Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bupati Asmar Perkuat Kolaborasi Hukum dan Keamanan untuk Meranti

Wira Saputra • Senin, 2 Maret 2026 | 11:53 WIB

Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar menggelar ramah tamah dan silaturahmi bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Sutikno SH MH di Gedung Kejati Riau.
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar menggelar ramah tamah dan silaturahmi bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Sutikno SH MH di Gedung Kejati Riau.


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menunjukkan komitmen mereka dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, stabilitas keamanan, serta percepatan pembangunan daerah. Langkah tersebut tertuang dalam rangkaian kunjungan kerja di Pekanbaru pada 25-27 Februari 2026. Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar melakukan silaturahmi strategis dengan unsur forkopimda dan instansi vertikal Provinsi Riau.

Agenda tersebut meliputi pertemuan Riau, Kapolda Riau, penandatanganan nota kesepahaman dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) Riau, serta silaturahmi dengan Komandan Korem 031/Wira Bima. Seluruh rangkaian pertemuan ini menjadi langkah konkret memperkuat sinergitas lintas sektor demi mewujudkan Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera.

Perkuat Sinergi Hukum Bersama Kejati Riau

Silaturahmi bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Dr Sutikno berlangsung hangat di Gedung Kejati Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Turut mendampingi Bupati, Kajari Kepulauan Meranti Ricky Makado SH MH, Sekretaris Daerah Sudandri SH, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Irmansyah, serta sejumlah kepala bagian di lingkungan Setdakab Meranti.

Bupati Asmar menegaskan, sinergi dengan kejaksaan memiliki arti penting dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Selama ini, Pemkab Meranti telah menjalin kerja sama melalui pendampingan Jaksa Pengacara Negara dalam penyelesaian perkara Perdata dan Tata Usaha Negara.


“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi bentuk komitmen untuk memperkuat koordinasi dan memastikan seluruh kebijakan pembangunan berjalan sesuai koridor hukum,” ujar Asmar.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan kejaksaan dalam berbagai pendampingan hukum, termasuk perlindungan terhadap kepentingan masyarakat kurang mampu. Menurutnya, kolaborasi ini akan semakin diperkuat demi menciptakan kepastian hukum sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kajati Riau menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan kesiapan institusinya untuk terus mendukung upaya pencegahan serta penegakan hukum, khususnya pada sektor-sektor strategis pembangunan. Ia juga mendorong penguatan sosialisasi antikorupsi di lingkungan pemerintah daerah agar seluruh aparatur dan rekanan tetap berada dalam koridor aturan.

Sinergi Bersama Polda Riau, Dorong Program Strategis 2026

Keesokan harinya, Bupati Asmar melanjutkan agenda silaturahmi dengan Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan di Mapolda Riau. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis yang akan disinergikan antara Pemkab Meranti dan Polda Riau sepanjang 2026.

Salah satu agenda penting adalah dukungan terhadap pembangunan infrastruktur “Jembatan Merah Putih Presisi” di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi dan Pulau Merbau guna mempermudah akses pelajar dan masyarakat. Program ini dinilai strategis untuk meningkatkan konektivitas dan keselamatan.

Baca Juga: Puluhan ASN Tak Masuk Kerja Lebih 28 Hari

Selain itu, Kapolda mendorong pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.

Yang tak kalah menarik, Polda Riau membuka peluang besar bagi 50 putra-putri terbaik Meranti untuk mengikuti seleksi anggota Polri. Kapolda meminta dukungan pemerintah daerah untuk merekomendasikan dan memfasilitasi peserta agar kelak dapat mengabdi di kampung halaman sendiri.

Program Green Policing juga menjadi pembahasan penting. Melalui kebijakan ini, setiap keluarga didorong menanam minimal lima pohon sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan. Bagi pelajar berusia 17 tahun yang menanam minimal 15 pohon, akan diberikan insentif berupa pembuatan SIM gratis sesuai ketentuan.

Bupati Asmar menyatakan kesiapan penuh mendukung seluruh program tersebut. “Sinergi yang solid antara Pemkab dan Polda adalah kunci menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mempercepat pembangunan,” tegasnya.

MoU dengan DitjenPAS Riau, Wujudkan Pembinaan Berkelanjutan

Komitmen kolaborasi juga diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama antara Pemkab Kepulauan Meranti dan Kanwil DitjenPAS Riau bersama Kepala Kanwil Maizar.

Baca Juga: Riau Capai UHC, Pemprov Fokus Tingkatkan Keaktifan

Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP), melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Koperasi dan UMKM. Program tersebut bertujuan membekali WBP dengan keterampilan, layanan pendidikan, dan pelatihan kemandirian agar siap kembali ke masyarakat.

“Ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, tetapi wujud komitmen bahwa pemerintah hadir dalam proses pembinaan. Warga binaan tetap bagian dari masyarakat yang memiliki hak untuk berkembang,” ujar Asmar.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu menekan angka residivisme melalui pendekatan pembinaan berbasis keterampilan produktif dan reintegrasi sosial yang terarah.

Bersama Danrem 031/Wira Bima, Bahas Pertahanan hingga FTZ

Rangkaian kunjungan ditutup dengan silaturahmi bersama Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu di Makorem 031/WB, Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan sejumlah potensi strategis Meranti, mulai dari sektor migas, tambang timah di Pulau Rangsang, hingga komoditas sagu yang telah menembus pasar ekspor dengan produksi ratusan ribu ton per tahun. Kopi Liberika Meranti yang telah bersertifikat indikasi geografis juga menjadi kebanggaan daerah.

Namun, Bupati juga menyoroti tantangan abrasi pantai yang mencapai 8-12 meter per tahun. Ia mengusulkan penguatan pertahanan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia melalui pembangunan batalyon serta Kodim di Meranti.

Selain itu, Pemkab Meranti tengah mengupayakan status Free Trade Zone (FTZ) guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok. Danrem menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan TNI mendukung stabilitas keamanan serta pembangunan wilayah pesisir dan perbatasan.

Komitmen Mewujudkan Meranti Unggul

Rangkaian silaturahmi ini menunjukkan langkah proaktif Pemkab Kepulauan Meranti dalam membangun komunikasi strategis dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi hukum, keamanan, pembinaan sosial, hingga pertahanan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Bupati Asmar menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci menghadapi tantangan geografis Meranti sebagai daerah kepulauan yang membutuhkan energi dan koordinasi ekstra. “Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis Meranti akan terus bergerak maju, menjaga stabilitas, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.(adv/wir)

Editor : Arif Oktafian
#bupati asmar #meranti #kejati riau #Program Strategis 2026