Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekolah di Lima Daerah Masih Belajar Daring

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Jarak Jauh : Guru melakukan Pembelajaran Jarak Jauh dengan muridnya di SMPN 22 Pekanbaru, Kamis (27/8/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS
Jarak Jauh : Guru melakukan Pembelajaran Jarak Jauh dengan muridnya di SMPN 22 Pekanbaru, Kamis (27/8/2026). ft : EVAN GUNANZAR/RIAU POS

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kua­litas udara di Riau belum membaik. Empat pemerintah daerah (Pemda) pun memutuskan untuk memperpanjang sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring (dalam jaringan) terhadap sekolah yang terdampak paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Keempat daerah tersebut adalah Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Kuantan Singingi (Kuansing), dan Kampar. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menyesuaikan kegiatan pembelajaran menyusul masih memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. 

Advertisement

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B.400.3/Disdik/23/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran Akibat Penurunan Kualitas Udara di Kota Pekanbaru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru, Abdul Jamal me­ngatakan, kebijakan ini diambil setelah hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada Jumat (28/8) yang sempat menunjukkan kondisi udara berada pada kategori Berbahaya.

Advertisement

Pemantauan tersebut berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB. “Pembelajaran Jarak Jauh/daring kembali dilaksanakan selama satu hari, Sabtu, 29 Agustus 2026 (hari ini, red),” ujar Abdul Jamal, Jumat (28/8).

Kebijakan ini ditujukan kepada seluruh kepala sekolah negeri dan swasta jenjang PAUD/TK, SD sederajat, serta SMP sederajat se-Kota Pekanbaru. Sekolah atau madrasah yang berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) maupun kementerian/lembaga lainnya di Pekanbaru juga diimbau menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kebijakan tersebut.

Orang tua atau wali peserta didik juga diminta memperhatikan keselamatan anak selama kondisi kabut asap berlangsung. Dalam surat edaran tersebut, orang tua diminta memastikan anak tetap berada di dalam rumah dan tidak bermain maupun melakukan aktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan kabut asap. 

“Pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk berikutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru berdasarkan informasi dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU),” sebutnya.

Di satuan pendidikan tingkat SMA sederajat di Kota Pekanbaru hingga saat kemarin juga masih menerapkan sistem PJJ. Kepala SMAN 16 Pekanbaru Nurhafni mengatakan, meskipun proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring, pihaknya tetap melakukan pemantauan secara berkala agar proses belajar mengajar tetap efektif.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kabut Asap Mulai Menipis, Murid di Inhil Kembali Masuk Sekolah

Kabut Asap Mulai Menipis, Murid di Inhil Kembali Masuk Sekolah

ISPU Inhil berada di angka 130, sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) dapat kembali dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kondisi udara

Mulai Senin, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka

Mulai Senin, Siswa SD dan SMP di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka bagi siswa mulai Senin besok

Kualitas Udara Kuansing Sangat Tidak Sehat, ISPU Tembus hingga 205

Kualitas Udara Kuansing Sangat Tidak Sehat, ISPU Tembus hingga 205

Kualitas udara di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sudah menembus kategori sangat tidak sehat, masyarakat diimbau menggunakan masker.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer