Asap Makin Tebal 5 Daerah Liburkan Sekolah, UTS SD Tertunda dan Jarak Pandang Sempat 800 Meter

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabut asap makin tebal menyelimuti sebagian besar wilayah Riau. Kondisi ini memperluas dampak di sektor pendidikan. Dua daerah lagi yakni Indragiri Hulu (Inhu) dan Rokan Hulu (Inhu) terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring, Selasa (6/10).
Sebelumnya, tiga daerah yakni Pekanbaru, Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing) telah lebih dahulu menerapkan PJJ selama dua hari yakni Selasa (6/10) dan Rabu (7/10). Tak hanya itu, akibat PJJ ini, ujian tengah semester sekolah dasar (SD) di Pekanbaru juga tertunda.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) juga menerapkan PJJ pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10) hari ini. Kebijakan itu diambil untuk penyesuaian dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran akibat kondisi kualitas udara di Kabupaten Inhu tidak sehat.
Baca Juga: Kabut Asap Kian Pekat, Jarak Pandang Pekanbaru Hanya 800 Meter
“Benar, kami kembali mengeluarkan surat edaran tentang penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Inhu, Joni Maryanto, Selasa (6/10).
Dijelaskannya, surat edaran penyesuaian kegiatan pembelajaran akibat asap karhutla sudah disampaikan kepada Kepala PAUD/TK, SD/MI, dan SMP/MTs negeri/swasta.
Penetapan PJJ tersebut mengacu kepada edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla.
Baca Juga: Pesawat Lion Air Rute CGK-PKU Putar Balik, Jarak Pandang di Bandara SSK II Hanya 600 Meter
Selain itu, untuk memperhatikan kondisi kualitas udara akibat asap menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan kependidikan. “Makanya, pembelajaran PJJ atau daring dilaksanakan pada hari ini (kemarin, red) hingga Rabu (7/10) besok (hari ini, red) bagi satuan pendidikan dalam wilayah Kabupaten Inhu yang terdampak kondisi kualitas udara tidak sehat,” ungkapnya.
Selain itu, dalam surat edaran tersebut juga disampaikan kepada satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama dan kementerian/lembaga lainnya di Kabupaten Inhu, diimbau untuk dapat menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara serta memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik. “Selama kabut asap karhutla, peserta didik dan tenaga pendidik serta kependidikan dianjurkan menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” terangnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (BPBDPKP) Inhu Mulyadi menjelaskan asap yang muncul di Inhu merupakan kiriman dari provinsi tetangga. “Di Kabupaten Inhu tidak ada terjadi karhutla dan kabut asap yang muncul merupakan kiriman dari provinsi tetangga,” ujar Mulyadi.
Memang sebutnya, untuk wilayah sumatera bagian tengah, termasuk Riau sudah sempat diguyur hujan beberapa kali. Sehingga secara umum sudah mulai terhindar dari musibah karhutla. Namun wilayah bagian Selatan, termasuk Jambi hingga Lampung masih minim hujan. “Berdasarkan informasi yanga ada, karhutla masih luas terbakar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (Oki),” ungkap Mulyadi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




