Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem! Khawatir Akan Keselamatan, Nelayan di Bagansiapiapi Enggan Melaut

Z
Penulis: Zulfadly❯
Sejumlah boat sandar di suak, Kuala Bagansiapiapi, baru-baru ini.
Sejumlah boat sandar di suak, Kuala Bagansiapiapi, baru-baru ini.

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Diterpa kekhawatiran akan keselamatan diri pada saat berada di perairan, kalangan nelayan di Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil) mulai enggan melaut. Hal itu diungkapkan Ketua HNSI Rohil Rivi Candra, Sabtu (13/12/2025) di Bagansiapiapi.


Advertisement

Menurutnya dari interaksi, informasi yang berkembang di tengah nelayan hal itu yang terjadi pada sebagian nelayan di Bagansiapiapi pada saat ini.

"Sebagian nelayan sudah enggan melaut, ada yang sepekan, dua pekan tak melaut. Bahkan ada yang dalam satu bulan belakangan tak melaut lagi," kata Rivi.

Hal itu, kata Rivi, disebabkan kekhawatiran akan keselamatan diri menyikapi kondisi cuaca ekstrem atau yang dikenal dengan bencana hidrometeorologi. Di mana seperti diketahui ada peringatan dari BMKG, yang disampaikan oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalu tentang siklon badai tropis yang ditandai dengan hujan lebat, angin kencang serta ombak besar di wilayah perairan.

Advertisement

Sementara berkaitan dengan fenomena adanya serentetan penemuan mayat menurutnya bukan menjadi permasalahan yang berarti. Karena bagi setiap nelayan terangnya, jika ada penemuan mayat sudah merupakan suatu kewajiban untuk dapat memberikan bantuan evakuasi.

"Kalau soal adanya penemuan mayat di perairan tak menjadi masalah, tapi yang dikhawatirkan adalah kondisi cuaca," katanya.

Sementara terkait penemuan mayat di wilayah perairan Panipahan, Pasir Limau Kapas (Palika) sejauh ini sudah mencapai 11 jasad. Dari jumlah tersebut, hanya dua orang yang terungkap identitasnya. Hal itu dikatakan Camat Palika, Yahya Khan SH.

Advertisement

"Untuk dua korban berhasil diketahui identitasnya dan sudah dijemput pihak keluarga dibawa ke Tanjung Balai, Sumut. Sedangkan sebanyak sembilan lagi tidak terungkap identitasnya," kata Yahya.

Sejauh ini menyikapi kondisi kerawanan bencana, pemerintah daerah Rohil telah menetapkan status siaga darurat bencana sesuai dengan surat keputusan Bupati Rohil bernomor 751/BPBD/2025, tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di kabupaten Rohil tahun 2025.

Hal itu dibenarkan Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil Syafrunizal SE.

“Terkait dengan keputusan penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Rohil tersebut, status siaga berlangsung selama 62 hari, terhitung 1 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026,” kata Syafnurizal.

Ia menerangkan terdapat sejumlah pertimbangan terkait dengan penetapan status tersebut, diantaranya bahwa Gubernur Riau (Gubri) telah menerbitkan SK tentang penetapan status siaga darurat penanggulangan bencana Hidrometeorologi di Riau.

Selain itu berdasarkan prakiraan cuaca dan iklim dari BMKG menyatakan bahwa musim hujan di Riau masih terjadi pada Desember dan Januari.

“Dengan curah hujan kategori menengah dsampai dengan tinggi, dimana puncak musim terjadi pada Desember 2025,” katanya.

Sehingga untuk penanggulangan bencana alam agar terarah cepat tepat dan terpadu yang sesuai dengan standar dan prosedur penanganan maka perlu menetapkan satus siaga daruart bencana hidrometeorlogi.

“Masa satus siaga daraurat dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan bencana di lapangan,” kata Syafnurizal.(fad)

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, BPBD Kampar Minta Warga Segera Lapor Kondisi Darurat

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, BPBD Kampar Minta Warga Segera Lapor Kondisi Darurat

BPBD Kampar minta masyarakat segera melapor jika melihat kondisi darurat. Hal itu dimaksudkkan untuk antisipasi dampak cuaca ekstrem

Tim Peneliti Unri Dalami Relasi Nelayan-Pengepul di Kepulauan Meranti Melalui Skema Ripekdom 2026

Tim Peneliti Unri Dalami Relasi Nelayan-Pengepul di Kepulauan Meranti Melalui Skema Ripekdom 2026

Tim peneliti Unri mengkaji relasi nelayan dan pengepul di Kepulauan Meranti untuk merumuskan solusi penguatan ekonomi pesisir.

Tim Peneliti Unri Dalami Relasi Nelayan dan Pengepul Ikan di Kepulauan Meranti melalui Skema RIPEKDOM 2026

Tim Peneliti Unri Dalami Relasi Nelayan dan Pengepul Ikan di Kepulauan Meranti melalui Skema RIPEKDOM 2026

Tim peneliti Universitas Riau (Unri) mendalami relasi nelayan, pengepul di Kepulauan Meranti melalui skema RIPEKDOM 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer