Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

206 Titik Panas Terdeteksi di Bengkalis

Tim Redaksi • Senin, 16 Februari 2026 | 10:28 WIB
Kapolsek Rupat AKP Faisal bersama personel BPBD Bengkalis menyemprotkan air saat melakukan pendinginan lahan yang terbakar di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002 Du
Kapolsek Rupat AKP Faisal bersama personel BPBD Bengkalis menyemprotkan air saat melakukan pendinginan lahan yang terbakar di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002 Du

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah pusat segera mengirimkan pesawat untuk kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pengiriman bantuan pesawat tersebut dilakukan setelah Provinsi Riau menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, pesawat OMC akan tiba di Riau dalam pekan ini. “Begitu sampai akan langsung dilakukan kegiatan OMC mengingat masih ada awan potensial yang bisa dibuat hujan buatan,” katanya, Ahad (15/2).

Sementara untuk helikopter water bombing dan patroli, pihaknya masih menunggu informasi dari pemerintah pusat melalui BNPB. Pasalnya pihaknya sudah menyampaikan permintaan bantuan secara lisan, sedangkan surat resmi masih belum dikirimkan.

“Secara lisan sudah kami sampaikan ke BNPB untuk bantuan helikopter water bombing. Surat resminya masih menunggu ditandatangani Pak gubernur,” sebutnya. 

Riau masih mendominasi titik panas yang terdeteksi di Pulau Sumatera. Ahad (15/2), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menemukan 285 titik panas tersebar di Sumatera dan 229 di antaranya berada di Riau.

’’Sebaran titik panas di Riau tersebut terbanyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis yakni 206 titik.

Sisanya, tersebar di Pelalawan 8, Siak 7, Kepulauan Meranti 4, Indragiri Hilir 2, Dumai 1, dan Indragiri Hulu 1,’’ uajr Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Sanya Gautami, kemarin.

‘’Selain di Riau, titik panas juga ditemukan di Kepulauan Riau 31, Bangka Belitung 16, Jambi 3, Aceh 2, Bengkulu 2, Lampung 1, dan Sumatera Utara 1,’’ tambahnya.

Temuan BMKG ini sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Di Bengkalis, kebakaran makin meluas. Jika tiga hari sebelumnya luas lahan yang terbakar mencapai 130,1 hektar dan saat ini sudah menembus 151 hektare (ha).

“Saat ini masih ada enam kecamatan yang terjadi karhutla. Petugas masih melakukan pemadaman. Sedangkan di kecamatan lain sudah berhasil dipadamkan dan saat ini masih proses pendinginan,” ujar Manajer Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah, Ahad (15/2) malam.

Ia merinci, titik api masih ada di Kecamatan Bengkalis 4 dengan luas lahan terbakar mencapai 35 hektare yang terjadi di Desa Kelebuk dan Damai. Selanjutnya di Kecamatan Bantan 1 titik dengan luas lahan terbakar 5 ha di Desa Berancah. Di Kecamatan Bandar Laksamana ada 1 dengan luas lahan 75 hektare yang terjadi di Desa Tanjung Leban.

Selanjutnya di Kecamatan Rupat 1 titik seluas 33 hektare di Desa Sukarjo Mesim, Teluk Lecah. Ada juga di Kecamatan Bukit Batu 1 titik dengan luas lahan terbakar 2 ha di Desa Sejangat. Juga ada di Kecamatan Siak Kecil 1 titik dengan luas lahan terbakar 1 ha di Desa Sungai Linau.

‘’Total tujuh titik api dengan sembilan kasus kebakaran. Luas lahan terbakar meningkat menjadi 151 hektare. Semua lokasi masih ada titik api dan petugas masih berjibaku melakukan pemadaman. Kondisi medan yang sulit dan air yang susah didapat membuat pemadaman susah dikendalikan. Ditambah tiupan angin kencang membuat api cepat merayap,” jelasnya.

Karhutla di wilayah Kecamatan Rupat juga makin meluas. Jika sebelumnya api melahap lahan gambut di Jalan Cor-coran, Ahad (15/2) lahan seluas kurang lebih 10 hektare di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002 Dusun Sungai Mesim 2, Desa Sukarjo Mesim terbakar.

Mendapat informasi adanya titik api, Kapolsek Rupat AKP Faisal bersama personel langsung turun ke lokasi memimpin kegiatan pemadaman dan pendinginan sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar didominasi semak belukar dan kebun sawit dengan jenis tanah gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Kondisi cuaca panas ekstrem yang telah berlangsung cukup lama tanpa hujan, ditambah angin yang bertiup sedang dan kerap berubah arah, semakin memperbesar potensi penyebaran api. “Sebagian lokasi sudah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat kemunculan api baru di lahan yang baru terbakar. Kami terus berupaya melakukan lokalisir agar api tidak meluas,” ujar AKP Faisal di sela-sela kegiatan pemadaman, Ahad (15/2).

Dalam proses pemadaman, tim menghadapi kendala minimnya sumber air di sekitar lokasi karena tidak terdapat kanal maupun embung. Untuk sementara, sumber air hanya mengandalkan kanal milik PT SRL yang jaraknya cukup jauh dari titik api. Meski demikian, semangat personel gabungan tidak surut.

Sebanyak satu unit alat berat turut dikerahkan untuk membantu pembuatan sekat api, embung sementara, serta memperlebar kanal guna mempercepat distribusi air ke titik kebakaran. Kapolsek Rupat menegaskan, penyebab kebakaran dan identitas pemilik lahan masih dalam tahap penyelidikan.

Demikian juga di Kabupaten Kepulauan Meranti. Karhutla yang terjadi di Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir belum padam sepenuhnya Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti M Khardafi menjelaskan, api sudah berhasil dipadamkan, namun petugas masih mendapati kepulan asap di sejumlah titik.

Petugas pun melanjutkan proses pembasahan lahan untuk mencegah potensi bara menyala kembali. ‘’Api sudah tidak terlihat. Namun masih ada sisa asap di beberapa lokasi sehingga personel melakukan pendinginan dan membuat sekat agar tidak terjadi perambatan ulang,” ujarnya kepada Riau Pos, Ahad (15/2).

Ia menerangkan, kebakaran melanda lahan semak dengan karakteristik tanah gambut dan kontur relatif datar. Sumber air terdekat berada di parit sekitar 300 meter dari titik kejadian. Jarak tersebut serta kondisi lahan yang kering menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.

Data rekap harian mencatat, total luasan karhutla di Kepulauan Meranti sejauh ini sekitar 0,5 hektare, seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Rangsang Pesisir. Kecamatan lain dilaporkan nihil kejadian. Adapun penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, Ahad (15/2) sekitar pukul 02.30 WIB, BPBD kembali menerima laporan dugaan kebakaran di Jalan Pramuka. Tim segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. asil peninjauan menunjukkan yang terbakar hanyalah batang pohon kering di area bekas karhutla beberapa hari sebelumnya.

Api dinilai tidak berisiko meluas sehingga petugas hanya melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pelapor guna memastikan situasi tetap aman. Khardafi kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Ia menilai cuaca cerah dengan suhu sekitar 30 derajat Celsius disertai angin cukup kencang berpotensi mempercepat penyebaran api. “Jika menemukan asap atau titik api sekecil apa pun, segera informasikan kepada petugas agar bisa cepat ditindaklanjuti. Pencegahan membutuhkan peran aktif semua pihak,” tegasnya.

Di Kabupaten Siak, lahan kebun sawit di wilayah Buatan I, Kecamatan Koto Gasib dengan luas lebih dari 20 hektare terbakar sejak Jumat (13/2) sampai Ahad (15/2). Upaya pendinginan terus dilakukan. Kalaksa BPBD Siak Novendra Kasmara mengatakan empat alat berat sudah diturunkan untuk membuat sekat bakar.

“Api sulit dipadamkan karena kanal-kanal kering,” terangnya. ‘’Sampai sejauh ini, tim terus berjibaku melakukan pemadaman, sebagian lainnya melakukan pendinginan. Kami belum mengetahui apakah lahan ini milik perusahaan atau milik perorangan,” tambahnya.

Terkait kebakaran lahan di Kabupaten Siak, sudah lebih dari 30 hektare yang terbakar yang tersebar 10 hektare di Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, 20 hektare lebih di Koto Gasib, dan selebihnya 1-2 hektare ada di Mempura, Dayun, serta sejumlah kecamatan lainnya.

Diguyur Hujan, Inhil Nihil Hotspot

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) beberapa hari terakhir membawa dampak positif. Kondisi ini membuat Inhil sementara waktu terbebas dari potensi karhutla. Sejumlah kecamatan yang sebelumnya masuk kategori rawan pun kini terpantau aman dan terkendali.

Kalaksa BPBD Inhil R Arliansyah melalaui Kabid Logistik dan Kedaruratan, Ari Syuria, Ahad (15/2) mengatakan turunnya hujan dengan intensitas cukup merata membantu menjaga kelembapan lahan, termasuk kawasan gambut. “Alhamdulillah, saat ini nihil hotspot. Namun kami tetap siaga dan terus melakukan patroli rutin di wilayah rawan,” ujarnya.

BPBD Inhil tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Meski kondisi basah, api di lahan gambut berpotensi tersimpan di bawah permukaan dan bisa muncul kembali saat cuaca panas. “Kami minta masyarakat tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun. Jika melihat adanya aktivitas pembakaran, segera laporkan kepada aparat setempat atau petugas,” tegasnya.

Selain patroli darat, koordinasi lintas sektor bersama TNI-Polri dan instansi terkait terus diperkuat sebagai langkah antisipasi dini. “Kita berharap tidak ada lagi timbul hotspot atau karhutla, namun kami tetap siaga dan berkoordinasi hingga ke desa-desa,” tuturnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur BPBD Damkar Riau mengatakan, saat ini masih ada tiga daerah yang dilanda karhutla. Yakni Kabupaten Bengkalis, Pelalawan dan Kota Dumai. Tim gabungan daerah yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri hingga Manggala Agni masih melakukan pemadaman di lokasi kebakaran. 

Dia menjelaskan kebakaran di Kabupaten Pelalawan tepatnya di Pulau Mendol. Penanggulangan terus dilakukan oleh tim gabungan dari jalur darat.  “Di Pelalawan masih ada kebakaran. Tim gabungan, baik BPBD, TNI/Polri dan Manggala Agni masih melakukan pemadaman di lokasi,” sebutnya. 

Jim menyebutkan, penanganan kebakaran di Pulau Mendol Pelalawan ini terbilang sulit. Lokasi Karhutla jauh dari akses darat serta belum adanya bantuan pemadaman dari udara. “Untuk luasan belum tau, karena tim masih fokus melakukan pemadaman,” ujarnya. 

Sementara karhutla di Bengkalis terdeteksi di Desa Damai, Kecamatan Air Putih. Kemudian di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Rupat. Tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak guna mencegah api meluas.

Sedangkan kebakaran di Kota Dumai, Karhutla terjadi di wilayah Bukit Timah dan Lubuk Gaung. Namun di daerah ini api sudah berhasil dipadamkan. Saat ini Karhutla di dua lokasi ini dalam status pendinginan. “Saat ini karhutla di Dumai sedang pendinginan. Namun tim pemadam masih siaga mencegah muncul api baru,” tuturnya.(sol/ksm/wir/mng.*2/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#m edy afrizal #titik panas #karhutla #OMC #bpbd