PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) --Kunjungan Safari Ramadan 1447 Hijriah Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) di Masjid Darul Istiqomah, Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambah Samo, Jumat (27/2) petang, menjadi momentum penting untuk menegaskan arah pembangunan sektor pertanian.
Di hadapan ratusan tokoh masyarakat yang hadir, Bupati Rokan Hulu Anton ST MM menegaskan komitmen pemerintah untuk membangkitkan kembali kejayaan persawahan di Rambah Samo yang pada era 1980-an yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi Provinsi Riau.
Bupati Anton mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah. Menurutnya, Rambah Samo pernah menjadi salah satu penghasil beras utama di Rokan Hulu, dengan hamparan sawah luas yang menjadi sumber pangan penting daerah.
Namun kini, sebagian besar lahan persawahan telah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Meski sektor perkebunan berperan besar dalam menopang perekonomian masyarakat. Namun ketahanan pangan memiliki posisi yang sama pentingnya.
"Ke depan, kita ingin menghidupkan kembali semangat Rambah Samo sebagai daerah penghasil beras. Ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh masyarakat," tegasnya.
Bupati Anton optimis, melalui kerja keras dan kebersamaan, Kecamatan Rambah Samo bukan hanya dapat kembali menjadi lumbung beras bagi Rokan Hulu, tetapi juga berpeluang kembali menjadi salah satu lumbung pangan Riau di masa mendatang.
Ia meminta kepada petani agar lahan persawahan yang masih ada dapat dipertahankan dan tidak kembali mengalami alih fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Pemerintah daerah berupaya meningkatan produksi, dengan mendorong petani untuk menaikan Indeks Pertanaman (IP) dari 200 persen menjadi 300 persen, yakni dari dua kali tanam dalam setahun menjadi tiga kali, bahkan hingga lima kali dalam dua tahun.
Selain itu katanya, pemkab setiap tahun terus menambah luas panen sawah melalui bantuan bibit padi varietas unggul, pupuk serta dukungan alat dan mesin pertanian selain membenahi jaringan irigasi yang menjadi perhatian utama.
"Pemerintah daerah berupaya memberikan bantuan alsintan dan membenahi irigasi. Semua itu untuk mengatasi alih fungsi lahan dan meningkatkan produksi padi yang diharapkan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan di Kecamatan Rambah Samo," tuturnya.
Ia menambahkan, ketersediaan air pada bendungan dan jaringan irigasi harus terjamin, karena berpengaruh langsung terhadap produktivitas panen. Selain itu, penanggulangan hama dan penyakit tanaman juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas produksi.
Di sisi lain, Bupati Anton menilai Rambah Samo tetap memiliki potensi besar untuk berkembang. Luasnya perkebunan sawit, kekompakan masyarakat, serta semangat generasi muda menjadi modal utama dalam mendorong kemajuan wilayah tersebut.
"Potensi ini tinggal bagaimana kita kelola bersama dengan perencanaan yang baik dan kerja sama yang kuat," katanya optimistis.
Bupati Anton menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan perbaikan infrastruktur dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara bertahap. Dengan kekompakan dan satu tujuan, ia meyakini pembangunan jalan, pertumbuhan ekonomi hingga masa depan generasi muda akan semakin cerah.
Anton menekankan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial berbuka puasa dan salat berjamaah, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi serta menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. "Saya ingin Safari Ramadan ini tidak hanya datang untuk berbuka dan salat bersama, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat," ujarnya.
Bupati Anton mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan dan tekad membangun daerah. "Marilah kita jadikan Ramadan ini sebagai penguat persatuan, penguat tekad dan penguat semangat membangun daerah yang kita cintai. Isi Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah, kepedulian sosial serta kegiatan yang membawa manfaat untuk masyarakat," pinta Bupati Anton.
Editor : Rinaldi