Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gesa Perbaikan Jalan Rusak

Tim Redaksi • Jumat, 13 Maret 2026 - 11:51 WIB

Photo
Photo

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Untuk menjamin kenyamanan ma­syarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Idulfitri 2026, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau menggesa perbaikan pada ruas-ruas jalan nasional yang rusak di Provinsi Riau.

Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak To­dingrara mengatakan, dari 1.257,90 kilometer (Km) total panjang jalan nasional di Riau, kondisinya dibagi menjadi empat. Yakni baik, sedang, rusak ringan, dan rusak berat.

Yang dalam kondisi baik sepanjang 545,51 Km atau 43,37 persen, kondisi sedang 623,55 Km atau 49,57 persen, rusak ringan sepanjang 86,06 Km atau 6,84 persen, dan kondisi rusak berat sepanjang 3,80 Km atau 0,22 persen.

Di Riau juga terdapat 364 unit jembatan yang menjadi kewenangan BPJN. Dari jumlah tersebut, 11 jembatan mengalami rusak ringan, 320 rusak sedang, 33 unit jembatan rusak parah.

Pada ruas jalan nasional tersebut, saat ini pihaknya juga ada melakukan perbaikan. Seperti Jalan Simpang Kayu Ara-Batas Pelalawan pada Km 22, jalan batas Pelalawan-Sungai Kijang Mati Km 29, Jalan Simpang Balam-Simpang Batang, jalan batas kota Duri, Jalan Duri Kandis-Simpang Palas -Siak II Pekanbaru, Jalan Rantau Berangin-Batas Sumbar Km 104, Jalan Simpang Ujung Tanjung-Bagansiapiapi, Jalan Simpang Buatan-Siak Sri Indrapura, Jalan Simpang Lago-Pematang Reba, Jalan Siberida-Batas Jambi, Jalan Marpoyan-Batas Kuansing Km 34, dan Jalan Muara Lembu-Batas Sumbar Km 182.

“Pekerjaan berupa penutupan lubang dan pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan. Pekerjaan ditargetkan tuntas dengan standar jalan aman bagi pemudik motor dan mobil,” paparnya.

Selain perbaikan pemeliharaan jalan, pihaknya juga saat ini masih menggesa perbaikan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 73-83 di Pelalawan. “Perbaikan berupa peninggian badan jalan dan juga pemasangan gorong-gorong,” katanya.

Namun demikian, dalam perbaikan jalan tersebut pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, Polda Riau, dan Polres harus dilakukan buka tutup jalan. “Namun, jelang arus mudik kami akan hentikan sementara buka tutup jalannya agar arus lalu lintas lancar,” sebutnya.

Sementara itu, sesuai SK Gubernur Riau Nomor Kpts. 560/VI/2025 tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan menurut statusnya sebagai Jalan Provinsi, di Provinsi Riau panjangnya 2897,46 km dengan jumlah ruas 115. Angka ini menjadi salah satu jalan provinsi yang terpanjang di Indonesia. Dari jumlah ini, masih ada sepanjang 998,11 km dalam kondisi tidak mantap (sebagian besar masih jalan tanah).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Bina Marga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, PerumahanKawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Khairul Rizal mengatakan, untuk penanganan kemantapan jalan, saat ini hanya dilakukan rekondisi jalan agar tetap bisa operasional (dalam scoupe terbatas).

‘’Sementara untuk peningkatan jalan ataupun pembangunan jalan belum dapat dilakukan karena terbatasnya anggaran yang dimiliki Pemprov Riau. Solusinya, kami sedang berusaha untuk bersama-sama pihak swasta (perusahan sawit, kayu pulp, atau batubara) menangani perbaikan jalan dan ataupun jembatan di Riau,’’ jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto juga sudah menginstruksikan kepada dinas PUPR-PKPP Riau untuk menggesa perbaikan jalan yang akan digunakan masyarakat sebagai jalur mudik alternatif selain jalan nasional.

Plt Gubri meminta UPT Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Riau merampung perbaikan jelang Idulfitri. “Kita minta UPT sapu bersih ini. Meskipun anggaran terbatas, tapi tetap kita upayakan ruas jalan provinsi dapat fungsional, jangan sampai ada lubang lagi,” ungkapnya.

Dinas Perhubungan Provinsi Riau juga mulai mematangkan berbagai persiapan sektor transportasi. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto mengatakan fase arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada 13 Maret hingga 20 Maret 2026.

Menurutnya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi Selasa (17/3) malam hingga Rabu (18/3). Sementara itu, fase arus balik diprediksi terjadi pada 23 hingga 29 Maret 2026. Kepadatan kendaraan diperkirakan memuncak pada Senin dan Selasa, 23–24 Maret 2026.


Untuk mendukung kelancaran mudik, Dishub Riau juga melakukan berbagai persiapan dalam penyelenggaraan transportasi. “Kami memastikan kelayakan kendaraan angkutan umum melalui pemeriksaan berkala agar seluruh armada yang beroperasi benar-benar aman dan layak jalan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan posko koordinasi dan pos pelayanan terpadu transportasi guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Selain pos koordinasi, Dishub Riau juga menyiapkan beberapa pos pelayanan di wilayah strategis untuk membantu masyarakat selama perjalanan mudik.

Beberapa pos pelayanan tersebut antara lain berada di UPT Wilayah I Dumai, UPT Wilayah I Rupat, serta UPT Wilayah II Mengkapan Buton, Kabupaten Siak. Masing-masing pos pelayanan tersebut akan dijaga oleh sekitar 25 petugas. Andi menambahkan, posko angkutan Idulfitri mulai dibuka pada H-7 hingga H+7, sesuai arahan pemerintah pusat. “Kegiatan ini sebenarnya sudah menjadi agenda rutin setiap tahun,” jelasnya.

Perbaikan Jalintim

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Pelalawan, Irham Misbar ST melalui Kabid Bina Marga Malanton Lumban menjelaskan, perbaikan dilakukan sebagai komitmen untuk mengejar percepatan pembangunan infrasturktur. ”Kalau untuk memperbaiki semua jalan yang rusak, anggarannya pasti sangat besar. Karena kami terkendala keterbatasan anggaran, maka perbaikan jalan rusak ini akan kami lakukan secara bertahap sesuai dengan kesanggupan keuangan daerah,” paparnya. 

Di tempat terpisah, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasatlantas AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK menjelaskan kondisi jalan rusak ini berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

“Ada dua titik yang perlu diwaspadai karena akan dan sedang dilakukan perbaikan. Yakni Jalintim Km 74-75 dan Km 83. Dua jalur ini perlu diwaspadai karena akan terjadi antrean kendaraan akibat adanya rekayasa lalu lintas melalui sistem buka tutup jalan satu jalur,” ujarnya.

Di Rokan Hulu, jalan yang akan dilalui pemudik secara umum mengalami kerusakan sedang dan ringan, baik itu jalan lintas provinsi dari arah Sumatera Utara (Sumut) menuju Pasirpengaraian ke arah Simpang Rantau Berangin-Bangkinang menuju Sumatera Barat (Sumbar) maupun sebaliknya.

Termasuk ruas jalan Ujungbatu Rokan Batas Rao Pasaman Sumbar yang sudah menjadi jalur alternatif. Begitu juga jalan Simpang Kumu-Kota Tengah-Sontang menuju batas Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis serta ruas jalan Dalu-dalu-Mahato menuju Simpang Manggala (Rokan Hilir).

Plt Kadis PUPR Rohul H Zulfiki ST mengaku telah berkoordinasi terkait kondisi kerusakann ruas jalan provinsi di Rohul yang menjadi jalur mudik. ‘’Jalur mudik yang dilalui kendaraan bermotor, pada umum merupakan ruas jalan provinsi. Titik ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan, kini tahap perbaikan,’’ tambahnya.

Di Bengkalis, Kasatlantas Polres Bengkalis AKP Sandra menyebutkan, ada 6 titik jalan rusak yang perlu diwaspadai dan diantisipasi oleh pengendara kendaraan bermotor, khususnya roda dua dan empat.

Enam titik jalan tersebut berada di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri Km 123 Kelurahan Titian Antui Kecamatan Pinggir, Jalan Sudirman Simpang Jalan Siak Desa Simpang Padang Kecamatan Bathin Solapan, Jalan Lintas Duri-Dumai Km 3,5 Desa Balai Makam Bathin Solapan, Jalan Lintas Duri-Dumai Km 5 Desa Balai Makam Bathin Solapan, Jalan Lintas Duri-Dumai KM 19 Desa Boncah Mahang Bathin Solapan, dan Jalan Lintas Duri-Rohil Km 23 Desa Kesumbo Ampai Bathin Solapan.

Di Kuantan Singingi, pemudik harus berhati-hati dan waspada. Meski secara keseluruhan, jalan lintas cukup baik, namun masih ada beberapa titik jalan rusak dan macet. Para pengendara, berharap, titik ruas jalan yang rusak itu segera diperbaiki.

Kepala Dinas PUPR Kuansing Ade Fahret Arif didampingi Kabid Bina Marga Faizal menjelaskan, jalan Kabupaten Kuansing 1.588.906 Km. Dari panjang jalan itu, kondisi baik 559,532 Km atau 35,2 persen, kondisi sedang 257,087 Km atau 16,1 persen. Kondisi rusak ringan 125,567 Km atau 7,9 persen dan kondisi rusak berat 646,72 Km atau 40,7 persen.

Dari data Polres Kuansing, untuk titik jalan rusak ada dua titik. Berada di lintas jalan Pekanbaru-Kuansing ada di jembatan rusak km 124 Bukit Cokiak Kelurahan Muara lembu, Kecamatan Singingi. Kemudian ruas jalan rusak di jalan Lintas Teuk Kuantan-Rengat km 186 Kelurahan Pasar Benai Kecamatan Benai.

Di Indragiri Hulu (Inhu) juga masih terdapat sejumlah ruas jalan rusak. Yakni di Jalan Lintas Tengah tepatnya di Kecamatan Sungai Lala, Kecamatan Kelayang dan Kecamatan Peranap. Kemudian, Jalan Lintas Rengat-Tembilahan tepatnya di Kecamatan Rengat hingga Kecamatan Kuala Cenaku.

“Jalan Lintas Tengah dan Jalan Lintas Rengat-Tembilahan terdapat spot-spot yang mengalami rusak,” ujar Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi, Senin (9/3). “Kondisi jalan rusak itu rawan kecelakaan, makanya di imbau agar selalu hati-hati,” harapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas PUPR Perkim Inhu Nafriandi ST MEng menjelaskan Jalan Lintas Tengah dan Jalan Lintas Rengat-Tembilahan jalan provinsi. “Panjang jalan provinsi di Kabupaten Inhu mencapai 241,63 Km dan sebagian besar mengalami rusak. Pekerjaan perbaikan jalan tersebut belum diketahui kapan dimulainya,” bebernya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Inhil, Yusneldi menyampaikan, secara umum ruas jalan kabupaten yang menjadi kewenangan pemerintah daerah masih dalam kondisi aman dan fungsional untuk dilalui masyarakat selama arus mudik maupun balik.

“Untuk ruas jalan kabupaten sesuai kewenangan Pemkab Inhil, insyaallah kondisinya aman dan bisa dilalui untuk arus mudik dan balik. Jika ada kerusakan yang sifatnya mendesak akan kita tindaklanjuti dengan perbaikan fungsional,” ujarnya.

Di Rokan Hilir, dari total jalan kabupaten sekitar 1.747,45 Km terdapat sepanjang 1.125,01 Km dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat. Jika mengacu pada perbandingan angka panjang ruas jalan tersebut maka secara prosentase terdapat sebesar 84,38 persen jalan kabupaten Rohil berada dalam kondisi tidak mantap.

Kepala PUPR Rohil Khairul Fahmi ST melalui Kabid Bina Marga A Halimmerincikan untuk jenis jalan aspal kategori rusak ringan sepanjang 45,80 Km dan rusak berat 67,99 Km dengan total jalan aspal rusak ringan sepanjang 113.80 Km. “Untuk progress perbaikan oleh pemerintah daerah saat ini telah mencapai 70 persen,” terangnya.

Dinas PUPR Kabupaten Kampar mulai melakukan perbaikan terhadap sejumlah ruas jalan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya saat arus mudik. Plt Kepala Dinas PUPR Kampar Afrudin Amga mengatakan, pola kerja tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) siaga penuh untuk melakukan perbaikan jalan secara langsung, kini mekanisme kerja dilakukan dengan koordinasi yang lebih luas bersama instansi terkait.

Sementara itu, panjang jalan provinsi yang melintasi wilayah Kampar tercatat sekitar 349,84 km. Sebagian besar ruas jalan provinsi berada dalam kondisi cukup baik, dengan sekitar 286,63 km atau 81,93 persen dalam kondisi mantap dan 63,21 km atau 18,07 persen dalam kondisi tidak mantap.

Di Siak, saat ini, jalan rusak ringan dsepanjang 29,39 kilometer, sedangkan yang rusak berat 48,5 kilometer. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PU Tarukim) Siak Ardi Irfandi ST MM.

Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Siak mengalami kerusakan, diantaranya jalan lintas Siak menuju Tumang, dan Sungai Mandau, serta jalan lintas Siak menuju Bungaraya dan Sabak Auh. “Sebagian jalan sudah harus diperbaiki secara menyeluruh, tidak bisa tambal,” ucap Ardi.

Dijelaskan Ardi, jalan dalam kondisi rusak ringan sepanjang 29,39 kilometer, sedangkan yang rusak berat 48,5 kilometer, menyebar di sejumlah kecamatan. “Adapun titik rusak ringan dan berat, di Kecamatan Sungai Mandau, Tualang, Siak, Sungai Apit, Sabak Auh, dan Kerinci Kanan,” jelas Ardi.(sol/amn/epp/ksm/dac/kas/*2/fad/kom/mng/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

 

Editor : Arif Oktafian
#perbaikan jalan #jalan rusak #mudik lebaran