PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Memasuki penghujung tahun, operasional kelistrikan memasuki fase krusial. Hal ini disebabkan adanya potensi peningkatan konsumsi listrik pada periode libur akhir tahun yang bertepatan dengan perayaan Natal dan tahun baru.
Akhir tahun juga identik dengan potensi cuaca ekstrem yang menuntut persiapan maksimal dari unit-unit PLN. Seluruh unit PLN akan memberlakukan masa siaga di kedua momen tersebut demi menyediakan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Bermaksud memastikan kesiapan PLTA Koto Panjang menyambut dua momen krusial ini, DPRD Provinsi Riau yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Ahmad Tarmizi bersama Komisi III melaksanakan kunjungan kerja ke PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan (UP) Pekanbaru Unit Layanan (UL) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Rabu (10/12).
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah mengungkapkan, PLTA Koto Panjang siap menyambut masa siaga ini. ‘’Secara operasional, PLTA sudah siap menghadapi momen Natal dan tahun baru. Ketika debit air waduk maksimal, kami siap mengoperasikan pembangkit secara penuh,’’ terangnya.
‘’Saya berharap kita bisa sama-sama berdoa semoga di penghujung tahun ini curah hujan cukup tinggi agar volume air waduk meningkat sehingga seluruh unit kami dapat bekerja maksimal,’’ tambah Dhani yang mengungkapkan bahwa di akhir tahun pada umumnya terdapat peningkatan curah hujan.
Assistant Manager Business Support UP Pekanbaru, Eko Karmayanto berharap curah hujan di sisi hulu cukup untuk mengairi waduk. ‘’Operasional kita bergantung debit air, semoga ada peningkatan curah hujan sehingga seluruh unit kami beroperasi maksimal,’’ jelasnya.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri juga menyoroti kesiapan PLTA menghadapi cuaca ekstrem. ‘’Peningkatan curah hujan sudah terlihat beberapa minggu terakhir. Saya juga berharap ada upaya preventif terkait opersional waduk sebagai pencegahan bencana banjir,’’ ungkapnya.
‘’Adanya waduk PLTA Koto Panjang di sini saya berharap dapat menjadi kontrol dan alat pencegahan khususnya pada bencana banjir,’’ jelas Edi yang menyampaikan bahwa beberapa daerah di Provinsi Riau memang menjadi daerah rawan bencana banjir.
Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi di beberapa kota dan kabupaten di Provinsi Riau menyusul peningkatan curah hujan yang signifikan. Penetapan ini menuntut kesiapan dan koordinasi yang baik dari berbagai pihak mulai dari unsur pemerintahan, dinas-dinas terkait, perusahaan, termasuk sektor swasta.(adv)
Editor : Bayu Saputra