Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

LPIP Bahas Jaringan Kesultanan Islam, UAS Soroti Fondasi Bangsa

M Amin • Selasa, 10 Februari 2026 | 19:05 WIB
Penasihat LPIP Prof Alaiddin Koto bersama Prof Ustaz Abdul Somad (UAS) berfoto bersama para tokoh dan cendekiawan muslim usai diskusi Jaringan Kesultanan Islam, Senin (9/2/2026).
Penasihat LPIP Prof Alaiddin Koto bersama Prof Ustaz Abdul Somad (UAS) berfoto bersama para tokoh dan cendekiawan muslim usai diskusi Jaringan Kesultanan Islam, Senin (9/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) menggelar diskusi panel bertema "Jaringan Kesultanan Islam di Nusantara" pada Selasa (10/2). Acara yang berlangsung di Pondok Profesor ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Milad ke-11 LPIP. Ketua Penasihat LPIP, Prof Dr Alaiddin Koto MA, dalam pembukaannya menekankan bahwa keberadaan jaringan Kesultanan Melayu yang kuat telah menjadi fondasi jauh sebelum identitas Indonesia terbentuk.

Menurutnya, topik ini lahir dari serangkaian diskusi mendalam bersama Ustaz Abdul Somad (UAS) mengenai jejak sejarah Islam yang mendahului era kerajaan formal di Nusantara.

"Berdasarkan perjalanan UAS ke berbagai pelosok Nusantara, ditemukan banyak fakta sejarah tentang jejak Islam yang sudah ada sebelum kerajaan-kerajaan besar muncul," ujar Prof Alaiddin.

 Baca Juga: Hati-Hati! Ada Oknum Mengaku Bisa Daftarkan Bansos, di Rengat Barat Sudah Ada Korban

Senada dengan hal tersebut, Prof Dr KH Abdul Somad Lc MA (UAS), yang hadir sebagai pemantik diskusi, memaparkan tentang jejak Melayu Islam yang kuat di masa lalu. UAS juga memaparkan sudah adanya jaringan kekuatan Melayu di Nusantara.

Tak hanya itu, dia juga mengungkap, bagaimana kekuatan Melayu di masa lalu mampu menjadi koordinator wilayah. Ia mencontohkan Kesultanan Siak yang pernah mengoordinasikan wilayah Asahan, Serdang, Deli, Langkat, hingga Tamiang.
UAS juga memberikan peringatan mengenai kondisi bangsa saat ini.

Ia merefleksikan runtuhnya Uni Soviet dan kekhawatiran mengenai masa depan Indonesia jika kepercayaan (trust) masyarakat terhadap pemimpin hilang.

 Baca Juga: PSPS Pekanbaru Siap Tempur di Putaran 3 Liga 2 Musim 2025-2026, Catat Tanggalnya

"Kemiskinan mungkin masih bisa membuat kita bertahan bersama, tetapi jika kepercayaan sudah hilang, itu berbahaya. Pemimpin harus hadir lebih baik di tengah masyarakat untuk menjaga kepercayaan itu,” ujar UAS.

Ia juga menyoroti krisis kepercayaan diri masyarakat Melayu saat ini. UAS mengajak warga Melayu untuk bangkit dan menjadikan identitasnya sebagai kebanggaan. Dia mencontohkan kejayaan masa lalu seperti istilah “mozarabik” pada zaman Bani Umayyah dan Abbasiyah yang menunjukkan pengaruh budaya Islam yang kuat. Banyak orang Barat (Mozarab) meniru pakaian, gaya rumah, di masa kejayaan Islam itu. Saat ini, yang terjadi malah sebaliknya.

Diskusi yang dipandu oleh moderator Haris Simaremare PhD ini juga menghadirkan Dr Rizal Akbar MPhil yang menekankan pentingnya kemakmuran dalam merawat kebangsaan.
Sejumlah tokoh lain turut memberikan perspektif, di antaranya Prof Sudirman M Johan yang mengkhawatirkan potensi disintegrasi bangsa jika identitas Melayu Nusantara tidak dirawat.

Sementara itu, Mambang Mit selaku Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) mengingatkan bahwa Indonesia ada karena kerelaan raja-raja Melayu untuk bergabung. Pemerintah harus selalu mengingat itu.(muh)

Editor : Edwar Yaman
#Jaringan Kesultanan Islam #alaidin koto #uas #LPIP