PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Ratusan kendaraan bermotor terlihat mengular mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar di SPBU yang berada di ruas Jalan Tuanku Tambusai, Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Antrean panjang tersebut bahkan mencapai ratusan meter dan berlangsung selama berjam-jam. Kendaraan yang mengantre terdiri dari sepeda motor, becak motor, mobil pribadi, dump truck hingga truk fuso.
Dari pantauan Riaupos.co, Rabu (3/12/2025) siang, di lokasi tampak kendaraan dari dua arah saling berebut masuk ke area SPBU, sehingga memicu kemacetan di sepanjang jalan protokol kota.
Meski sudah ada satu orang petugas kepolisian bersama beberapa karyawan SPBU yang mengatur lalu lintas, mereka terlihat kewalahan menghadapi lonjakan kendaraan yang terus berdatangan.
Akibatnya, arus lalu lintas mulai dari depan MTs Negeri 3 Rohul hingga menuju Kompleks Perkantoran Pemkab Rohul terganggu dan berjalan tersendat.
Sejumlah pengendara dan sopir mengaku terpaksa memusatkan pengisian BBM di SPBU Jalan Tuanku Tambusai lantaran beberapa SPBU lain di sekitar Pasirpengaraian tidak beroperasi atau kehabisan stok.
Seorang pengendara mobil pickup Rafi saat diwawancara Riaupos.co, Rabu (3/12/2025), mengaku dirinya telah antre lebih satu jam untuk mengisi BBM Subsidi pertalite di SPBU Pasirpengaraian.
Dirinya tidak mengetahui penyebab adanya ratusan kendaraan bermotor roda dua, roda empat dan dump truk yang antre mengisi BBM.
Dia berharap adanya penertiban dan pengawasan lebih ketat dari pihak berwenang, serta normalisasi kembali distribusi BBM di SPBU lain, agar antrean panjang di Jalan Tuanku Tambusai tidak terus mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas di pusat Kota Pasirpengaraian.
“SPBU terdekat di jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian tidak buka, kemudian SPBU Dusun Okak di Kecamatan Rambah Samo juga kosong. Jadi semua kendaraan larinya ke sini,” ujar salah seorang pengantre.
Pengawas SPBU Pasirpengaraian, Soni, menegaskan kuota BBM subsidi Pertalie dan Bio Solar di SPBU nya untuk wilayah Pasirpengaraian dan sekitarnya dalam kondisi aman, bahkan kuota cenderung berlebih.
Ia menyebutkan, jatah penyaluran Bio Solar yang biasanya hanya sekitar 8 ribu liter per hari, kini telah ditambah menjadi 24 ribu liter per hari setelah pihaknya mengajukan permintaan tambahan ke Pertamina.
Begitu juga BBM Subsidi pertalite, semula 24 ribu liter ditambah menjadi 32 ribu liter per hari.
“Untuk kuota BBM subsidi sebenarnya mencukupi, bahkan berlebih untuk wilayah Pasirpengaraian dan sekitarnya. Kita minta tambahan ke Pertamina, dari biasanya Bio Solar 8.000 liter sekarang sudah 24.000 liter per hari, begitu juga Pertalite dari 24 ribu liter sampai 32.000 liter per hari ini,” jelas Soni menjawab Riaupos.co, Rabu (3/12/2025) siang.
Namun begitu, Soni menduga panjangnya antrean bukan disebabkan kekurangan stok, melainkan karena adanya kendaraan dari luar daerah bahkan luar provinsi yang ikut mengisi BBM di SPBU tempatnya. Karena Rokan Hulu Riau perbatasan langsung dengan Sumatera Utara (Sumut).
Dia mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi adanya kelangkaan BBM di wilayah perbatasan Sumatera Utara paska bencana alam. Sehingga pengendara dari daerah tersebut berdatangan ke Pasirpengaraian.
“Kita tidak tahu pasti, tapi ada kendaraan dari luar daerah, bahkan dari provinsi tetangga yang sedang terdampak bencana dan mengalami putus pasokan BBM di wilayah perbatasan Sumut dan Riau. Bisa jadi itu yang menyebabkan antrean membludak,” ungkapnya.
Sementara untuk Pertalite, Soni menyebutkan stok dalam kondisi normal dan penyaluran berjalan lancar. Namun tingginya antusias masyarakat mengisi BBM subsidi membuat antrean tetap terjadi.
“Pertalite lancar, pendistribusian juga normal. Tapi mungkin karena masyarakat berbondong-bondong mengisi, akhirnya terjadi penumpukan kendaraan di SPBU kita,” terangnya
Terkait dugaan adanya praktik pelangsiran atau permainan oknum dalam pembelian BBM subsidi, Soni mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan.
“Kita sudah sampaikan ke polisi, kalau ada yang bermain tolong dibantu ditertibkan. Tapi dari pihak SPBU kami tidak bisa mencegah, karena hampir 50 persen rata-rata, kendaraan yang mengisi BBM melangsir juga. Termasuk sopir dump truck yang antre mengisi BBM solar lebih banyak untuk persiapan dua atau tiga hari ke depan agar tidak antre setiap hari, mereka melangsur untuk persiapan 3 hari ke depan” tutupnya. (epp)
Editor : M. Erizal