Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jejak Sejarah Masjid Al Ikhlas Bagansiapiapi, Rokan Hilir Simbol Harmonisasi Keberagaman

Zulfadly • Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:35 WIB

Masjid Al Ikhlas di Jalan Utama, Kelurahan Bagan Barat, Bagansiapiapi. Rokan Hilir terlihat megah. Foto diambil Selasa (10/3/2026).
Masjid Al Ikhlas di Jalan Utama, Kelurahan Bagan Barat, Bagansiapiapi. Rokan Hilir terlihat megah. Foto diambil Selasa (10/3/2026).

Masjid Agung Al Ikhlas-Bagansiapiapi merupakan ikon masjid terbesar dan keberadaannya kerap menjadi pusat kegiatan keagamaan tingkat kabupaten di Rokan Hilir (Rohil). Selain itu, masjid ini menjadi simbol harmonisasi keberagaman.

ROHIL (RIAUPOS.CO) - MASJID yang menjadi Islamic center di Negeri Seribu Kubah ini terletak di Jalan Utama, Kelurahan Bagan Barat, Bangko (Bagansiapiapi). Di sebelah kiri masjid yang terpisah beberapa puluh meter, terdapat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti.

Masjid ini memiliki satu kubah utama berukuran besar di bagian tengah, menjulang ke atas, dikelilingi kubah berukuran lebih kecil. Sementara di bagian sampingnya tegak empat menara menandakan gaya bangunan masjid berupa arsitektur ottoman (Turki Ustmani).

Gaya bangunan ini menandakan paduan arsitektur yang kuat, dengan satu kubah besar yang dikeliling oleh menara-menara yang ramping. Sementara warna masjid bagian kubah atau atas menara menunjukkan warna yang sedikit unik dari kebiasaan masjid pada umumnya yang biasanya berwarna putih, hijau atau keemasan.

Di masjid ini justru berwarna tembaga. Warna tembaga itu terlihat di bagian kubah utama, maupun kubah yang berada di sekeliling kubah utama, yang berukuran lebih kecil serta di bagian atas dari menara nampak mencolok dengan warna yang sama.

Sementara di bagian dari akses depan menuju ke pintu masuk masjid, terdapat air mancur. Waktu masih beroperasi dengan baik, air mancur tersebut menyala dengan diterangi cahaya lampu beraneka warna, menambah indah pemandangan di sekitaran masjid tersebut. Namun saat ini air mancur tersebut sudah jarang difungsikan.

Tak diperoleh informasi yang pasti mengenai kapan persisnya Masjid Al Ikhlas dibangun. Salah seorang pengurus masjid Ustaz Herman menyebutkan tak tahu mengenai kapan dimulainya pembangunannya. Namun, dari data yang dihimpun, diperoleh informasi bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1967.

Sesuai dengan penggolongan masjid pada masa Orde Baru (Orba), awalnya masjid ini tergolong sebagai masjid Jami atau tingkat kelurahan/desa. Namun seiring dengan perkembangannya, dengan bangunan masjid yang terus diperluas dan peran kemanfaatan masjid maupun seiring dengan pemekaran Kabupaten Rohil, statusnya ditetapkan sebagai masjid agung atau tingkat kabupaten/kota. Sampai saat ini dikenal sebagai Masjid Agung Al Ikhlas-Bagansiapiapi.

Pada masa awalnya, keberadaan masjid berdekatan dengan sebuah madrasah aliyah. Seiring dengan perkembangan untuk madrasah tersebut, akhirnya madrasah berpindah tempat pembangunannya di lokasi yang baru. Dengan lahan yang tersisa, bangunan masjid diperluas. Saat ini sebagian besar dari bekas lahan madrasah tersebut menjadi tempat wudu dan areal parkiran yang luas di lingkungan Masjid Al Ikhlas.

Keberadaan masjid ini bisa dikatakan menjadi simbol harmonisasi keberagamaan di Rohil. Betapa tidak, posisinya tak berdiri di lingkungan dengan permukiman mayoritas masyarakat muslim. Di seberang depan masjid, nampak rumah-rumah masyarakat Tionghoa yang ditandai dengan rumah permanen, bahkan sebagian besar berbentuk ruko. 

Sementara di seberang bagian belakang juga kebanyakan merupakan warga Tionghoa dan Batak. Tak hanya itu, tak jauh dari mesjid ini ada juga gereja.

Pengurus masjid juga kebanyakan orang-orang yang tempat tinggalnya justru cukup jauh dari masjid . Meskipun begitu bisa dipastikan aktivitas pemakmuran masjid tetap berjalan dengan rutin seperti rumah ibadah  atau musala pada umumnya.

Pelaksanaan salat fardu selalu ramai, jemaah berdatangan dari berbagai tempat di Bagansiapiapi. Salah satu yang membuat masjid ini nyaman adalah kondisi ruangan yang selalu sejuk dengan pendingin udara (AC) yang tak pernah, atau jarang sekali dimatikan.

Jika biasanya pengurus masjid/musala mematikan penyejuk ruangan setelah pelaksanaan salat fardu, tapi di Masjid Al Ikhlas hal itu tidak berlaku. Ini membuat jemaah selalu betah baik untuk salat maupun berlama-lama istirahat di masjid tersebut. 

Sementara itu pada Ramadan kali ini pengurus melaksanakan berbagai kegiatan. Pengurus masjid, Ustaz Herman menerangkan, kegiatan ini sudah rutin dijalankan dalam beberapa tahun belakangan. Selain kultum (kuliah tujuh menit) Ramadan, tarawih, dan tadarus, juga dilaksanakan salat qiyamul lail berjemaah hingga sahur. “Untuk sahur disediakan bagi yang melaksanakan kegiatan ibadah malam di masjid seperti salat taubat, tahajud,” katanya. 

Kegiatan ini sebagai upaya untuk memakmurkan masjid terutama selama Ramadan yang dikenal sebagai bulan seribu bulan, di mana pahala dari setiap ibadah yang dijalankan lebih besar dibandingkan di luar Ramadan.(das)

Editor : Bayu Saputra
#masjid al ikhlas #wisata religi #bagansiapiapi