Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

433 Titik Panas, Karhutla Menyala di 5 Daerah di Riau

Tim Redaksi • Rabu, 25 Maret 2026 | 13:06 WIB

Tim gabungan melakukan pemadaman api karhutla di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (14/3/2026).
Tim gabungan melakukan pemadaman api karhutla di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (14/3/2026).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 433 titik panas di Riau, Selasa (24/3). Jumlah ini terbanyak di Pulau Sumatera. Tak hanya itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menyala di lima daerah yakni Dumai, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang mencatat ada 547 titik panas terdeteksi di wilayah Sumatera. Selain di Riau, titik panas terpantau di Sumatera Utara sebanyak 33, Aceh 23, Jambi 18, Sumatera Selatan 15, Sumatera Barat 15, Bengkulu 6, dan Lampung 4.

‘’Sebaran titik panas di Riau, ter­tinggi berada di Kabupaten Bengkalis sebanyak 194. Disusul, Pelalawan 106, Dumai 94, Siak 25, Indragiri Hilir 9, Kepulauan Meranti 2, serta masing-masing 1 titik di Kampar, Kuantan Singingi, dan Rokan Hilir,’’ jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Teknis Dalkarhut Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Edwin Putra mengatakan, berdasarkan laporan hanya ada empat daerah masih terjadi karhutla. Yakni Dumai, Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hulu (Inhu). Satu laporan yang belum masuk adalah karhutla di Indragiri Hilir (Inhil)

‘’Karhutla yang masih dalam proses pemadaman yakni di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai dan Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai,’’ jelasnya.

“Kemudian di Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Lokasi Karhutla masuk dalam kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil,” tambahnya.

Lokasi selanjutnya yakni di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti dan Desa Teluk Beringin, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan. Dan juga di Desa Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu.

“Petugas menghadapi tantangan berat akibat cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air di lapangan. Hingga saat ini, tim gabungan masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain. Petugas juga terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi munculnya titik api baru,” katanya.

Karhutla di Rupat Makin Meluas
Kondisi cuaca ekstrem dan sudah satu bulan tidak turun hujan membuat karhutla di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis  meluas mencapai 350 hektare. Tidak hanya petugas, masyarakat setempat juga ikut dilibatkan dalam memadamkan api.

“Tak berlebaran kami. Karena saat itu api malah membesar. Sebelumnya 200 hektare (ha) yang terbakar, sekarang sudah lebih dari 350 hektare,” ujar Madi, salah seorang warga di Kecamatan Rupat, Bengkalis, Selasa (24/3). Bahkan sampai kemarin pagi, api masih menyala dan menimbulkan asap tebal.

“Sejak usai Salat Idulfitri kami sudah berada di lapangan memadamkan api.  Kemudian dilanjutkan pemadaman dan pendinginan di Jalan Meranti Kelurahan Pergam, Jalan Parit Jawa Dusun Sungai Mesim 2 RT 004 RW 002 dan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga Jalan Perjuangan Desa Kebumen Kecamatan Rupat, Bengkalis,” ujar Kapolsek Rupat, AKP Faisal, Selasa (24/3).

“Lahan terbakar adalah semak belukar, daun pakis, dan  kebun kelapa sawit. Jenis tanah gambut kering dan tiupan angin kencang yang kerap berubah arah. Cuaca panas terik dan sudah 1 bulan tidak turun hujan. Sebagian lahan merupakan hutan pohon mahang,” tambahnya.

Ia menyebutkan, sampai saat ini pihaknya masih mencari pemilik lahan dan masih dalam penyelidikan. Penyebab karhutla juga masih dalam penyelidikan polisi. “Karhutla ini dalam satu hamparan di Jalan Sukajadi Desa Sukarjo Mesim tembus hingga jalan perjuangan Desa Kebumen,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Kelurahan Pergam titik api sudah padam, namun asap masih banyak muncul yang berpotensi akan menghidupkan api kembali. Ia menyebutkan, saat ini di beberapa lokasi Desa Kebumen dan Teluk Lecah titik api masih hidup di dalam hutan pohon mahang.

“Kita juga sudah melakukan pelebaran kanal, pembuatan embung dan penyekatan api dengan menggunakan 1 unit alat berat milik masyarakat. Upaya pemantauan lokasi akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran lanjutan dan meluas ke lokasi lain yang berada dalam satu hamparan atau di lokasi lain yang rawan,” jelasnya.

Di Pelalawan, karhutla juga semakin meluas pada Selasa (24/3). Ada tiga desa yang saat ini ditemukan titik api yakni, Desa Merbau Kecamatan Bunut, Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti, dan Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar. 

“Karhutla di tiga kecamatan semakin meluas. Bahkan, titik api bertambah banyak dan titik panas juga terus meningkat,” terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan MSi, Selasa (24/3).

Di Desa Merbau Kecamatan Bunut, kebakaran  di lahan milik Koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera (RTBS) telah berlangsung hampir dua pekan atau tepatnya sejak pertengahan Ramadan dan belum berhasil dipadamkan. Lahan yang telah hangus diperkirakan lebih dari 40 ha.

“Memang saat Idulfitri, api sudah mulai hilang dan tinggal asap, makanya petugas hanya siaga memantau. Tapi, karena kondisi cuaca panas ekstrem dan minimnya curah hujan, api muncul dan meluas lagi di lahan koperasi RTBS Desa Merbau,” papar Zulfan.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Pulau Muda, Teluk Meranti. Api masih menyala di lahan masyarakat, khususnya di kawasan Parit Sri Mawar hingga Parit Bugis. Tim gabungan terus berupaya menekan penyebaran api. “Setidaknya, lebih dari 20 hektare lahan di lokasi tersebut telah hangus terbakar. Mulai dari Parti Sri Mawar sampai Parit Bugis,” ujarnya. 

Titik api di Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar juga muncul dan masih menyala. “Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan titik api di lingkungan sekitar agar dapat segera ditangani sebelum meluas,” tutur Zulfan. 

Dikatakan Zulfan, BPBD Pelalawan telah mengajukan permohonan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelum libur Idulfitri. Namun belum ada tanggapan. “Harapan kami OMC bisa segera dilaksanakan karena metode ini terbukti efektif membantu pemadaman karhutla,” ujar Zulfan.

Ditambahkannya, OMC dengan menyemai garam di langit untuk menurunkan hujan sangat ampuh dalam menanggulangi Karhutla. Hal itu terbukti saat Kecamatan Kuala Kampar dan Teluk Meranti dilanda kebakaran parah pada Februari lalu. Dan hujan lebat beberapa hari dari hasil OMC mampu memadamkan api secara total. 

Empat Hektare Lahan Terbakar di Pelangiran
Karhutla kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Sekitar 4 ha lahan terbakar di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran. Kebakaran yang terjadi di area semak belukar ini belum diketahui penyebabnya dan masih dalam penyelidikan.

Kalaksa BPBD Inhil Raja Arliansyah melalui Kabid Logistik dan Kedaruratan Ari Syuria mengatakan, pihaknya akan melakukan asesmen langsung di lapangan. “Besok (hari ini, red) TRC kita turunkan untuk cek lokasi. Sekaligus melihat kebutuhan penanganan,” ujarnya.

Selain di Kecamatan Pelangiran, karhutla juga terjadi di Kecamatan Pulau Burung. “Api sudah hampir padam. Penanganan dilakukan warga,” tambahnya.(ayi/sol/ksm/*2/wir/das)


Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#bmkg #titik panas #karhutla #riau