Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

2026, Pemprov Riau Targetkan Investasi Masuk ke Riau hingga Rp89,8 Triliun

Soleh Saputra • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:30 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Riau, Vera Angelita OK.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Riau, Vera Angelita OK.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan target realisasi investasi tahun 2026 sebesar Rp89,8 triliun. Target investasi tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan potensi inventasi, dan mempedomani Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025 hingga 2030.

"Target realisasi investasi Provinsi Riau tahun 2026 itu ditetapkan sebesar Rp89,8 triliun. Sedangkan target dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu sebesar Rp96 triliun," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Riau, Vera Angelita OK.

Lebih lanjut dikatakannya, target realisasi investasi tersebut tersebari di 12 kabupaten kota se-Provinsi Riau. Sedangkan besarkan target realisasi investasi berdasarkan lokasi berasa di Kabupaten Pelalawan sebesar Rp17,2 triliun. Kemudian disusul Kota Dumai sebesar Rp12,1 triliun, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Rp9,2 triliun.

Selanjutnya, Kabupaten Siak sebesar Rp8,7 triliun, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Rp8,5 triliun, Kabupaten Kampar sebesar Rp7,9 triliun, Kabupaten Bengkalis sebesar Rp7,8 triliun, Kota Pekanbaru Rp5,8 triliun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Rp4,8 triliun, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Rp3,1 triliun, Kabupaten Kuansing Rp2,9 triliun, Kabupaten Kepulauan Meranti Rp1,3 triliun.

"Kepulauan Meranti ini dengan target investasi terendah. Karena itu kami mendorong DPM-PTSP kabupaten kota itu mengalokasikan anggaran yang dipergunakan untuk kegiatan pengendalian pelaksanaan penanaman modal. Kemudian menggiring pelaku usaha di daerah untuk melaporkan kegiatan penanaman modalnya melalui sistem Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara online," imbuhnya.

Sedangkan jika merujuk capaian realisasi investasi tahun 2025, sektor penyumbang investasi baik itu Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Riau masih didominasi sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp21 triliun lebih.

"Kemudian sektor kehutanan juga cukup besar penyumbang realisasi investasi di Riau. Tahun lalu itu sebesar Rp14 triliun. Lalu sektor industri makanan Rp9,11 triliun. Sedangkan sektor pangan, perkebunan, dan peternakan itu sebesar Rp7 triliun lebih, terakhir sektor industri kertas dan percetakan sebesar Rp4,5 triliun," tutupnya.(sol)

Editor : Edwar Yaman
#DPM PTSP Provinsi Riau #pemprov riau #Vera Angelita OK #investasi masuk