Arwana, Naga Emas Riau
Redaksi • Minggu, 9 Oktober 2011 | 09:54 WIB
Laporan Mashuri Kurniawan, Pekanbaru mashurikurniawan@riaupos.co.id
Warna sisiknya keemasan tersusun indah dan harmonis.
Keindahannya sangat menonjol. Bentuk tubuh yang khas, gagah dan sedikit angkuh, dilengkapi dengan sungut pada mulutnya yang besar dengan susunan tertata rapi.
Keanggunannya di dalam air tenang menambah keindahannya. Ikan ini disebut Arwana Golden Fish.
Arwana Golden Fish juga sering disebut ikan naga. Ikan jenis ini termasuk endemik Riau yang sudah mulai langka di sungai dan danau, hidup secara alami.
Golden Fish habitat alamnya hidup di Riau Kawasan Konservasi Golden Fish sendiri berada di Danau Pulau Besar dan Danau Bawah, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Di Sungai Mahato juga pernah ditemukan ikan arwana tersebut.
Ikan ini termasuk karnivora. Walaupun demikian, untuk yang muda dapat memakan udang air asin beku atau hidup, cacing hitam, dan bahkan ikan kecil. Memang sekarang ini ikan itu tidak mudah ditemukan di alam. Dahulunya pada tahun 1990-an ikan tersebut sangat banyak ditemukan di Riau.
Bahkan di Sungai Siak maupun anak sungai dahulunya juga bisa ditemukan ikan ini. Seiring dengan waktu ikan, naga emas itu mulai berkurang.
Pada umumnya, Ikan Arwana yang sehat yang baik akan tumbuh menjadi setidaknya 24 sampai 60 centimeter-75 centimeter. Beberapa varietas dapat menjadi 120 centimeter di alam liar.
Kebanyakan ikan naga ini sering berenang di bagian permukaan air. Di alam liar Golden Fish bisa melompat untuk memakan serangga di pohon yang ada ditepian sungai. Bisa menangkap serangga yang hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dari permukaan air.
Golden Fish di alam berenang di dekat permukaan untuk berburu mangsa. Dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak jenis lainnya. Dikarenakan sebagai ikan peloncat. Satwa yang termasuk dilindungi pemerintah ini merupakan ikan tangguh yang dapat hidup hingga setengah abad.
Habitatnya terganggu karena ulah manusia. Pencemaran limbah menjadikan ikan ini sudah mulai berkurang. Masalah lainnya banyaknya permintaan membuat ikan ini sering diburu. Dikarenakan ketersediaan alam yang terbatas menyebabkan eksploitasi di alam dibatasi. Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) menetapkan bahwa ikan Arwana Asia sebagai ikan yang mendapat perlindungan tertinggi
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Riau, Prof DR Ir Irwan Effendi MSc, mengatakan, Riau memiliki kekayaan sumber daya alam kelautan dan perikanan yang sangat besar. Pemerintah, sedang meningkatkan terus pengelolaannya hingga optimal. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu potensi sumberdaya perikanan asli Provinsi Riau yang sudah terkenal hingga ke seluruh dunia adalah ikan Arwana Golden Fist dengan habit asli berada di daerah Siak. Ikan jenis ini merupakan jenis yang sangat diminati sekarang. Hanya saja, kata dia, ketersediaan Arwana Golden Fist hanya sedikit.
Pada awalnya ikan itu, sambungnya, dikenal sangat sulit untuk berkembang biak diluar habitat aslinya. Namun pada perkembangannya ikan ini dapat berkembang biak pada tambak ataupun kolam-kolam buatan dengan air yang telah diatur keasaman ataupun suhunya. Hal ini memungkinkan penangkaran dapat dilakukan jauh dari habitat asli ikan ini.
Dari penuturannya, keberadaannya di alam, naga emas ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 07 tahun 1999, tentang konservasi dan satwa liar. Dasar inilah yang menjadi dasar hukum orang-orang yang menangkap, melukai membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, menangkap, dan memperniagakan untuk memperkecil.
Bagi mereka yang melakukan penangkapan arwana dapat dikenakan sangsi dengan undang-undang nomor lima tahun 1990 pasal 21 ayat 2. pidananya sesuai dengan ketentuan Pasal 40 ayat 4 dapat dipidana yang lama untuk satu tahun penjara dan denda Rp5 juta lebih.
Melihat kondisi yang sangat memprihatinkan ini Diskanlut, berupaya melakukan pembibitan ikan ini. Kemudian melakukan penanaman pohon kayu, bambu, rotan dan beberapa tumbuhan lain di sekitar perairan juga dilakukan. Dengan begitu secara tidak langsung daun-daun yang jatuh akan dijadikan makan oleh ikan tersebut.
Pohon-pohon yang ditanam, terangnya dapat menjadi penyangga (buffer) terjadinya abrasi dipinggiran perairan sungai tempat habitat ikan Arwana Golden Fish dan jenis arwana lainnya.
‘’Kita akan bekerja sama dan kemitraan dengan perusahaan dan masyarakat yang ada disekitar Kawasan Cadangan dan Kawasan Konservasi Arwana Mahato maupun di daerah Siak. Dengan harapan bisa menjaga kelestarian kawasan konservasi tersebut dengan baik,’’ imbuhnya
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Kurnia Rauf, mengatakan, Arwana Golden Fish merupakan ikan yang endemiknya ada di Riau. Sama seperti Arwana Super Red di Kalimantan Barat. Jenis ikan ini memang sangat sulit ditemukan di alam. Arwana Golden Fish, sambungnya, memang masih bisa ditemukan, tapi tidak begitu banyak. Tapi, kalau di penangkaran sudah mulai banyak.
‘’Kawasan konservasi Golden Fish sendiri berada di Danau Pulau Besar dan Danau Bawah, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Tapi, ada juga ditemukan di Sungai Mahato. Kalau di penangkaran sekarang memang sudah dilakukan. Jumlahnya juga sudah banyak. Bisa mencapai ribuan ekor,’’ terangnya.
Kasi Pelayanan BBKSDA Riau, Dwi, menambahkan, banyak perusahaan yang bergerak dalam usaha perdagangan ikan Arwana Golden Fish dan jenis lainnya. Dwi berharap masyarakat bisa melakukan penangkaran ikan arwana endemik Riau ini.
Dengan demikian, masyarakat dapat benar-benar memiliki ikan Arwana Golden Fish dan arwana lainnya.Dalam ketentuannya, setiap penangkaran ikan arwana maupun jenis Golden Fish ditandai dengan sertifikat oleh BBKSDA dan ditubuh ikan terdapat microchip nomor seri ikan. Seri pada microchip adalah sama seperti yang ada disertifikat. Nomor dari ID Microchip yang terpasang pada ikan tersebut sebagai legalitas dari ikan untuk para pemiliknya.
‘’Di Malaysia menurut informasi yang diterima sedang membuat sebuah penangkaran ikan Arwana Golden Fish dan jenis arwana lainnya. Kolam, air disediakan pemerintah secara gratis. Makanya, ada keinginan menjadikan arwana hak paten Indonesia. Khususnya Golden Ffish,’’ ujarnya.*** Editor : RP Redaksi