Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Diminta Manfaatkan Pekarangan Rumah

T
Penulis: Tim Redaksi❯
TEKEN BERITA ACARA: Bupati Rohul Anton menandatangani berita acara Rakor Penyelenggaraan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun Anggaran 2026 di Aula Lantai III Kantor Bupati Rohul, baru-baru ini. (Prokopim Setda Rohul untuk Riau Pos)
TEKEN BERITA ACARA: Bupati Rohul Anton menandatangani berita acara Rakor Penyelenggaraan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun Anggaran 2026 di Aula Lantai III Kantor Bupati Rohul, baru-baru ini. (Prokopim Setda Rohul untuk Riau Pos)

Advertisement

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) - DI tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, warga diimbau memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Selain mampu menekan pengeluaran rumah tangga, langkah tersebut juga menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan keluarga. Pernyataan tersebut diungkapkan Bupati Rohul Anton ST MM, Ahad (12/7).

Menurutnya, meski terbatas, lahan pekarangan, dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas pangan dan hortikultura, seperti cabai, tomat, terong, kangkung, bayam, sawi, serai, jahe, kunyit serta berbagai tanaman bumbu dapur lainnya.

Bahkan, bagi yang memiliki lahan lebih luas, pekarangan juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan maupun peternakan skala rumah tangga. Menurutnya, setiap lahan yang dimiliki masyarakat memiliki potensi untuk menghasilkan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari apabila dikelola dengan baik.

‘’Meski lahannya sempit, masyarakat tetap bisa memanfaatkannya dengan menggunakan polybag, pot, maupun sistem tanam vertikal. Cara ini cukup efektif menjadikan pekarangan tetap produktif. Hasilnya memang tidak untuk diperdagangkan dalam jumlah besar, tetapi sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga,’’ ujar mantan Kadis PUPR Rohul itu.

Bupati mengatakan, pemanfaatan pekarangan merupakan solusi sederhana namun memiliki manfaat besar, terutama saat harga bahan pangan mengalami fluktuasi. Dengan menanam sendiri sebagian kebutuhan dapur, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari pasar.

Ia mengajak masyarakat membiasakan budaya menanam di lingkungan rumah sebagai bagian dari gerakan memperkuat ketahanan pangan keluarga. ‘’Kalau setiap rumah memiliki kebun kecil, minimal kebutuhan sayur dan bumbu dapur bisa dipenuhi sendiri. Selain lebih hemat, hasilnya juga lebih segar, sehat, dan aman dikonsumsi,’’ katanya.

Bupati meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul terus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan melalui edukasi mengenai teknik budidaya tanaman yang mudah diterapkan, termasuk penggunaan media tanam sederhana pada lahan terbatas.(adv)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Panen Kangkung Ratusan Kg, Lapas Bengkalis Wujudkan Ketahanan Pangan

Panen Kangkung Ratusan Kg, Lapas Bengkalis Wujudkan Ketahanan Pangan

Warga binaan Lapas Bengkalis  sukses memanen kangkung hasil budidaya kangkung sebanyak 150 kilogram yang langsung disalurkan ke mitra.

UIN Suska Jalin Kerja Sama dengan Rutan Kelas I Pekanbaru, Perkuat Pembinaan dan Ketahanan Pangan

UIN Suska Jalin Kerja Sama dengan Rutan Kelas I Pekanbaru, Perkuat Pembinaan dan Ketahanan Pangan

Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau menjalin kerja sama dengan Rutan Kelas I Pekanbaru, untuk perkuat pembinaan dan ketahanan pangan.

Rantai Distribusi Jadi Penentu Ketahanan Pangan

Rantai Distribusi Jadi Penentu Ketahanan Pangan

Pemerintah menegaskan rantai distribusi dan pelabuhan modern berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer