Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir Mulai Melanda, 759 Jiwa Terdampak

Redaksi • Selasa, 16 Desember 2025 | 10:40 WIB

seorang wanita membawa kardus saat menunggu bantuan yang disumbangkan secara pribadi di daerah yang terkena banjir bandang di Aceh Tamiang, Ahad (14/12/2025).
seorang wanita membawa kardus saat menunggu bantuan yang disumbangkan secara pribadi di daerah yang terkena banjir bandang di Aceh Tamiang, Ahad (14/12/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Intensitas hujan meningkat di wilayah Riau. Akibatnya, beberapa daerah mulai dilanda banjir. Bahkan, di Indragiri Hilir, sekitar 759 jiwa dari 385 Kepala Keluarga di lima desa terdampak banjir yang ketinggian air mencapai lutut orang dewasa, Senin (15/12).

Lima desa tersebut berada di Kecamatan Kemuning, yakni Desa Keritang Hulu, Desa Air Baloy, Desa Lubuk Besar dan Desa Limau Manis dan Kelurahan Slensen. Banjir di lima desa tersebut akibat intensitas hujan yang tinggi sejak dua hari terakhir, ditambah kiriman air dari wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil R Arliansyah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Ari Syuria mengatakan, saat ini puluhan personel dari BPBD Inhil dan TNI-Polri sudah berada di sekitar lokasi terdampak banjir untuk memantau dan mengkaji cepat serta memabantu masyarakat.

“BPBD Inhil membantu masyarakat untuk dilakukan evakuasi di Desa Lubuk Besar karena terpantau air di desa ini meningkat hingga melebihi lutut orang dewasa untuk di beberapa titik yang terfokus di Dusun Kemang Pelita,” ujarnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Inhil juga terus melakukan koordinasi kepada pihak terkait guna menentukan langkah-langkah tepat yang harus di ambil jika sewaktu-waktu air terus meningkat di beberapa desa lain yang ada di Kecamatan Kemuning.

“Tim juga menginformasikan kepada masyarakat agar melakukan evakuasi mandiri sekira ancaman semakin meningkat. Saat ini air sudah surut dan kami tetap siaga jika intensitas hujan terus terjadi. Selain rumah, fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas pembantu (pustu), rumah ibadah, dan kantor desa juga terdampak banjir,’’ ujarnya.

Selain di Inhil, tingginya curah hujan juga berdampak pada tergenangnya puluhan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Siak. Kalaksa BPBD Siak Novendra Kasmara menjelaskan, puluhan rumah di tiga kecamatan yang terdampak itu adalah di Jalan Nasional Lintas Siak Buton Km 29, Simpang Doral Kampung, Dosan, Kecamatan Pusako.

“Selain jalan nasional sepanjang lebih kurang 2 kilometer tergenang, belasan rumah warga juga ikut terdampak genangan,” jelasnya, Senin (15/12) petang. ‘’Untuk di Kecamatan Koto Gasib, yang terdampak genangan adalah di Dusun Segintil, Desa Teluk Rimba. Kami turun langsung ke Dusun Segintil, menyeberang menggunakan perahu bermotor. Ada 13 unit rumah warga yang tergenang,” jelasnya.

Sama dengan di Jalan Nasional Kecamatan Pusako, di Segintil Kecamatan Koto Gasib ini juga diperlukan pembersihan kanal dan anak sungai. “Persoalannya ada pada tersumbatnya saluran, air tidak mengalir, menyebabkan genangan,” terangnya.

Sementara untuk di wilayah Kandis, laporan yang didapat, genangan ada di Desa Pencing Bekulo dan Desa Kadis. “Kami menjadwalkan turun pada Selasa (16/12) pagi untuk memastikan apak persoalan ada pada tersumbatnya saluran atau hal lain, namun informasi sementara tersumbatnya kanal dan anak sungai,” ungkapnya.

Koordinasi sudah dilakukan ke camat di 14 kecamatan agar melaporkan kondisi terakhir di desa masing masing sehingga langkah penyelamatan dapat segera dilakukan. Tak hanya ke pihak kecamatan, koordinasi juga dilakukan kepada pihak perusahaan terdekat dengan lokasi genangan agar peduli, tak hanya membantu dengan menurunkan alat berat, tapi juga bantuan lainnya.

Banjir Jalintim 113 Surut Total
Banjir yang sempat merendam akses badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer (km) 113 Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Ahad (14/12) pagi lalu, akhirnya surut total, Senin (15/12) pagi. 

Genangan air sempat merendam badan jalan nasional tersebut dengan ketinggian 20 sampai 25 sentimeter (cm) akibat hujan lebat yang mengguyur Pelalawan sejak malam hingga subuh hari. Banjir juga sempat membuat pengendara kendaraan harus mengurangi kecepatan saat melintasi jalan padat aktivitas ini. 

“Alhamdulillah, banjir di Jalintim Km 113 telah surut total sehingga saat ini arus lalu lintas telah berjalan dengan lancar. Sedangkan genangan air hanya sebentar karena curah hujan tinggi. Setelah hujan reda, banjir surut total,” terang Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan kepada Riau Pos, Senin (15/12).

Sejak awal Desember, curah hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat  terus meningkat. Kondisi ini mempengaruhi peningkatan debit air Sungai Kampar dan sungai lainnya di Negeri Seiya Sekata ini. “Tapi alhamdulillah, kondisi Sungai Kampar masih normal dan belum berpotensi menyebabkan banjir di wilayah bantaran sungai. Artinya, kenaikan elevasi Sungai Kampar masih aman dari banjir. Karena belum ada pembukaan pintu air dari PLTA Koto Panjang,” ujarnya.

Ditambahkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, Pemkab Pelalawan telah menetapkan Status Bencana Hidrometeorologi terhitung mulai 15 Desember 2025 hingga 28 Februari 2026. “Kita akui penetapan status ini sedikit terlambat dari kabupaten/kota di Riau. Hal ini karena kondisi sungai masih normal, curah hujan juga masih rendah ke sedang,’’ ujarnya.

‘’Namun demikian, seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana di Negeri Amanah ini telah kita siagakan. Untuk itu, kita berharap potensi bencana di Pelalawan tahun ini tidak terjadi. Jika terjadi, kita berharap tidak separah tahun-tahun sebelumnya dan tanpa adanya korban jiwa,” tambahnya.

Di Indragiri Hulu (Inhu), debit air Sungai Akar di Desa Sungai Akar Kecamatan Batang Gansal surut, Senin (15/12). Sebelumnya, yakni Ahad (14/12), luapan Sungai Akar sempat merendam 60 unit rumah warga daerah itu hingga Jalan Lintas Timur.

Baca Juga: Jalur Lembah Anai Dibuka 6 Hari untuk Minibus, Korban Jiwa Mencapai 1.030 Orang

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Inhu juga sudah menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir Sungai Akar. “Air Sungai Akar sudah surut dan aktivitas warga sudah kembali normal. Bahkan, warga sudah menerima bantuan sembako dari Pemkab Inhu,” ujar Kepala Desa (Kades) Sungai Akar, Mustakim, Senin (15/12).

Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu Zulfahmi Adrian mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan bantuan sembako untuk 60 kepala keluarga (KK) terdampak genangan air Sungai Akar.  “Sudah disalurkan bantuan sembako yang bersumber dari Dinas Sosial,” katanya usai menyalurkan bantuan.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti, hujan sejak Ahad (14/12) malam juga menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan protokol dan permukiman warga di Kecamatan Tebingtinggi. Beberapa titik yang terdampak di antaranya Jalan Imam Bonjol, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, Jakan Siak, serta sejumlah kawasan padat penduduk lainnya.

Namun, Senin (15/12) sore, debit air dilaporkan mulai menyusut seiring berkurangnya intensitas hujan dan upaya penanganan di lapangan. Salah seorang warga Jalan Kartini, Kiky (42), mengaku genangan air sempat masuk ke halaman rumahnya sejak Ahad malam.

Meski tidak sampai merusak perabot, ia berharap persoalan drainase segera dibenahi. “Air naik cepat tadi malam karena hujan deras dan parit tersumbat. Alhamdulillah hari ini sudah mulai surut. Kami berharap gorong-gorong rutin dibersihkan supaya kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Siti (50), warga Jalan Imam Bonjol. Menurutnya, kawasan tersebut memang rawan tergenang saat hujan lebat. “Kalau hujan lama, air pasti naik. Tadi pagi masih tergenang, tapi sore ini sudah jauh berkurang,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup (Perkimtan-LH) juga telah mengerahkan petugas ke lapangan untuk membersihkan gorong-gorong dan saluran drainase yang tersumbat sampah dan sedimentasi.

Kepala Dinas Perkimtan-LH Kepulauan Meranti, Agustiono, mengatakan penyumbatan saluran air menjadi salah satu penyebab utama genangan. “Kami turunkan tim sejak pagi untuk membersihkan gorong-gorong di titik-titik rawan, terutama di jalan protokol. Setelah dibersihkan, aliran air mulai lancar dan genangan berangsur surut,” jelasnya.

Di Rokan Hilir (Rohil), Senin (15/12), beberapa ruas jalan dalam waktu yang relatif singkat digenangi air. Meskipun terlihat hujan berlangsung dalam intensitas sedang, namun hujan berlangsung cukup lama. Dimulai sekitar pukul 11.30 WIB, hingga sore.

Dari pantauan hujan terjadi merata, seperti di daerah Batu Enam, di wilayah jalan Lintas Kecamatan Kepenghuluan Bagan Punak hingga di perkotaan termasuk di bagian  ujung dari Kecamatan Bangko yakni wilayah Kepenghuluan Bagan Jawa, Serusa dan Parit Aman.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap puncak musim hujan di Provinsi Riau yang masih berlangsung sepekan ke depan.

Forester on Duty BMKG Pekanbaru Sanya Gautami menjelaskan, selama sepekan terakhir kondisi cuaca di wilayah Provinsi Riau masih berlangsung cuaca ekstrem yang terjadi dikarenakan aktifnya gelombang Rossby dan Kelvin di wilayah Sumatera Bagian Tengah.

‘’Selain itu, terbentuknya pola angin atau belokan angin ataupun konvergen pertemuan angin di atas wilayah Provinsi Riau juga memicu pertumbuhan awan hujan yang masih sehingga menyebabkan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat terjadi di wilayah Provinsi Riau,’’ jelasnya, Senin (15/12).

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada karena sepekan ke depan diperkirakan puncak musim hujan masih akan terjadi di wilayah Riau bagian utara tengah dan juga pesisir timur. ‘’Hati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir hingga angin puting beliung yang dapat terjadi di Provinsi Riau,” imbaunya.(*2/mng/amn/kas/wir/fad/ayi/ali)

Editor : Arif Oktafian
#aceh tamiang #banjir #dampak