PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, memetakan lokasi yang rawan terjadi banjir, terutama pada saat musim hujan seperti saat ini. Pemetaana lokasi tersebut dipaparkan berdasarkan kecamatan.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, pemetaan lokasi rawan banjir tersebut sebagai bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan dini terhadap ancaman bencana banjir. Apalagi saat ini sudah ditetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.
“Untuk Kabupaten Bengkalis kecamatan yang rawan banjir yakni di Kecamatan Bandar Laksamana, Bantan, Bathin Solapan, Bengkalis, Bukit Batu, Mandau, Pinggir, Rupat, Siak Kecil dan Talang Muandau,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk Kabupaten Indragiri Hilir yakni Kecamatan Batang Tuaka, Gaung, Gaung Anak Serka, Kateman, Kemuning, Keritang, Kuala Indragiri, Tanah Merah, Tembilahan, Tembilahan Hulu dan Tempuling.
Kabupaten Indragiri Hulu yakni di Kecamatan Batang Cenaku, Batang Gangsal, Batang Peranap, Kelayang, Lirik, Lubuk Batu Jaya, Pasir Penyu, Peranap, Rakit Kulim, Rengat, Rengat Barat, Siberida dan Sungai Lala.
“Kabupaten Kampar di Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Tengah, Siak Hulu, Tambang, Tapung, Tapung Hilir dan Tapung Hulu. Kabupaten Kepulauan Meranti di Kecamatan Merbau, Rangsang, Rangsang Barat dan Tebing Tinggi,” paparnya.
Selanjutnya di Kota Dumai yakni di Kecamatan Bukit Kapur, Dumai Barat, Dumai Kota, Dumai Selatan dan Medang Kampai. Kota Pekanbaru yakni di Kecamatan Binawidya, Bukit Raya, Kulim, Lima Puluh, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Pekanbaru Kota, Rumbai, Rumbai Barat, Rumbai Timur, Sail, Senapelan, Sukajadi, Tenayan Raya dan Tuah Madani.
Kabupaten Kuantan Singingi yakni di Kecamatan Benai, Cerenti, Gunung Toar, Hulu Kuantan, Inuman, Kuantan Hilir, Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Logas Tanah Darat, Pangean, Singingi dan Singingi Hilir. Kabupaten Pelalawan yakni di Kecamatan Bandar Petalangan, Bandar Sei Kijang, Kuala Kampar, Langgam, Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, Pelelawan, Teluk Meranti dan Ukui.
Kabupaten Rokan Hilir yakni di Kecamatan Bagan Sinembah Raya, Bagan Sinembah, Balai Jaya, Bangko, Bangko Pusako, Batu Hampar, Kubu Babussalam, Pasir Limau Kapas, Pekaitan, Pujud, Rantau Kopar, Rimba Melintang, Simpang Kanan, Sinaboi, Tanah Putih, Tanah Putih Tanjung Melawan dan Tanjung Medan.
Kabupaten Rokan Hulu yakni di Kecamatan Bonai Darussalam, Kepenuhan, Kunto Darussalam, Rambah Hilir, Rambah Samo dan Tambusai. Dan Kabupaten Siak di Kecamatan Bunga Raya, Kandis, Mempura, Pusako, Sungai Apit, Sungai Mandau dan Tualang.
Hujan Merata di Riau
Curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kampar serta daerah hulu Waduk PLTA Koto Panjang menyebabkan elevasi permukaan air waduk mengalami kenaikan. Meski demikian, kondisi waduk hingga saat ini masih terpantau aman dan terkendali.
Manajer PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menyampaikan bahwa berdasarkan data pemantauan terbaru pada Rabu (17/12) pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada di 77,03 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pada waktu yang sama, debit inflow atau air masuk ke waduk tercatat sebesar 186,21 meter kubik per detik (m³/detik). Sementara outflow turbin juga berada pada angka yang sama, yakni 186,21 m³/detik.
Sebelumnya, pada Rabu (17/12) pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di 77,02 mdpl, dengan inflow dan outflow turbin masing-masing sebesar 317,96 m³/detik. Sementara itu, berdasarkan data Selasa (16/12) pukul 19.00 WIB, elevasi waduk tercatat 77,00 mdpl, dengan inflow dan outflow masing-masing mencapai 318,3 m³/detik.
Dhani menjelaskan, pihak pengelola PLTA Koto Panjang terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan elevasi dan debit air waduk. Terutama di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi hujan.
Ia memastikan pengaturan debit air dilakukan secara terukur guna menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat di wilayah hilir waduk.
Hujan Sedang dan Ringan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi secara merata di wilayah Provinsi Riau, Rabu (17/12).
Menurut Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy, secara keseluruhan cuaca di Provinsi Riau pertengahan pekan ini masih akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang hingga tanah longsor.
Dimana, berdasarkan pantauan radar cuaca, sejak pagi hari kondisi cuaca didominasi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang terdeteksi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, serta Kota Dumai.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.
Pada malam hari, cuaca masih cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi. Sementara pada dini hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti dengan kondisi udara kabur hingga berawan.
Secara umum, suhu udara di Riau berkisar 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan 55–100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10–30 km per jam. Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau diprakirakan berada pada kategori rendah, yakni 0,5–1,25 meter.
Namun, BMKG mengingatkan potensi cuaca buruk yang dapat menurunkan jarak pandang dan memicu gelombang hingga 2,5 meter.
“BMKG mengeluarkan peringatan dini dan meminta masyarakat untuk waspada terhadap hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai, terutama pada pagi hingga siang atau sore hari,” katanya
Puluhan Rumah Tergenang
Dalam pada itu, kecamatan yang terdampak genangan air karena tingginya intensitas hujan di Kabupaten Siak, terus bertambah. Saat ini, banjir dan genangan air ada di Kecamatan Sungai Mandau, Mempura, Siak, Pusako dan Kecamatan Sungai Apit.
Demikian dikatakan Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak Novendra Kasmara SSTP MSi yang akrab disapa Pepen. Untuk Kecamatan Sungai Mandau, ada tiga desa yang terdampak, Desa Teluk Lancang, tinggi air 40 sentimeter, rumah warga sudah tidak tergenang.
“Kami tinggal membersihkan kanal dan parit penyebab air tidak mengalir,” kata Kalaksa Pepen, Rabu (17/12) malam.
Kampung Sungai Selodang, tinggi air setengah meter, 18 KK terdampak, dan segera diberikan bantuan sembako, jika air tidak juga surut. “Dari 18 KK yang terdampak, belum ada yang mengungsi,” jelas Pepen.
Sementara untuk Kampung Muara Kelantan, ketinggian air setengah meter, terdampak 23 KK atau 96 jiwa. “Semua yang terdampak mengungsi ke posko,” ucap Kalaksa Novendra.
Di Kecamatan Mempura, meluapnya air Sungai Jernih, atas tingginya curah hujan menyebabkan 15 rumah di Kampung Benteng Hulu, Dusun Sehati, terdampak, serta Kampus STAI Sultan Syarif Hasyim tergenang. “Tidak ada warga yang mengungsi. Kami mengimbau masyarakat waspada terhadap naiknya air,” ucap Kalaksa Novendra.
Kecamatan Siak, air juga meluap di Kampung atau Desa Rawang Air Putih, dengan ketinggian setengah meter dan menggenangi lima unit rumah warga. “Kami meminta pihak terkait membantu pembersihan kanal dan parit,” jelas Kalaksa Novendra.
Untuk di Kecamatan Pusako, Kampung Sungai Limau, tinggi air 50 sentimeter menyebabkan 14 KK atau 54 jiwa terdampak. Mereka tidak mengungsi, akan diupayakan pembersihan kanal dan parit, termasuk di Jalan Nasional Km 29 Lintas Siak-Buton. “Alat berat masih terus bekerja, membersihkan kanal, agar air dapat segera mengalir dengan lancar,” sebut Kalaksa Novendra.
Banjir dengan ketinggian setengah meter di Kecamatan Sungai Apit berada di Kampung Mengkapan, menggenangi 15 rumah, dan SDN 22 di Jalan Duku Kampung Mengkapan. “Alat berat dikerahkan memberishkan parit dan kanal agar air di sekolah dan rumah warga surut,” kata Novendra.
Minta Masyarakat Waspada
Dalam pada itu, Bupati Kuantan Singingi, Dr H Suhardiman Amby MM kembali mengingatkan masyarakat Kuansing untuk tetap waspada terhadap kondisi perubahan cuaca yang terjadi akhir akhir ini. Apalagi menjelang pergantian tahun, 2025 ke 2026.
Hal itu disampaikan Bupati, H Suhardiman Amby menyusul prediksi Badan Meteorologi Kromatologi dan Geofisika (BMKG), Rabu (17/12). Dimana BMKG memperkirakan sebagian wilayah Indonesia berpotensi terjadi hujan badai hingga Januari mendatang.
“Karena itu saya meminta seluruh elemen masyarakat memperhatikan prakiraan cuaca yang di rilis BMKG ini, agar kita mawas diri dari kemungkinan yang terjadi,” kata Suhardiman Amby.
Selain itu, Suhardiman Amby semua juga mengingatkan stakeholder yang berkaitan dengan penanggulangan bencana untuk tetap siap siaga memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat. BPBD, Satpol PP, Dishub, Camat dan seluruh Kepala Desa harus meningkatkan komunikasi dan kewaspadaan dini, untuk melindungi masyarakat.
Kalaksa BPBD Kuansing H Yulizar yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, untuk saat ini Kabupaten Kuansing masih menetapkan status siaga darurat bencana dan belum meningkatkan menjadi status darurat bencana.
Kondisi ini masih melihat perkembangan cuaca dan debit air sungai Kuantan. Untuk debit air Sungai Kuantan, meski ada peningkatan sedikit dari hari kemarin menyusul hujan di daerah Sumatera Barat, namun masih dalam kondisi wajar dan belum ada yang merambah kepemukiman warga. Debit air sungai Kuantan terlihat masih normal.
BPBD sudah menginstruksikan seluruh tim relawan kebencanaan untuk terus melakukan pemantauan di semua kecamatan.
Tingkatkan Koordinasi Lintas Sektor
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Zulfahmi Adrian AP MSI menegaskan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan koordinasi baik antar OPD maupun lintas sektor. Hal itu dilakukan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrim dan antisipatif serta respon cepat terhadap potensi bencana.
Hal itu ditegaskannya saat memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional, Hari Bela Negara ke-77 dan Hari Kesetiakawanan Nasional. Upacara tersebut merupakan perdana bagi Sekda sebagai inspektur pasca dilantik sebulan yang lalu.
“Koordinasi itu dilakukan secara terpadu, terukur dan tepat sasaran. Sehingga berbagai potensi bencana dapat diatasi dengan baik,” tegas Sekda Kabupaten Inhu, Zulfahmi Adrian AP MSI, Rabu (17/12).
Selain itu, berbagai informasi tentang bencana yang diterima masyarakat harus diberikan edukasi yang membangun. “Kepada masyarakat, kita harapkan agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” harapnya.
“Dengan semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian sosial, saya yakin kita mampu melewati berbagai tantangan, serta terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Inhu yang kita cintai,” beber Sekda.(kom/ayi/mng/dac/kas)
Editor : Bayu Saputra