Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

480 Ternak Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku, Terbanyak karena Belum Vaksin

Soleh Saputra • Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:35 WIB
Petugas Balai Veteriner Bukittinggi mengambil sampel darah dari ternak sapi yang sudah menerima vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Senin (5/5)
Petugas Balai Veteriner Bukittinggi mengambil sampel darah dari ternak sapi yang sudah menerima vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Penyasawan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Senin (5/5)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sejak Januari hingga awal Februari 2026, sebanyak 480 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah ditemukan di Provinsi Riau. Ratusan kasus PMK tersebut ditemukan di enam daerah Riau, di antaranya Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rokan Hulu (Rohul), Siak, Indragiri Hilir (Inhil), Kampar dan Kota Dumai.

”Kasus PMK sudah ditemukan di enam daerah. Berdasarkan laporan sejak Januari hingga 11 Februari 2025 ada sebanyak 480 kasus PMK,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Mimi Yuliani Nazir melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Faralinda Sari.

Faralinda menjelaskan dari ratusan kasus PMK yang ditemukan, paling banyak terdapat di Kabupaten Inhu dengan jumlah 195 kasus. Kemudian disusul Kabupaten Rohul 145 kasus.

”Selanjutnya di Kabupaten Siak 3 kasus, Kabupaten Inhil 2 kasus, Kabupaten Kampar dan Kota Dumai masing-masing 1 kasus,” paparnya.

Pada awal tahun 2026 memang ada peningkatan kasus PMK di Riau. Hal ini disebabkan faktor cuaca yakni musim hujan.

”Memang kasus PMK meningkat karena kondisi cuaca mu­sim hujan di bulan Januari. Karena salah satu pemicu PMK adalah faktor cuaca. Namun saat ini sudah tidak banyak lagi laporan PMK,” ujarnya.

Selain itu, faktor lainnya adalah hewan ternak yang belum divaksin. Kemudian faktor perpindahan ternak yang membawa virus sehingga berdampak terhadap populasi yang ada.

”Kalau kita lihat, memang hewan ternak yang kena PMK ini belum divaksin. Sebab salah satu kunci pencegahan penyebaran PMK ini hewan ternak harus divaksin,” sebutnya. (lim)

Editor : Bayu Saputra
#ternak #pmk #Vaksin PMK