Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Muhammad Iqbal, Pak Lurah yang Disiplin

Redaksi • Kamis, 18 Agustus 2011 | 08:34 WIB
PEKANBARU (RP) - Selayaknya Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada umumnya, Muhammad Iqbal bertubuh tegap dan berdisiplin tinggi.

Putra dari H Musri Suhardi-Hj Mifta Nurawati Matin SH MH ini dipercayai sebagai salah seorang Paskibra di Kantor Gubernur Riau, pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (17/8). Ternyata, Iqbal yang kini duduk di kelas XII IPA SMAN 9 Pekanbaru itu juga seorang Pak Lurah.

Pada pagi harinya, saat pengibaran bendera, Iqbal menjadi salah satu Paskibra andalan untuk menyelesaikan tugas yang mulia ini. Sementara pada upacara penurunan bendara di tempat yang sama pada sore hari, Iqbal kembali dipercaya sebagai tiga Paskibra terdepan yang ditugaskan menurunkan bendera.

Kepercayaan ini, sama halnya dengan Paskibra lainnya, tidak didapat dengan mudah oleh Iqbal. Ia dan kawan-kawan harus melewati tahapan seleksi berlapis yang dimulai dari sekolahnya yang memiliki ekstrakulikuler (Ekskul) Pasukan Khusus (Passus) yang bagus. Menurut Kepala SMAN 9 Pekanbaru Dra H Haryati MM, pengembangan potensi pengibar memang disokong di SMA yang berada di Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru itu.

‘’Alhamdulillah, lewat pengembangan Ekskul kita yang konsisten tahun ini, kita bisa mengirim enam pengibar. Lima di kota dan satu (Iqbal) di provinsi. Mereka memang berbakat dan itu terus kita asah melalui Ekskul dan upacara-upacara di sekolah,’’ ujar Haryati, Rabu (17/8).

Lanjut Haryati, Ekskul Passus tidak hanya mencetak para Paskibra tapi juga mengajarkan kedisiplinan, yang masuk dalam program pilot project sekolah berkarakter. Selain menjadi pengibar di kota dan provinsi, Passus SMAN 9 juga dipercaya sebagai Paskibra di Kecamatan Lima Puluh.

Sementara itu, di luar lapangan upacara atau pada masa karantina persiapan sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kantor Gubernur Riau, Iqbal sendiri dipercaya sebagai Pak Lurah oleh kawan-kawannya.

Sebuah gelar tradisi bagi pemimpin atau ketua pada masa karantina para Paskibra. Pemilihan demokratis ini tidak mudah, karena memerlukan karisma agar bisa terpilih.

Iqbal yang kelahiran Pekanbaru 2 Februaru 1994 mengaku sangat bangga dan senang bisa menjadi salah satu Paskibra Provinsi Riau. ‘’Senang sekali karena saya memang mencita-citakannya sejak masih SMP. Maka selama latihan hingga karantina saya terus bersemangat dan berusaha yang terbaik,’’ ujarnya ketika ditemui usai pengibaran.

Lanjut Iqbal, ia mendapat banyak sekali pelajaran selama menjadi pengibar terutama pada masa-masa karantina yang baru berakhir, Jumat (19/8) besok. Mulai dari membangun sikap disiplin, menjaga wibawa dan kemandirian.

Pada kesempatan itu juga hadir sang Ibu Hj Mifta Nurawati Matin SH MH. Mifta berkomentar, di rumah Iqbal adalah anak mandiri dan disiplin.

‘’Dia di rumah memang mandiri dan sangat berdisiplin diri. Kami sekeluarga bangga dengan prestasi Iqbal,’’ ujarnya.(*7) Editor : RP Redaksi