
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penyebab bentrokan antara dua kelompok pendukung anggota DPRD Riau dari Fraksi Golkar yakni Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V Indra Gunawan Eet di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7) lalu belum ada titik terang.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Riau berkomitmen menangani persoalan ini sesuai mekanisme dan aturan organisasi yang berlaku. Ketua DPD Golkar Riau Yulisman mengatakan, saat ini pengurus masih menghimpun berbagai informasi dan fakta agar memperoleh gambaran yang utuh sebelum mengambil keputusan.
Hasil pendalaman dan klarifikasi akan menjadi dasar bagi partai dalam menentukan langkah penyelesaian sesuai ketentuan internal. Yulisman menegaskan, DPD segera memanggil kedua kader yang terlibat. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Sesuai arahan DPP Partai Golkar, kami akan segera memanggil kedua kader tersebut,” katanya, Senin (20/7). Selain pemanggilan, DPD juga akan berkoordinasi dengan DPP untuk menentukan langkah lanjutan. “Kami akan terus berkoordinasi dengan DPP Partai Golkar terkait tindak lanjut yang akan diambil,” tambahnya.
Hingga kini, DPD Partai Golkar Riau masih mendalami kronologi lengkap insiden tersebut. Pihak partai memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik setelah proses klarifikasi terhadap kedua kader selesai dilakukan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kericuhan yang melibatkan dua kader partainya. Dalam pernyataannya, Yulisman mengaku prihatin dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. “Sebagai Ketua DPD Golkar Riau, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Riau atas peristiwa yang melibatkan dua kader kami,” ujarnya.
Eet Minta Maaf
Anggota DPRD Riau, Indra Gunawan Eet, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat menyusul insiden ini. “Kami sangat menyesali hal yang terjadi di luar kontrol. Untuk itu, secara pribadi dan sebagai anggota DPRD Riau, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta kepada DPD Partai Golkar Riau atas tindakan yang tidak pantas terjadi,” ujarnya, Senin (20/7).
Mantan Ketua DPRD Riau itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan sesama anggota DPRD Riau. Menurutnya, insiden tersebut tidak semestinya terjadi di lingkungan lembaga legislatif yang menjadi tempat memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




