PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Satu unit Pesawat Cessna Grand Caravan 208B Reg PK-AKR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tiba di Riau, Senin (16/2). Pesawat ini digunakan untuk melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan sudah langsung beroperasi di wilayah pesisir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, pesawat ini mampu menampung bahan semai NaCl sebanyak 1.000 kg.
”Satu unit pesawat Cessna Grand Caravan 208B bantuan dari BNPB sudah tiba di Riau.
Pesawat tiba di Lanud Roesmin Nurjadin sekitar pukul 12.15 WIB,” katanya, kemarin.
Setelah tiba di Riau, pesawat langsung melakukan penyemaian garam di wilayah pesisir timur Riau yang masih terjadi kebakaran. Tujuan operasi OMC ini selain untuk pemadaman titik api juga untuk pembasahan lahan yang rawan karhutla. “OMC direncanakan akan dilakukan selama seminggu. Bahan semai Nacl yang tersedia sebanyak 8.500 kg,” sebutnya.
Sementara untuk helikopter water bombing dan patroli, pihaknya masih menunggu informasi dari pemerintah pusat melalui BNPB. Pasalnya pihaknya sudah menyampaikan permintaan bantuan secara lisan, sedangkan surat resmi masih belum dikirimkan. “Surat resminya masih menunggu ditandatangani Pak Gubernur Riau,” sebutnya.
Pemkab Bengkalis Minta Bantuan Water Bombing
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sudah melayangkan surat meminta bantuan ke BNPB untuk mengirimkan helikopter water bombing di lokasi karhutla yang sulit dipadamkan.
“Memang saat ini tidak ada penambahan karhutla. Tapi kami sudah melayangkan permohonan bantuan water bombing, yang telah kita sampaikan ke BNPB melalui BPBD Damkar Riau,” ujar Manajer Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah, Senin (16/2).
Ia menyebutkan, karhutla yang telah terjadi di Kecamatan Bengkalis, Bantan, Siak Kecil, Bukit Batu, Bandar Laksamana, Talang Muandau, Mandau, Bathin Solapan, Rupat, dan Kecamatan Rupat Utara dengan jumlah area terdampak saat ini seluas 194 hektare.
Ia menyebutkan, upaya penanggulangan karhutla di lahan gambut terus dilakukan oleh Satuan Tugas Karhutla Kabupaten Bengkalis sehingga sejumlah titik api dapat dipadamkan. Selanjutnya pada wilayah yang rentan menyebabkan pemadaman api sulit untuk diatasi, yakni Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Rupat.”Maka berkenaan ini kami sangat mengharapkan bantuan BPBD Damkar Provinsi Riau dapat memfasilitasi pengiriman helikopter water bombing dari BNPB ke wilayah Kabupaten Bengkalis guna mendukung Tim Pemadam Darat melaksanakan operasi pemadaman karhutla,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini masih ada lima kecamatan dan lima desa yang masih terbakar dan petugas masih melakukan pemadaman di lapangan. “Semua lokasi masih ada titik api dan petugas masih berjibaku melakukan pemadaman. Medan yang sulit dan air yang susah didapat membuat pemadaman dilakukan dengan peralatan seadanya dan api susah dikendalikan. Ditambah tiupan angin kencang membuat api cepat merayap,” harapnya.
Sedangkan kegiatan pemadaman dan pendinginan juga dilakukan di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002 Dusun Sungai Mesim 2, Desa Sukarjo Mesim, Desa Kebumen, dan Desa Sri Tanjung Kecamatan Rupat masih berlangsung. “Karena lahan gambut, api dari bawah masih hidup, makanya upaya pendinginan tetap kami lakukan,” ujar Kapolsek Rupat, AKP Faisal, Senin (16/2).
Karhutla Nihil, Status Siaga Tetap
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas kurang lebih tiga hektare di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), berhasil dipadamkan, Senin (16/2). Seluruh personel gabungan yang sebelumnya berjibaku di lokasi kini telah kembali ke posko masing-masing.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) InhilR Arliansyah memastikan api sudah berhasil dilokalisir dan dilakukan pendinginan sehingga tidak ada lagi titik api aktif. “Alhamdulillah api sudah padam dan kondisi di lapangan terkendali. Personel sudah kembali, namun pemantauan tetap kami lakukan,” ujarnya.
Menurutnya, lahan yang terbakar merupakan semak dan gambut kering. Arliansyah menambahkan, berdasarkan pantauan terakhir, untuk sementara wilayah Kabupaten Inhil dalam kondisi nihil karhutla atau tidak terdeteksi adanya hotspot aktif. “Terakhir titik api di Simpang Gaung, hari ini (kemarin, red) sudah padam dan semoga tidak timbul lagi titik api,” ujarnya.
Sebelumnya, 13 Februari 2026 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil telah menetapkan Status Siaga Karhutla. Penetapan siaga ini diikuti dengan peningkatan patroli terpadu dan kesiapsiagaan personel di sejumlah kecamatan rawan.
Arliansyah juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran lebih luas, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan. “Kita berharap tidak ada yang membuka lahan dengan cara dibakar, dan jika mengetahui ada titik api segera koordinasikan dengan petugas terdekat,” tuturnya.
1 Hektare Lahan Gambut di Dayun Terbakar
Kebakaran lahan gambut di perbatasan Danau Zamrud, Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Ahad (15/2) petang. Sedikitnya 1 hektare lahan terbakar dan tim berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke Taman Nasional Zamrud dan Danau Zamrud.
“Menjelang malam api berhasil dipadamkan, tinggal pendinginan, dan syukurnya hujan turun,” jelas Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara. ‘’Kami sudah mengeluarkan surat edaran dan saat ini ditetapkan Siaga Darurat Karhutla. Hal ini tentu saja harus disikapi dengan semangat yang sama, mencegah terjadinya karhutla di wilayah masing masing,’’ tambahnya.
Terkait kebakaran lahan di Buatan I Koto Gasib, dengan luas lebih 20 hektare yang diduga milik perusahaan, Novendra belum dapat informasi lanjutan. ‘’Dengan cuaca hujan, mudah-mudahan kebakaran lahan dapat diatasi dan terdeteksi siapa sebenarnya pemilik lahan, tentunya harus bertanggung jawab. Kami sedang mengumpulkan data, untuk mengetahui pemilik lahan,’’ uajrnya.(sol/ksm/*2/mng/das)
Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian