
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Universitas Abdurrab (Univrab) dua hari berturut-turut, 4-5 November 2026 menggelar Sidang Terbuka Senat Wisuda Periode Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Susiana Tabrani Convention Hall (STCH) Jalan Bakti Pekanbaru. Sebanyak 690 wisudawan dikukuhkan berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Fakultas Psikologi dan Ilmu Politik, dan Fakultas Teknik serta STIE Iqra Annisa.
Wisudawan terdiri Profesi Dokter 37 orang, S1 Pendidikan Dokter 111 orang, S1 Farmasi 183 orang, D3 Analis Kesehatan 64 orang, D3 Fisioterapi 2 orang, D3 Keperawatan 31 orang, S1 Kebidan 98 orang, Profesi Bidan 39, S1 Psikologi 35 orang, S1 Ilmu Hubungan Internasional 10 orang, S1 Ilmu Pemerintahan 17 orang, S1 Ilmu Komunikasi 4 orang, S1 Teknik Informatika 29 orang, S1 Teknik Sipil 20 orang, S1 Ekonomi Islam 10 orang.
Tampak hadir, Ketua Pembina Yayasan Abdurrab Dr dr Susiana Tabrani MPd, Ketua Yayasan Abdurrab dr Ruza Prima Rustam SpOG, Rektor Univrab Prof Susi Endrini SSi MSc PhD, Wakil Rektor, Ketua Senat Akademik Universitas Abdurrab apt Isna Wardaniati MFarm, dekan, ketua prodi dan tamu undangan.
Wisuda kali ini menjadi momentum penting bagi Univrab, tidak hanya karena melahirkan lulusan dari berbagai bidang keilmuan, tetapi juga memperkuat arah pendidikan tinggi yang mendorong kemandirian ekonomi dan jiwa kewirausahaan.
Pembina Yayasan Abdurrab, Dr. dr. Susiana Tabrani, M.Pd, mengatakan lulusan perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau menunggu kesempatan bekerja di perusahaan. Sebaliknya, mahasiswa harus dibekali kemampuan menciptakan peluang usaha dan berani mengembangkan potensi ekonomi yang tersedia di daerah.
Apalagi Riau memiliki banyak peluang usaha yang dapat digarap generasi muda. Namun, peluang tersebut harus mampu dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal agar sektor ekonomi daerah tidak terus didominasi pelaku usaha dari luar.
"Mahasiswa harus punya entrepreneurship yang bagus, kreatif, dan mampu melihat peluang yang ada di Riau. Jangan pemain dari luar terus," tegas Susiana.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak yayasan bersama Rektor Univrab Prof. Susi Endrini tengah menyiapkan pola pembelajaran kewirausahaan yang lebih konkret. Mahasiswa ditargetkan sudah mulai diperkenalkan dengan peta peluang usaha sejak semester kedua.
Susiana menilai pembekalan kewirausahaan tidak cukup hanya diberikan menjelang mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Sebab, ketika mahasiswa sudah lulus, waktu untuk membangun fondasi usaha dinilai menjadi lebih terbatas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




