
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jemaah haji Provinsi Riau melaksanakan rangkaian ibadah lempar jumrah aqabah di Jamarat, Rabu (27/5). Rombongan bergerak dari Mina menuju Jamarat sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Ketua Kloter BTH 3 Faulina Riska menyebutkan, pelaksanaan lempar jumrah dilakukan dengan pengaturan khusus. Ini bertujuan agar jemaah tetap aman dan nyaman di tengah padatnya aktivitas di Mina dan Jamarat.
Menurutnya, jemaah dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan jemaah yang menjalani skema murur, yakni jemaah yang tetap berada di tenda Mina dan tidak turun langsung ke lokasi lontar jumrah. “Untuk jemaah murur, lontaran jumrahnya sudah dibadalkan oleh petugas pembadal. Jemaah tetap berada di tenda Mina,” ujarnya, Rabu (27/5).
Selain itu, terdapat pula jemaah yang mengikuti skema tanazul Mina ke hotel. Jemaah tersebut diarahkan kembali ke hotel usai pelaksanaan rangkaian ibadah tertentu guna mengurangi kepadatan di tenda Mina. Faulina menjelaskan, pendamping jemaah tanazul nantinya kembali lagi ke Mina untuk melaksanakan mabit pada malam hari bersama jemaah lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Semangat Iduladha Penguat Persatuan
Sementara kelompok kedua, setelah melaksanakan lontar jumrah aqabah langsung kembali ke tenda Mina untuk melaksanakan mabit dan melanjutkan rangkaian ibadah haji berikutnya. Seluruh proses ibadah dilaporkan berjalan lancar, tertib dan kondusif.
Pastikan Layanan Armuzna Berjalan Terkendali
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menyampaikan, seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya tiba di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah mabit serta lontar jumrah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5).
Maria menjelaskan, keberhasilan proses Armuzna merupakan hasil sinergi seluruh petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, serta kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan selama fase puncak haji berlangsung.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




