Api Padam, Setengah Hektare Lahan Gambut Jalan Sontang-Duri Masih Didinginkan

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Kobaran api yang membakar lahan gambut di tepi Jalan Provinsi Sontang-Duri, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), akhirnya berhasil dipadamkan, Selasa (1/9) petang.
Namun, tim gabungan belum meninggalkan lokasi karena masih melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari semak belukar yang berada di lahan gambut. Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Api kemudian berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WIB setelah tim gabungan turun melakukan pemadaman.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohul H Zulhendri SSos MIP mengatakan, luas lahan yang terbakar berdasarkan data sementara diperkirakan mencapai setengah hektare. "Alhamdulilah, api sudah padam. Saat ini tim gabungan masih melakukan proses pendinginan. Karena lahannya gambut dan kondisinya kering, harus dipastikan benar-benar aman agar tidak muncul api kembali," kata H Zulhendri saat dikonfirmasi Riaupos.co, Selasa (1/9/2026) malam, terkait proses pemadaman lahan terbakar di tepi ruas jalan Sontang-Duri tepatnya di Desa Sontang.
Baca Juga: Percepatan Infrastruktur, BPJN Riau dan PUPR Rohil Tinjau Lapangan
Menurutnya, penanganan tidak berhenti setelah api terlihat padam. Petugas masih menyisir kawasan yang terbakar sekaligus melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi menyimpan bara.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lahan yang terbakar merupakan gambut kering. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran apabila kondisi lahan kembali panas dan kering.
Zulhendri mengatakan, pemadaman kebakaran lahan tersebut melibatkan Tim gabungan, berasal dari personel TNI, Polri, pemerintah Kecamatan Bonai Darussalam, Pemerintah Desa Sontang serta relawan Satria Krisnayang berasal dari empat perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bonai Darussalam.
Disinggung penyebab terbakarnya lahan gambut tepi jalan provinsi Sontang-Duri, Zulhendri mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu kelalaian masyarakat. Salah satu informasi yang diterima BPBD menyebutkan api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.
"Data sementara, dugaan awal karena kelalaian masyarakat, membuang puntung rokok sembarangan. Awalnya kecil, kemudian api membesar," jelasnya.
Ia menyebutkan, kondisi lahan yang kering membuat api mudah membesar. Karena itu, setelah api berhasil dikendalikan, tim gabungan langsung melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik yang masih mengeluarkan asap maupun bara.
"Tim gabungan tetap melakukan pemantauan dan pendinginan sampai benar-benar dipastikan tidak ada lagi api maupun bara yang berpotensi menyala kembali," tegas Zulhendri.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




