Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kasus Sandal Siswi Digunting Guru di Rohil Heboh di Media Sosial, Komisi X DPR RI Soroti Etik Guru

Yusnir. • Sabtu, 15 November 2025 | 20:30 WIB

 

Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari.
Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polemik tindakan seorang oknum guru di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Sinaboi, Rokan Hilir (Rohil) yang menggunting sandal siswi kelas 9 berinisial Kl terus mendapat perhatian publik.

Setelah sempat menyita perhatian warganet melalui unggahan di media sosial, kasus tersebut kini ikut disikapi kalangan legislatif nasional.

Anggota Komisi X DPR RI, Karmila Sari, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi di lingkungan pendidikan. Ia menilai peristiwa itu menjadi pengingat penting mengenai posisi guru sebagai pendidik yang wajib menjunjung kode etik profesi.

 Baca Juga: Tokoh Adat di Rohil Ikuti Penguatan Kapasitas HAM

“Kode etik guru yg menjadi perhatian. Apa pun guru tetap sebagai pembina. Kami konfirmasi ke Kadisdik mengenai hal ini dan siswa ini sudah mendapat bantuan sepatu,” kata Karmila Sari, Sabtu (15/11/2025).

Karmila Sari menegaskan pentingnya memastikan kebijakan pembinaan siswa diterapkan dengan cara yang tidak melukai psikologis anak. Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Agar menjadi pembinaan bagi Kadisdik dalam menertibkan guru-guru dalam pembinaan siswa-siswi agar tidak menjadi kejadian yang sama,” tambahnya.

 Baca Juga: Sekda Ingatkan Penyusunan APBDes Harus Transparan dan Berdasarkan Kebutuhan Nyata

Kasus ini bermula ketika Kl datang ke sekolah memakai sandal, Kamis (13/11/2025). Sang anak terpaksa mengganti sepatu karena hujan membuat sepatunya basah, ditambah kondisi sepatu yang memang sudah bolong. Namun seorang oknum guru justru mengambil sandal putih yang dipakainya lalu mengguntingnya.

Keluhan ini kemudian diunggah oleh akun Facebook inisial RA yang mempertanyakan tindakan sang guru dan menyoroti kondisi keluarga Kl yang kurang mampu serta ayahnya yang sedang sakit dan dirawat di RSUD dr RM Pratomo, Bagansiapiapi.

Upaya Riaupos.co untuk menemui Kl dilakukan dengan menyusuri jalur Bagansiapiapi–Sinaboi selama lebih dari satu jam. Sesampainya di sekolah, kompleks tampak sepi karena kegiatan belajar telah usai.

Riau Pos kemudian mendatangi rumah Kl, sebuah rumah panggung biru khas masyarakat pesisir Sinaboi. Hanya nenek Kl yang ditemui, ia menyebut cucunya sudah menuju Bagansiapiapi untuk menemui ayahnya yang tengah dirawat. Wartawan kemudian kembali ke Bagansiapiapi dan berhasil menemui ibu Kl, Wati.

Wati menuturkan bahwa anaknya sangat jarang memakai sandal ke sekolah dan kejadian itu hanya terjadi karena sepatu yang basah dan rusak. Ia menggambarkan Kl sebagai anak yang rajin, pintar, dan kerap masuk 10 besar.

Perempuan yang bekerja mengupas ikan dan udang itu juga mengaku kondisi ekonomi mereka terbatas. Sang suami bekerja sebagai nelayan dengan pendapatan tak menentu.
“Kadang pulang tak bawa uang, cuma bawa ikan untuk dimakan,” ujarnya.

Wati juga mengeluhkan Kl tidak pernah menerima bantuan pendidikan seperti PIP, padahal kondisi keluarga sangat membutuhkan. Ia menolak putrinya diwawancarai karena harus meminta izin keluarga besar terlebih dahulu.

 

Mediasi Telah Dilakukan, Guru Disayangkan

Bibi Kl, Elvi Lestari, menyebutkan persoalan tersebut sudah diselesaikan melalui mediasi yang melibatkan Disdik Rohil, PGRI, dan pihak keluarga. “Intinya sudah selesai semua, tak ada masalah lagi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil, HM Nurhidayat SH MH, juga menegaskan pihaknya langsung turun melakukan mediasi. Ia menyayangkan tindakan guru tersebut.
“Harusnya tak seperti itu, saya tak sepakat dengan tindakan oknum gurunya,” katanya.

Ketua PGRI Rohil, M Sadri, mengakui guru bermaksud menegur siswa agar tidak memakai sandal ke sekolah, namun langkah memotong sandal dinilai berlebihan dan berpotensi menimbulkan polemik. “Kejadian seperti ini jangan terulang lagi,” ucapnya.(yus)

Editor : Edwar Yaman
#sandal siswi digunting guru #sinaboi #komis x dpr ri #karmila sari