
Pekanbaru (RIAUPOS.CO) - Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN/SMKN Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Riau secara online telah berakhir. Namun, mereka yang tak lolos masih berkesempatan masuk sekolah negeri yang daya tampungnya masih tersedia. Pendaftaran dilakukan secara langsung ke sekolah tersebut.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Riau Nilam Suri menjelaskan, masih terdapat sejumlah sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, terutama sekolah yang dianggap tidak favorit. Ini dapat dimanfaatkan oleh calon peserta didik yang tak lulus saat SPMB secara online.
“Masih banyak sekolah yang peluangnya tersedia. Bukan membuka pendaftaran SPMB baru, tetapi melengkapi kursi atau kuota yang masih kosong di sekolah-sekolah yang belum terpenuhi,” jelasnya kepada Riau Pos, Selasa (23/6).
Ia menegaskan, pemerintah tidak membuka penambahan daya tampung maupun penerimaan baru di sekolah negeri setelah tahapan SPMB selesai dilaksanakan. Karena itu, Nilam mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan anak masuk ke sekolah tertentu melalui jalur yang tidak sesuai aturan.
“Jangan memaksakan anak masuk ke sekolah yang peminatnya melebihi daya tampung. Jangan sampai ada upaya-upaya masuk melalui jalur belakang. Mari kita junjung tinggi integritas dalam pelaksanaan SPMB,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau Erisman Yahya, menegaskan, seluruh mekanisme penerimaan murid baru telah dilaksanakan sesuai aturan. “Kami telah melaksanakan proses SPMB secara transparan dan akuntabel. Oleh karena itu, kami berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan SPMB ini,” ujar Erisman.
Erisman juga mengingatkan seluruh kepala SMA dan SMK negeri di Riau agar tidak melakukan praktik-praktik yang melanggar ketentuan dalam penerimaan peserta didik baru. “Saya tegaskan kepada seluruh kepala sekolah, jangan coba-coba bermain di belakang. Patuhilah seluruh aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Data pendaftaran SPMB tahun ini menunjukkan sebaran peminat antarsekolah dan wilayah di Riau masih belum merata. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah peminat tertinggi. Dari kuota 11.611 kursi, tercatat sebanyak 13.872 akun telah diaktivasi dan 13.340 calon murid melakukan pemilihan sekolah.
Kampar memiliki kuota terbesar yakni 13.170 kursi dengan jumlah pendaftar aktif sebanyak 9.642 peserta. Bengkalis memiliki kuota 11.884 kursi dengan 8.675 pendaftar aktif. Sementara itu, Rokan Hulu mencatat 6.687 pendaftar dari kuota 10.337 kursi, Siak sebanyak 6.105 pendaftar dari kuota 9.191 kursi, dan Rokan Hilir sebanyak 6.943 pendaftar dari kuota 8.355 kursi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




