PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - November kelabu bagi Gubernur Riau Abdul Wahid. Jelang ulang tahunnya yang ke-45 pada 21 November nanti, dia mendapat kado pahit kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama 9 orang lainnya di Pekanbaru Riau.
Abdul Wahid adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), ia lahir pada 21 November 1980 di Desa Belaras (kini Desa Cahaya Baru), Dusun Anak Peria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Ayahnya meninggal saat ia berusia 10 tahun, sehingga sejak kecil ia membantu mengelola kebun kelapa keluarga.
Usianya tergolong muda saat terpilih sebagai Gubernur Riau melalui Pilkada 2024 untuk periode 2025-2030.
Latar belakangnya merupakan politikus dan memiliki rekam jejak panjang di dunia politik.
Abdul Wahid pernah menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 mewakili daerah pemilihan Riau II. Selama duduk di DPR RI, ia tergabung di Komisi VII.
Selain itu, Abdul Wahid juga pernah duduk sebagai anggota DPRD Riau selama dua periode, yakni sejak 2009 hingga 2019. Ia mewakili Dapil Riau II yang meliputi Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, dan Pelalawan.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Simbar, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian melanjutkan pendidikan ke MAN 1 Tembilahan.
Abdul Wahid juga pernah belajar di Pesantren Ashabul Yamin, Lasi Tuo, Kecamatan Ampek Angkek, Canduang, Sumatera Barat.
Lulus dari pesantren, Abdul Wahid melanjutkan pendidikannnya di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau jurusan Pendidikan Agama Islam dan meraih gelar sarjana (S-1) pada tahun 2004.
Abdul Wahid kemudian mengambil program S2 Ilmu Politik dan meraih gelar Magister Sains dari Universitas Riau pada tahun 2021.
Abdul Wahid juga aktif di sejumlah organisasi seperti: Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (2016–sekarang), Ketua Tanfidz DPW PKB Provinsi Riau (2011–2021), Wakil Ketua PW NU Provinsi Riau (2011–2017), Sekretaris Tanfidz DPW PKB Riau (2006–2011), Wakil Sekretaris DPW PKB Riau (2004–2006), Wakil Sekretaris PC HMI (2002–2003)
Harta Kekayaan Berdasarkan LHKPN
Harta kekayaan Abdul Wahid yang menjabat Gubernur Riau memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 4,8 miliar untuk periodik 2023.
Harta ini sudah dikurangi dengan utangnya yang mencapai Rp1,5 miliar. Dia terakhir melaporkan harta kekayaan pada 31 Maret 2024 lalu.
Berdasarkan LHKPN ini, Abdul Wahid banyak memiliki tanah dan bangunan yang bernilai Rp4,9 miliar yang tersebar di beberapa kabupaten kota di Provinsi Riau seperti di Kampar, Pekanbaru, Indragiri Hilir.
Gubernur Riau yang terkena OTT KPK ini juga memiliki mobil pribadi dua unit yaitu Pajero dan Fortuner.
Berikut Rincian Harta Kekayaan Abdul Wahid:
A. Tanah dan Bangunan Rp4.905.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 100 m2/100 m2 di Kab / Kota Kota Pekanbaru, Hasil Sendiri Rp800.000.000
2. Tanah dan Bangunan Seluas 375.75 m2/375.75 m2 di Kab / Kota Kota Pekanbaru, Hasil Sendiri Rp55.000.000
3. Tanah dan Bangunan Seluas 10000 m2/100000 m2 di Kab / Kota Indragiri Hilir, Hasil Sendiri Rp20.000.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 20000 m2/20000 m2 di Kab / Kota Kota Pekanbaru, Hasil Sendiri Rp800.000.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 450 m2/450 m2 di Kab / Kota Kota Pekanbaru, Hasil Sendiri Rp100.000.000
6. Tanah dan Bangunan Seluas 14900 m2/14900 m2 di Kab / Kota Kampar, Hasil Sendiri Rp200.000.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 16400 m2/16400 m2 di Kab / Kota Kampar, Hasil Sendiri Rp120.000.000
8. Tanah dan Bangunan Seluas 21000 m2/21000 m2 di Kab / Kota Kampar, Hasil Sendiri Rp120.000.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 18400 m2/18400 m2 di Kab / Kota Kampar, Hasil Sendiri Rp120.000.000
10. Tanah dan Bangunan Seluas 10300 m2/10300 m2 di Kab / Kota Kampar, Hasil Sendiri Rp120.000.000
11. Tanah dan Bangunan Seluas 18200 m2/18200 m2 di Kab / Kota Kampar, Hasil Sendiri Rp150.000.000
12. Tanah dan Bangunan Seluas 1555 m2/1555 m2 di Kab / Kota Kota Jakarta Selatan, Hasil Sendiri Rp2.300.000.000
B. Alat Transportasi Dan Mesin Rp780.000.000
1. Mobil, Toyota Fortuner Jeep Tahun 2016, Hasil Sendiri Rp400.000.000
2. Mobil, Mitsubishi Pajero Tahun 2017, Hasil Sendiri Rp380.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya Rp. --
D. Surat Berharga Rp. --
E. Kas dan Setara KAS Rp621.046.622
F. Harta Lainnya Rp. --
Sub Total Rp6.306.046.622
Hutang Rp1.500.000.000
Total Harta Kekayaan Rp4.806.046.622.
Editor : M. Erizal