KUBU BABUSSALAM (RP) - Serangkaian aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dari Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, Rokan Hilir (Rohil) yang menyoroti sejumlah hal khususnya terkait perbaikan jalan lintas Kubu akhirnya mendapatkan lampu hijau dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan yang dilakukan di Lapangan Pinang GS, Teluk Nilap Kecamatan Kubu Babussalam antara pihak PHR dengan perwakilan aksi, yang disaksikan langsung oleh personil TNI, Polri, serta tokoh masyarakat dari dua kecamatan tersebut.
"Ya Alhamdulillah, PHR sepakat membangun jalan lintas Kubu sepanjang lebih kurang 15 kilometer. Tercapainya hal ini tentu bukan kemenangan personal melainkan keberhasilan seluruh masyarakat, setelah cukup lama menghadapi akses jalan yang rusak di wilayah ini," kata Koordinator umum aksi, Zamzami, Kamis (8/12026).
Aksi yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Mengugat (Geram) tersebut, sebelumnya menyoroti berbagai isu seperti soal tenaga kerja tempatan, akses jalan, CSR, pelatihan tenaga kerja dan lain-lain.
Zamzami menegaskan masyarakat menyambut baik komitmen PHR, yang telah sepakat untuk membangun secara bertahap (tahun jamak) dengan rincian pada 2026 pembangunan sepanjang 7 kilometer, tahun 2027 4 kilometer dan 2028 sepanjang 4 kilometer, dengan sistem pengaspalan hotmix total sepanjang 15 kilometer.
Terpisah Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, membenarkan untuk realisasi pembangunan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2028.
"Kami telah menyusun peta jalan (roadmap) perbaikan yang terukur, dimulai dengan prioritas 7 KM di titik-titik paling kritis pada tahun 2026, dilanjutkan 4 KM pada 2027, dan 4 KM pada 2028," ujar Evi, Jumat (9/1/2026).
Evi turut menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menjaga aset infrastruktur tersebut.
“Perlu kami tegaskan bahwa fungsi utama jalan tersebut sejatinya adalah untuk menunjang kebutuhan operasi hulu migas. Namun, karena jalan ini juga telah menjadi urat nadi bersama bagi masyarakat, maka beban tanggung jawab perawatannya perlu dilakukan bersama para pihak,” katanya.
Ia menerangkan program ini mencakup perbaikan fisik sekaligus penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan di lapangan.
PHR tambahnya juga mengapresiasi peran aktif bupati dan Wabup Rohil, kapolres, dan dandim yang telah menciptakan ruang dialog yang kondusif.
"Dengan tercapainya sinergi ini, PHR berharap dukungan penuh dari masyarakat untuk menjaga keamanan operasional migas PHR di area Pinang dan sekitarnya yang merupakan obyek vital nasional, demi kelancaran program pembangunan yang telah direncanakan," katanya. (fad)
Editor : M. Erizal