BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar memastikan tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan sesuai jadwal. Sebanyak 450 jemaah calon haji asal Kabupaten Kampar kini tengah bersiap memasuki tahapan akhir sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar Dirhamsyah mengungkapkan bahwa seluruh proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) telah rampung. Berdasarkan data terbaru, jemaah Kampar terbagi dalam dua kelompok terbang (Kloter) Batam.
"Jemaah kita tergabung dalam Kloter 5 sebanyak 438 orang. Selain itu, ada 12 jemaah cadangan yang masuk porsi dan tergabung dalam Kloter 10. Total keseluruhan mencapai 450 orang," jelas Dirhamsyah, Selasa (3/2/2026).
Dirhamsyah mengungkapkan, hingga saat ini, progres administrasi seperti pembuatan paspor telah selesai 100 persen. Kemenhaj Kampar juga telah mengirimkan usulan pramanifest jemaah ke tingkat pusat, termasuk pengajuan pemisahan kloter yang kini statusnya telah rampung.
Fokus utama saat ini adalah pelaksanaan manasik haji di tingkat kecamatan. Kegiatan ini dirancang dalam empat kali pertemuan dengan durasi empat jam pelajaran per hari.
"Kami menargetkan seluruh rangkaian manasik haji ini selesai sebelum memasuki bulan Ramadan. Kami imbau jamaah mengikuti manasik dengan serius agar ibadah di Tanah Suci berjalan lancar," tambahnya.
Tahapan krusial berikutnya adalah pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi meningitis yang dijadwalkan mulai 10 Februari 2026. Pelaksanaan vaksinasi akan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan dan dibagi per wilayah kecamatan.
Dirhamsyah menegaskan bahwa layanan vaksinasi ini tidak dipungut biaya alias gratis. Mengenai biaya, sesuai Keputusan Presiden, jemaah haji asal Kampar tahun ini membayar sebesar Rp54.125.422.
Tahun ini, kuota efektif Kabupaten Kampar mengalami penurunan dari sekitar 613 orang pada tahun lalu menjadi 450 orang. Hal ini dipicu oleh adanya sekitar 100 jemaah yang tidak melakukan pelunasan, sehingga posisi mereka diisi oleh jemaah cadangan.
Dari sisi usia, terdapat 28 hingga 30 jamaah yang masuk kategori lansia. Meski demikian, mayoritas jamaah berada pada rentang usia yang relatif ideal.
Dirhamsyah menambahkan, untuk mendukung kelancaran ibadah, satu orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan satu orang Petugas Haji Daerah (PHD) telah dipastikan bertugas, sementara petugas kesehatan masih menunggu penetapan pusat.
"Diperkirakan suhu di Arab Saudi nanti tidak terlalu ekstrem karena jadwal keberangkatan masih berada di awal musim panas. Namun, kami tetap meminta jemaah menjaga kesehatan fisik sejak dini," jelasnya.(kom)