HUKUM

Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Honorer Samsat Terancam Hukuman Mati

Siak | Senin, 18 Oktober 2021 - 14:22 WIB

Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosaan Honorer Samsat Terancam Hukuman Mati
Kapolres AKBP Gunar Hardiyanto didampingi Kapolsek Tualang AKP Alvin Agung Wibawa pada konferensi pres di halaman Kantor Mapolsek Tualang, Senin (18/10/2021). (WIWIK WIDANINGSIH/RIAUPOS.CO)

PERAWANG (RIAUPOS.CO) - Kasus pembunuhan berencana disertai pemerkosaan oleh pelaku Riki Afriandi (22) terhadap korban Novi Yunalisa  honorer Samsat Perawang, Kecamatan Tualang, Siak terancam hukum seumur hidup atau hukuman mati.

Pelaku terjerat  pasal pelapis yakni Pasal 340 KHUPidana sub Pasal 338 KHUPidana,Pasal 365 ayat(3)KHUPidana dan Pasal 285 KUHPidana dengan ancaman minimal15 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati.


Gadis berusia 25 tahun dibunuh dengan cara dicekik dan dibenturkan kepalanya ke dinding, setelah itu diperkosa.

Korban Novi ditemukan tewas di rumah kontrakan di Jalan Hang Jebat gang Melati Kelurahan Perawang, Kecamatan Tualang sekitar pukul 16.30 WIB Sabtu 16 Oktober 2021. Korban yang tinggal sendiri di rumah kontrakan bertetangga sebelah rumah dengan pelaku.

"Motif pelaku awalnya berniat melakukan pencurian di rumah kontrakan korban. Seminggu sebelum kejadian pembunuhan, pelaku mencuri uang sebesar Rp700 ribu di rumah korban," ujar Kapolres  AKBP Gunar Hardiyanto didampingi Kapolsek Tualang AKP Alvin Agung Wibawa pada konferensi pres di halaman Kantor Mapolsek Tualang,Senin (18/10/2021).

Gunar menyampaikan pelaku melakukan aksinya dengan masuk ke rumah korban naik melalui lubang plafon sekitar pukul 05.40 WIB Sabtu 16 Oktober 202, langsung menuju ke kamar korban yang saat itu terkunci.

"Pelaku sembunyi di dapur dengan membawa pisau.
Sekitar 30 menit korban keluar dari kamar menuju dapur. Korban kaget melihat ada pelaku hingga berteriak," ungkap Gunar.

Pelaku lanjut Gunar, langsung menarik serta mencekik leher korban dan membenturkan kepala ke dinding. Korban sempat melakukan perlawanan dengan memukul menggunakan sapu hingga melukai wajah pelaku.

Pelaku yang telah gelap mata memperkuat cekikan pada leher korban. Selagi kondisi kritis, pelaku memperkosa korban hingga meninggal dunia. 

Bank BJB

Korban Novi baru diketahui meninggal dunia sore oleh bapak kandung korban Abdul Bakar Sidik datang dari Pekanbaru. Sebelumnya, orang tua korban sempat mempertanyakan keberadaan anaknya dengan pelaku dan tetangga lainnya karena rumah korban dalam keadaan terkunci.

Setelah melakukan aksinya, pelaku membawa barang korban berupa satu unit sepeda motor Supra X nopol BM 5003 AB beserta BPKB dan STNK, cincin emas, dan 2 unit handpone. 

"Sepeda motor dijual melalui online seharga Rp4 juta. Pelaku tidak melarikan diri usai melakukan pembunuhan karena takut dicuriga. Pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KHUPidana sub Pasal 338 KHUPidana, Pasal 365 ayat(3)KHUPidana dan Pasal 285 KUHPidana dengan ancaman minimal 15 tahun," papar kapolres.

Pelaku Riki mengaku menyesal atas pembuatanya. Sebelumnya keterangan pelaku selalu berubah, awalnya dia mengaku hanya mengintip korban saat sedang mandi. "Saya sangat menyesal sekali melakukan pembunuhan," katanya.

Selama koferensi pers berlangsung, puluhan warga berdatangan ke Mapolsek Tualang hanya ingin melihat wajah pelaku dari luar pagar.


Laporan: Wiwik Widaningsih (Perawang)

Editor: E Sulaiman

 




Pemkab Rokan Hulu



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  1-DESS.jpg


OPINI

Atan Sengat 2021-12-01 11:18:12
RUBAIDA ROSE guru MA Ponpes Nurul Islam Kampung Baru Kuantan Singingi Redefinisi Makna Belajar buat Guru 01 Desember 2021



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com