PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru masih menemukan sebaran titik panas di Provinsi Riau. Ahad (23/11), satu titik panas terdeteksi di Kabupaten Pelalawan.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang mengatakan, berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru, sejak pukul 16.00 WIB, terdeteksi tujuh titik panas di wilayah Sumatera. ‘’Selain di Riau, ada empat di Jambi, dan 2 di Sumatera Selatan,’’ ujarnya, kemarin.
Meski terdeteksi di Pelalawan, kebakaran lahan justru sempat muncul di wilayah Kabupaten Kampar, Ahad (23/11/2025). Peristiwa ini terjadi di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo dan menghanguskan lahan masyarakat yang didominasi mineral gambut dan semak belukar.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar Agustar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menyebutkan, laporan mengenai munculnya asap pertama kali diterima pada pagi hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim TRC Pusdalops bergerak menuju lokasi bersama sejumlah unsur gabungan lainnya.
“Setibanya di lokasi, api sudah membakar sebagian lahan masyarakat. Luas area terbakar diperkirakan sekitar 0,05 hektare. Meski tidak luas, kondisi lahan mineral gambut dan semak belukar cukup berpotensi membuat api cepat merambat,” terang Adi Candra.
Tim gabungan kemudian melakukan proses pemadaman secara manual dan menggunakan peralatan pemadam. Upaya pemadaman dilakukan dengan cepat mengingat kondisi angin yang berubah-ubah serta karakteristik lahan yang mudah menyimpan bara.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat. Selain pemadaman, satgas juga melakukan penyekatan untuk mencegah api merembet ke area lain serta pendinginan di titik-titik yang dianggap masih berpotensi menimbulkan bara,” tambahnya.
Menurut Adi Candra, meskipun api tidak lagi terlihat, tim tetap melakukan pemantauan lanjutan. Hal ini penting mengingat kawasan tersebut merupakan daerah yang rawan kebakaran, terutama pada musim kemarau atau ketika udara dalam kondisi panas dan kering.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membuka atau membersihkan lahan. Aktivitas membakar sisa tanaman atau sampah di area rawan kebakaran dapat memicu kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan. Sekecil apa pun api yang muncul dapat menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan maupun kesehatan,” tuturnya.
Sejauh ini, BPBD Kampar terus meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran lahan di wilayah-wilayah yang sering terdampak pada tahun-tahun sebelumnya.
Berpotensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Sementara itu, berdasarkan pantauan cuaca BMKG Pekanbaru, cuaca di Riau sejak pada pagi hari kondisi cuaca cerah berawan hingga berawan. Namun hujan ringan bersifat lokal berpeluang turun di wilayah Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Kampar.
Memasuki siang hingga sore, cuaca masih didominasi cerah berawan. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan meluas ke wilayah Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Dumai, dan Pekanbaru.
Pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi terjadi di sebagian wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Sementara dini hari, situasi diperkirakan berawan hingga berudara kabur, dengan potensi hujan di Kuantan Singingi, Kampar, dan Pekanbaru.
“BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Siak, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru,” imbau Prakirawan BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang.(kom/ayi)
Editor : Arif Oktafian