Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

125 Titik Panas Tersebar di Riau 

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Kendaraan melintasi flyover di Jalan Jenderal Sudirman saat kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Rabu (16/9/2026). (MHD AKHWAN/RIAU POS)
Kendaraan melintasi flyover di Jalan Jenderal Sudirman saat kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Rabu (16/9/2026). (MHD AKHWAN/RIAU POS)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dalam waktu beberapa jam saja, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru kembali menemukan lonjakan titik panas di wilayah Riau, Rabu (16/9). Riau pun turut berperan menambah ribuan titik panas di Pulau Sumatera.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Indah DN menjelaskan, berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru pukul 16.00 WIB, jumlah titik panas di Riau kini melonjak dari sebanyak 115 menjadi 125 titik. Ratusan titik panas tersebut masih tersebar di tujuh daerah.

Advertisement

Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) masih daerah dengan hotspot terbanyak yakni 73 titik. Kemudian Kampar 34, Indragiri Hilir (Inhil) 11, Dumai 3, Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan 1, Rokan Hulu (Rohul) 1, dan Siak 1. 

‘’Sebanyak delapan titik panas di antaranya di level confidence (tingkat kepercayaan) tinggi, satu rendah, dan selebihnya di level confidence sedang,” ujar Indah DN kepada Riau Pos, kemarin. 

Advertisement

“Untuk jarak pandang di Pekanbaru 3,5 kilometer terhalang asap, Rengat (Inhu) 5 kilometer, Pelalawan 4 kilometer, dan Tambang (Kampar) 4 kilometer,’’ tambahnya.

Tak hanya itu, BMKG juga mencatat, pada pukul 15.00 konsentrasi Particulat Matter (PM 2 5) Pekanbaru berada di level 110,4. ‘’Angka ini menempatkan udara Pekanbaru masih pada kategori tidak sehat,” ujarnya.

Sementara itu, secara keseluruhan hotspot di Pulau Sumatera mencapai 1.930 titik. Provinsi Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar, yakni 1.414 titik. Diikuti Jambi 182, Bangka Belitung 118, Lampung 80, Sumatera Barat 9, Sumatera Utara 1, dan Kepulauan Riau 1.

Tingginya titik panas di Inhu ternyata disebabkan belum terkendalinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut. Upaya pemadamanmasih dilakukan di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Rabu (16/9).

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik mengatakan, penanganan di lokasi tersebut telah memasuki hari kelima. Karhutla terjadi di kawasan bergambut yang membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif. “Saat ini sudah masuk penanganan hari kelima lokasi karhutla di Desa Pulau Jumat, Kuala Cenaku,” kata Ilham.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Ribuan Hotspot Karhutla Sumsel Penyebab Asap Selimuti Riau, Anak Sekolah di 6 Kabupaten/Kota Libur

Ribuan Hotspot Karhutla Sumsel Penyebab Asap Selimuti Riau, Anak Sekolah di 6 Kabupaten/Kota Libur

Ribuan Hotspot Karhutla Sumsel Penyebab Asap Selimuti Riau, Anak Sekolah pekanbaru, pelalawan, kuansing, rohul, inhil, siak libur sistem pjj

Sejumlah Daerah Diselimuti Kabut Asap Kiriman, Hotspot Riau Tersisa 40 Titik 

Sejumlah Daerah Diselimuti Kabut Asap Kiriman, Hotspot Riau Tersisa 40 Titik 

Hotspot di Pulau Sumatera terpantau berjumlah 4.028 titik. Sebanyak 2.994 titik panas berada di Sumatera Selatan. Provinsi Riau ada 40 titik

APHI Riau Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Pemadaman Karhutla Paling Efektif

APHI Riau Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Pemadaman Karhutla Paling Efektif

Ketua APHI Komda Riau Muller Tampubolon mengatakan gotong royong dan kolaborasi tingkat tapak cegah dan pemadaman karhutla paling efektif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer