Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

DPRD Riau Siap Bersinergi dengan Daerah

Tim Redaksi • Kamis, 26 Maret 2026 | 12:07 WIB

Ketua DPRD Riau Kaderismanto foto bersama pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Bengkalis, baru-baru ini.
Ketua DPRD Riau Kaderismanto foto bersama pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Bengkalis, baru-baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menyatakan komitmen untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan literasi budaya dan sejarah, sekaligus mendorong promosi wisata berbasis kearifan lokal.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto dengan rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis di Gedung DPRD Provinsi Riau, Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Agenda utama yang dibahas adalah penguatan literasi budaya dan sejarah melalui modernisasi perpustakaan serta optimalisasi pengelolaan arsip daerah.

Upaya ini dinilai strategis dalam mendukung promosi wisata sejarah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya daerah yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman.

Ketua DPRD Riau Kaderismanto menyambut baik kunjungan kerja tersebut dan menegaskan pentingnya kerja sama lintas daerah dalam memperkuat identitas budaya. Ia menilai literasi sejarah bukan sekadar kegiatan akademis, melainkan fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang berakar pada nilai-nilai lokal.

“Kita tidak bisa berbicara tentang pembangunan tanpa memahami sejarah dan budaya kita sendiri. Melalui sinergi ini, kita ingin memastikan bahwa generasi muda memiliki akses terhadap sumber-sumber pengetahuan sejarah yang kredibel dan mudah dijangkau,” ujarnya.

Ia juga menekankan modernisasi perpustakaan harus menjadi prioritas, tidak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga dalam hal digitalisasi koleksi dan peningkatan kualitas layanan.

Menurutnya, perpustakaan modern harus mampu menjadi pusat literasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk generasi muda yang akrab dengan dunia digital.

Kunjungan kerja tersebut juga merupakan bagian dari konsultasi dan koordinasi antara DPRD Bengkalis dan DPRD Riau dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk memperkuat literasi budaya serta promosi wisata sejarah.

Dalam pertemuan itu, rombongan Komisi IV DPRD Bengkalis dipimpin oleh Wakil Ketua M Arsya didampingi Ketua Komisi IV Irmi Syakip Arsalan, Wakil Ketua Komisi IV Ahmad Husain, serta Sekretaris Komisi IV Mila Fitria.

Berbagai gagasan strategis mengemuka, terutama terkait upaya meningkatkan peran perpustakaan dan arsip daerah sebagai pusat informasi sejarah. M Arsya menyampaikan bahwa Bengkalis memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata sejarah, namun masih memerlukan dukungan dari sisi literasi dan dokumentasi yang lebih baik.

“Kami melihat bahwa pengelolaan arsip daerah dan penguatan fungsi perpustakaan menjadi kunci dalam menghadirkan informasi sejarah yang akurat dan menarik. Hal ini tidak hanya penting bagi pendidikan, tetapi juga untuk mendukung sektor pariwisata,” kata M Arsya.

Senada, Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Irmi Syakip Arsalan, menambahkan bahwa literasi sejarah harus dikemas secara menarik agar mampu menjangkau generasi muda. Ia menilai pendekatan konvensional perlu dikombinasikan dengan inovasi digital, seperti penyediaan arsip digital, pameran virtual, dan integrasi dengan platform edukasi berbasis teknologi.

“Generasi muda saat ini membutuhkan pendekatan yang berbeda. Kita harus menghadirkan sejarah dalam format yang relevan dan mudah diakses, tanpa mengurangi nilai autentiknya,” ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah optimalisasi peran perpustakaan daerah sebagai pusat literasi sejarah. Perpustakaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan edukasi yang dinamis.

Selain itu, pengelolaan arsip daerah juga menjadi perhatian utama, mengingat arsip merupakan sumber primer yang sangat penting dalam memahami perjalanan sejarah suatu daerah.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis, Ahmad Husain, menekankan pentingnya pengelolaan arsip yang profesional dan terintegrasi. Menurutnya, arsip yang tersusun dengan baik akan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi sejarah, sekaligus menjadi bahan referensi yang valid bagi peneliti dan akademisi.

“Arsip bukan hanya dokumen, tetapi bagian dari memori kolektif daerah. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan,” kata Ahmad Husain.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Bengkalis Mila Fitria menyoroti pentingnya edukasi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya lokal. Ia menyebutkan, literasi budaya harus dimulai dari tingkat dasar, melalui pendidikan formal maupun nonformal.

“Kesadaran terhadap budaya tidak bisa dibangun secara instan. Perlu proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga sepakat bahwa literasi sejarah memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Pemahaman terhadap peristiwa masa lalu dapat menjadi pelajaran berharga dalam merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih baik di masa depan.

Selain itu, penguatan literasi budaya dan sejarah juga diharapkan mampu mendorong promosi destinasi wisata sejarah di Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis. Dengan adanya dukungan literasi yang kuat, potensi wisata sejarah dapat dikemas secara lebih menarik dan informatif, sehingga mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Kaderismanto menambahkan bahwa pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini mencakup pelestarian situs sejarah, peningkatan kualitas infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan wisata.

“Pariwisata berbasis budaya tidak hanya tentang menarik wisatawan, tetapi juga tentang menjaga dan melestarikan warisan budaya kita. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga berharap hasil dari pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dengan adanya sinergi antara DPRD Riau dan DPRD Bengkalis diharapkan upaya penguatan literasi budaya dan sejarah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antar daerah dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya serta sejarah yang dimiliki.(adv/nda)

 

Editor : Arif Oktafian
#bekerja sama #Meningkatkan Literasi Budaya #dprd riau #kaderismanto