Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pekanbaru dan Pelalawan Liburkan Sekolah

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Belajar daring
Belajar daring

Advertisement

 

PEKANBARU dan PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah memberikan dampak negatif. Kabut asap mulai melanda. Alhasil, dua daerah di Riau yakni Pekanbaru dan Pelalawan, meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, Senin (24/8) hari ini.

Di Pekanbaru, mulai dari Taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diliburkan dan peserta didik belajar daring dari rumah. Sedangkan di Pelalawan. sebanyak 65 sekolah, dari TK, SD, SMP, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di tiga kecamatan juga diliburkan.

Advertisement

Disdik Pekanbaru menerbitkan Surat Edaran tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru. Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, penyesuaian kegiatan pembelajaran dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik. 

Abdul Jamal menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti peserta didik diliburkan. Proses pembelajaran tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya, hanya saja lokasi pelaksanaannya dipindahkan dari sekolah ke rumah masing-masing.

Advertisement

“Anak-anak tidak diliburkan. Proses belajar tetap berjalan, tetapi dilaksanakan secara daring dari rumah. Kebijakan ini kita ambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik dari paparan kabut asap,” ujarnya.

Dengan diberlakukannya pembelajaran daring, peserta didik tidak diperkenankan datang ke sekolah maupun mengikuti kegiatan sekolah lainnya yang membutuhkan kehadiran secara langsung. 

Sekolah juga diminta menyesuaikan pola pembelajaran agar tetap berjalan efektif tanpa memberikan beban berlebihan kepada peserta didik selama kondisi udara belum membaik.

Disdik Pekanbaru juga mengingatkan pihak sekolah agar pelaksanaan pembelajaran dari rumah tetap memperhatikan kondisi peserta didik. Materi maupun aktivitas belajar diharapkan diberikan secara sederhana, efektif dan tidak memberatkan anak.

Selain sekolah, peran orang tua dan wali murid juga menjadi perhatian Disdik Pekanbaru. Abdul Jamal meminta orang tua memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah selama kondisi kualitas udara masih buruk.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Tidak Sehat sejak Tengah Malam

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Tidak Sehat sejak Tengah Malam

Sejumlah kawasan di Pekanbaru tertutup lapisan asap tipis yang mengurangi kejernihan pandangan dan membuat kualitas udara tidak sehat,

Kualitas Udara Tidak Sehat, Masyarakat yang Beraktivitas di Luar Diimbau Gunakan Masker

Kualitas Udara Tidak Sehat, Masyarakat yang Beraktivitas di Luar Diimbau Gunakan Masker

Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Riau, dr Indra Yovi mengatakan kualitas udara tidak sehat, masyarakat pun diimbau pakai masker.

Kualitas Udara Membaik, Hotspot di Riau Sisa 46

Kualitas Udara Membaik, Hotspot di Riau Sisa 46

Secara umum hotspot di Pulau Sumatera jauh menurun. Saat ini hanya terpantau 431 titik panas di Sumatera. Provinsi Riau menyumbang 46 titik

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer