Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dari Penjahit Rumahan, Atlet Difabel Rohul Niken Wakili Indonesia di ASEAN Para Games 2026 di Thailand

Engki Prima Putra • Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:57 WIB
Ketua NPCI Rohul Piyus mendampingi Atlet Niken meraih medali saat mengikuti Cabor Anggar Kursi Roda mewakili Riau pada Papernas XVII di Solo tahun 2024i.
Ketua NPCI Rohul Piyus mendampingi Atlet Niken meraih medali saat mengikuti Cabor Anggar Kursi Roda mewakili Riau pada Papernas XVII di Solo tahun 2024i.

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Salah satu atlet difabel binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Rokan Hulu, Niken resmi dipanggil mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) untuk persiapan menghadapi ASEAN Para Games 2026 di Thailand.

Kabar gembira tersebut disampaikan langsung Ketua NPCI Rohul Piyus kepada Riaupos.co, Jumat (10/10/2025), usai menerima informasi resmi dari NPCI Provinsi Riau dan NPCI Pusat. Niken, atlet cabang olahraga (cabor) anggar kursi roda dijadwalkan bergabung dalam Pelatnas di Kota Solo pada akhir Oktober 2025 mendatang.

Menurut Piyus, Niken merupakan atlet potensial kelahiran 1 Januari 1996 di Pawan, Desa Rambah Tengah Hulu (RTH), Kecamatan Rambah, Kabupaten Rohul yang dikenal memiliki semangat juang tinggi.

Ia menekuni olahraga anggar kursi roda sejak tahun 2022, dan dalam waktu singkat berhasil menunjukkan peningkatan kemampuan yang luar biasa.

''Awalnya Niken hanya seorang penjahit yang mengerjakan orderan rumahan. Namun dengan tekad dan kerja keras, tahun 2022 ia mengikuti seleksi NPCI hingga akhirnya lolos mewakili Riau di tingkat nasional, dan kini dipanggil untuk mengikuti Pelatnas untuk ASEAN Para Games 2026 di Thailand,” ujarnya.

Piyus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) atas dukungan yang diberikan terhadap pembinaan atlet difabel di Negeri Seribu Suluk.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang selama ini diberikan Disdikpora Rohul. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi atlet kami untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Rokan Hulu serta Provinsi Riau. Kami juga berharap di bawah kepemimpinan Bupati Anton ST MM perhatian dalam pembinaan atlet terhadap NPCI semakin besar dan setara dengan organisasi olahraga lainnya,” harapnya.

Piyus menjelaskan, prestasi Niken sendiri tidak diraih secara instan. Pada Peparnas XVII di Solo tahun 2024, Niken berhasil menyumbang lima medali perunggu dan satu perak di nomor beregu dan perorangan cabor anggar kursi roda untuk provinsi Riau. Penampilan konsistennya selama enam hari pertandingan membuatnya masuk radar pantauan NPCI Pusat.

“Berkat hasil itu, NPCI Pusat akhirnya memanggil Niken untuk bergabung di Pelatnas menghadapi ASEAN Para Games 2026 di Thailand. Rencananya, Minggu (12/10/2025), Niken akan berangkat ke Jakarta. Ini bukti bahwa atlet difabel Rohul punya potensi besar. Kita patut bangga karena Niken akan membawa nama Indonesia, Riau dan tentu saja Rokan Hulu di kancah internasional,” tambah Piyus.

Selain Niken, sejumlah atlet NPCI Rohul juga menorehkan prestasi di ajang nasional. Di antaranya Muarif asal Desa Kota Raya, Kecamatan Kunto Darussalam, peraih medali emas cabang atletik estafet 400 meter di Peparnas Papua 2021 serta meraih medali perak taekwondo kelas 65 kg pada Peparnas XVII Solo 2024.

Kemudian Hendra dari Desa Pekan Tebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu, berprestasi di nomor tolak peluru dan lempar cakram serta Farid asal Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo yang menonjol di cabang lari dan lompat jauh.

''NPCI Rohul akan persiapkan dua atlet ini untuk mengikuti Peparnas di NTB tahun 2028 mendatang,” jelas Piyus.

Sebagai pelatih dan pembina atlet NPCI Rohul, katanya, Arfan, salah seorang guru di SLB Rambah, turut mendampingi proses pembinaan atlet difabel secara bertahap, mulai dari latihan dasar tingkat kabupaten hingga seleksi ke provinsi.

''Kami terus berupaya memberikan metode latihan terbaik agar mereka siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Piyus dengan penuh optimis.

Piyus menegaskan, keberhasilan Niken menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga disabilitas di Rokan Hulu. ''Prestasi ini adalah bukti nyata, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Semoga Niken menjadi inspirasi bagi generasi muda Rohul untuk terus berjuang dan membawa harum nama daerah di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.(epp)

 

Editor : Edwar Yaman
#npc #ASEAN Para Games 2026 #atlet difabel