Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangga Menjadi Tionghoa Indonesia

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
PSMTI RIAU UNTUK RIAU POS.
PSMTI RIAU UNTUK RIAU POS.

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau kembali menggelar pemilihan Didi Meimei Riau. Tahun ini pemilihan dilaksanakan di Mal SKA Pekanbaru, Ahad (24/5).

Di tahun kedua penyelenggaraannya, ada dua pasangan pemenang Didi Meimei Riau 2026. Yaitu untuk kategori anak-anak dan remaja.

Advertisement

Untuk kategori Remaja (B), Richie Evandy Anggunawan dan Sheren Angelina TSE menjadi pemenang Didi Meimei Riau 2026. Sedang­kan Shane Valerian dan Scelyn Audrey Sikdiprawiro memenangkan kategori anak-anak (A).

Menurut Ketua PSMTI Riau Lindawati, tahun ini Didi Meimei Riau mengangkat tema ”Saya Bangga Menjadi Tionghoa Indonesia” yang memiliki makna yang sangat baik dan mendalam. ”Kita ingin anak-anak dan generasi muda memahami bahwa menjadi Tionghoa Indonesia adalah sebuah kebanggaan tetap mencintai budaya leluhur, namun juga terus menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan sebagai bagian dari Indonesia,” kata Lindawati.

Advertisement

Lindawati mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, sponsor, mentor, para orang tua, dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga acara Grand Final Didi Meimei Riau 2026 ini dapat terlaksana dengan baik dan meriah.

”Semoga kegiatan Didi Meimei Riau dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi positif bagi generasi muda di Riau, sekaligus mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman yang kita miliki bersama,” tuturnya. 

Sementara itu, Penggagas Didi Meimei Riau Stephen Sanjaya menjelaskan dinamika positif dan lompatan kualitas performa para peserta ini dipandang sebagai buah manis dari sebuah evaluasi mendalam oleh pihak pendiri dan pengurus PSMTI Riau. Format Didi Meimei sengaja dilahirkan ke permukaan sebagai jawaban atas persoalan klasik yang kerap melanda ajang Koko Cici terdahulu, di mana kepesertaan baru dimulai dari rentang usia 17 hingga 25 tahun.

”Sering kali Koko Cici yang sudah terpilih itu, biasanya umur 17 tahun kan berada di kelas dua SMU atau kelas sebelas. Begitu sudah terpilih, baru setahun bertugas mereka sudah harus kuliah keluar dari Riau. Akibatnya, tugas-tugas mereka di daerah sering menjadi bolong-bolong,” ungkapnya 

Dijelaskan Stephen Sanjaya lagi, berangkat dari realitas lapangan tersebut, sebuah terobosan strategis dicanangkan, yakni membimbing dan menempa tunas-tunas muda sejak usia dini. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

PSMTI Riau Nobatkan Dua Pasangan Winner Didi Meimei Riau 2026 Kategori Anak-anak dan Remaja, Ini Sosoknya

PSMTI Riau Nobatkan Dua Pasangan Winner Didi Meimei Riau 2026 Kategori Anak-anak dan Remaja, Ini Sosoknya

Dua pasang pemenang Didi Meimei Riau 2026 dengan dua kategori yaitu anak-anak dan remaja dinobatkan oleh PSMTI Riau di Mal SKA Pekanbaru

Bawa Hasil Munas VIII, PSMTI Riau Sosialisasikan Perubahan Nama

Bawa Hasil Munas VIII, PSMTI Riau Sosialisasikan Perubahan Nama

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau gelar silaturahmi dengan pengurus dan dewan sekaligus sosialisasikan Hasil Munas VIII

PSMTI Riau Gelar Donor Darah dan Pembagian Masker 

PSMTI Riau Gelar Donor Darah dan Pembagian Masker 

PSMTI Riau menggelar donor darah dan membagikan masker di Mal Pekanbaru. Kegiatan ditargetkan mengumpulkan 400 kantong darah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer