Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jembatan Garuda Diresmikan Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Warga Desa Belimbing dan Desa Ringin Kini Tak Lagi Was-Was Menyeberangi Sungai Batang Gansal

Raja Kasmedi • Selasa, 10 Maret 2026 | 18:28 WIB

Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Belimbing dan Desa Ringin, Inhu, Riau yang membentang di Sungai Batang Gansal diresmikan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Selasa (10/3/2026).
Jembatan Garuda yang menghubungkan Desa Belimbing dan Desa Ringin, Inhu, Riau yang membentang di Sungai Batang Gansal diresmikan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Selasa (10/3/2026).


RENGAT (RIAUPOS.CO) - Warga di Desa Belimbing, Desa Ringin dan sekitarnya di Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak lagi was-was menyeberang Sungai Gansal. Bahkan, warga tidak lagi butuh waktu 30 menit menuju seberang sungai dengan menelusuri jalan di daerah itu.

Karena saat ini sudah ada jembatan gantung untuk penyeberangan warga. Dimana, peresmian jembatan tersebut dilakukan oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo SAP MM didampingi Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Dr Agustatius Sitepu.

Selain itu, pada peresmian tersebut juga ada Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto S.Sos MSI bersama Forkopimda Inhu dan undangan lainnya.

"Alhamdulillah, jembatan di desa kami sudah tergolong kayak dan tidak was-was lagi saat nyeberang," ujar Kepala Desa (Kades) Belimbing, Jeri Yando, Selasa (10/3/2026).

Memang sebutnya, sebelumnya ada jembatan kayu yang dibangun melalui swadaya masyarakat. Jembatan yang tidak terlalu sempurna itu, setiap tahun pasti dilakukan perbaikan, akibat lapuk dimakan usia hingga tiang rusak akibat terbawa arus sungai.

Jembatan yang ada saat ini sebutnya, dengan pola gantung. Sehingga kecil kemungkinan bangunan jembatan terbawa arus sungai.

"Jembatan di desa kami masuk program Jembatan Garuda dan peluncurannya secara nasional dilakukan dengan virtual oleh presiden Prabowo Subianto," ungkapnya.

Jembatan dengan lebar 1,20 meter dan panjang mencapai sekitar 40 meter sambungnya, akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama anak sekolah.

Karena dua desa tersebut saling keterkaitan untuk sekolah. Dimana, gedung SD berada di Desa Belimbing, sedangkan SMA berada di Desa Ringin.

Lebih jauh disampaikanmya, jika tidak ada jembatan, warga dua desa untuk mencapai ke seberang butuh waktu minimal 30 menit. Menuju seberang dengan menelusuri jalan desa hingga memutar ke Jalan Lintas Timur.

"Jika musim hujan, jalan tersebut tentunya becek dan ketika musim kemarau berdebu. Sekarang cuman butuh waktu dua atau tiga menit untuk mencapai seberang," terangnya.

 

Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo SAP MM saat peluncuran jembatan mengatakan bahwa, program Jembatan Garuda merupakan bentuk dukungan TNI Angkatan Darat dalam meningkatkan konektivitas wilayah terpencil.

Di wilayah Kodim 0302/Inhu sendiri, pembangunan mencakup jembatan yang menghubungkan Desa Ringin dan Desa Belimbing serta jembatan gantung yang menghubungkan Dusun Lemang dan Dusun Siamang di Desa Rantau Langsat.

"Meski menghadapi tantangan distribusi material dan akses lokasi, pembangunan tetap berjalan berkat semangat gotong royong prajurit TNI bersama masyarakat," ucapnya.

Dalam pada itu, Bupati Inhu, Ade Agus Hartanto menyampaikan bahwa, pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Belimbing dan Desa Ringin, bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga simbol semangat gotong royong.

Untuk itu harapnya, infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan bagi warga sekitar.

Editor : Eka G Putra
#Sungai batang gansal #Desa belimbing batang gansal #Jembatan garuda merah putih #Pangdam XIX Tuanku Tambusai #Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo #Desa ringin batang gansal #Jembatan Garuda TNI