
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dilaporkan kembali meluas. Di tengah upaya tim gabungan berjibaku memadamkan api di Kabupaten Siak dan Rokan Hilir (Rohil), Kamis (28/5), titik kebakaran baru terdeteksi di Pulau Mendol dan Sokoi, Kabupaten Pelalawan.
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan langsung bergerak cepat menyiapkan pengerahan personel Manggala Agni menuju lokasi baru yang berada di kawasan terpencil. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengonfirmasi, dua tim dari Daops Rengat telah disiagakan sejak sore hari untuk membawa perlengkapan pemadaman dan logistik. “Siang ini (Kamis, red) terdeteksi dua lokasi kebakaran baru di Pulau Mendol dan Sokoi Pelalawan. Tim Manggala Agni Daops Rengat mulai menyiapkan sarana prasarana dan logistik untuk diberangkatkan,” ujarnya, kemarin.
Ferdian menjelaskan, operasi pemadaman di Pulau Mendol dan Sokoi diprediksi tidak mudah. Selain faktor cuaca, tantangan utama bagi para personel adalah akses transportasi menuju lokasi kebakaran yang sangat terisolasi.
Baca Juga: Suhu Udara Capai 35 Derajat Celcius, Tiga Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau
Tim Manggala Agni harus mengombinasikan jalur darat dan perairan untuk bisa menjangkau titik api. Estimasi waktu tempuh dari posko menuju lokasi kebakaran diperkirakan memakan waktu sekitar tujuh hingga delapan jam perjalanan via Pulau Muda.
Sementara itu, operasi pemadaman di dua kabupaten lainnya, yakni Siak dan Rokan Hilir, kini telah memasuki hari kedua. Karakteristik lahan yang terbakar di kedua wilayah tersebut merupakan perkebunan milik masyarakat dengan jenis tanah gambut yang sangat rentan.
Berdasarkan data estimasi awal dari Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, total luasan lahan yang terbakar sejauh ini meliputi Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak sekitar 20 hektare (ha) dan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir sekitar 8 hektare.
Di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, personel Daops IV Pekanbaru fokus menerapkan strategi penyekatan pada kepala api agar kebakaran tidak terus meluas ke area perkebunan lain. Upaya ini juga mendapat dukungan penuh dari Satgas Udara yang melakukan pengeboman air (water bombing).
“Proses penyekatan berhasil dilakukan dan besok (hari ini, red) akan terus dilanjutkan mopping up (pembersihan) untuk memastikan seluruh potensi api benar-benar padam,” kata Ferdian.
Sedangkan di Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, tim Manggala Agni Daops III Labuhanbatu Selatan (Sumut) masih terus melakukan proses pendinginan. Hingga kemarin, lokasi tersebut dilaporkan masih mengeluarkan asap tipis. Ferdian menekankan, karakteristik tanah gambut memerlukan penanganan ekstra karena bara api sering kali tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Ferdian tidak menampik bahwa kondisi cuaca panas yang ekstrem di wilayah Riau menjadi musuh utama bagi para petugas di lapangan. Suhu yang tinggi membuat proses pendinginan lahan gambut membutuhkan waktu yang jauh lebih lama agar api tidak kembali bergejolak.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




