bedah sampai tindakan operasinya,” ujar dr. Ryan.

Advertisement

Tindakan bedah ini turut melibatkan dr. Ismet, Sp.A, dokter spesialis anak dengan fellowship neurologi anak, yang menangani evaluasi klinis dan pengelolaan pasien dari sisi pediatri; serta Prof. dr. Zainal Muttaqin, Sp.BS(K), Ph.D, dokter spesialis bedah saraf subspesialis neurofungsional, dan dr Jeremia P Pardede, Dokter Spesialis Bedah Saraf yang melaksanakan prosedur operasinya.

Selain itu, epilepsi merupakan kondisi neurologis yang ditandai oleh kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Pada sebagian besar pasien, kejang dapat dikontrol dengan obat antiepilepsi. Namun sekitar 30 persen penderita epilepsi tidak merespons terapi farmakologis secara memadai. Pada kelompok inilah evaluasi bedah menjadi relevan secara klinis.

Pada pasien anak, pertimbangan waktu menjadi sangat kritis. Otak anak berada dalam fase perkembangan yang dinamis, dan kejang yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat mengganggu tumbuh kembang kognitif, kemampuan belajar, serta kualitas hidup secara keseluruhan.

Penelitian klinis menunjukkan bahwa intervensi bedah pada epilepsi anak yang dilakukan lebih awal berpotensi memberikan outcome yang lebih baik, karena plastisitas otak anak yang lebih tinggi dibanding otak dewasa.

Dalam kasus ini, pasien telah mengalami epilepsi selama enam tahun sebelum tindakan bedah dilakukan. Meski demikian, rentang waktu tersebut masih jauh lebih singkat dibanding rata-rata keterlambatan penanganan bedah epilepsi di negara berkembang yang kerap mencapai belasan tahun, sebagian besar akibat kurangnya akses terhadap tenaga subspesialis dan fasilitas evaluasi pra-bedah yang memadai.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Tingkatkan Kompetensi Diagnostik Radiologi di Pekanbaru, RS Awal Bros Gelar Radiology Masterclass 2026 

Tingkatkan Kompetensi Diagnostik Radiologi di Pekanbaru, RS Awal Bros Gelar Radiology Masterclass 2026 

RS Awal Bros menggelar Radiology Masterclass 2026. Tujuannya, meningkatkan kompetensi diagnostik radiologi di Pekanbaru

RS Awal Bros Gelar Seminar dan Bedah Epilepsi, Ajak Masyarakat Mengenal Penyakit Lebih Dekat 

RS Awal Bros Gelar Seminar dan Bedah Epilepsi, Ajak Masyarakat Mengenal Penyakit Lebih Dekat 

RS Awal Bros mengajak masyarakat untuk mengenal penyakit epilepsi lebih dekat. Dengan seminar dan bedah epilepsi, penanganan medis tepat dan

RS AB Hang Tuah dan Batu Aji Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

RS AB Hang Tuah dan Batu Aji Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

RS Awal Bros Hang Tuah dan RS Awal Bros Batu Aji resmi bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer