Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Liburan, Minat Wisatawan ke Siak Tinggi

M
Penulis: Monang Lubis❯
Warga ramai berkunjung ke tempat wisata Istana Asserayah Alhasyimiah yang berada di Kabupaten Siak, Sabtu (3/1/2026).
Warga ramai berkunjung ke tempat wisata Istana Asserayah Alhasyimiah yang berada di Kabupaten Siak, Sabtu (3/1/2026).

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Saat musim libur akhir tahun, puncak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Siak terjadi pada Kamis-Sabtu (1-3/1) petang. Sedangkan Ahad (4/1), terjadi penurunan, bahkan mulai sepi. Hal ini karena pada  Senin (5/1) anak-anak sudah mulai kembali sekolah.


Advertisement

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak H Tekad Perbatas Setia Dewa ST MT mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 terhitung 23 Desember 2025 sampai 3 Januari 2026, ratusan ribu pengunjung.

Menurutnya, tingginya minat wisatawan ke Siak di akhir dan awal tahun, karena bertepatan dengan libur sekolah, serta kekhawatiran berlibur ke wilayah rawan bencana. ”Kabupaten Siak yang kaya dengan wisata sejarah menjadi pilihan utama karena aksesnya mudah dan jalannya relatif mulus,” sebutnya, Ahad (4/1).

Dijelaskan Kadis Tekad Perbatas, kunjungan ke Istana Siak mencapai 9.693 orang, lift Jembatan Tengku Agung  Sultanah Latifah (TASL) 453 pengunjung, Tangsi Belanda yang ada di Mempura 168 pengunjung, Sky Walk Tengku Buwang Asmara 2.318 pengunjung, Rumah Datuk Pesisir  30 pengunjung, dan Taman Burung Jauhari 61 pengunjung.

Advertisement

Sedangkan Masjid Syahabuddin yang merupakan Masjid Sultan ada 9.000 pengunjung, alun-alun depan Istana Siak  atau Lapangan Tugu 30 ribu pengunjung, dan Tepian Bandar Sungai Jantan 8.000 pengunjung.

”Tertinggi kunjungan ada di Taman Siak  Lawo, Taman Rusa dan Taman Teratai 75 ribu pengunjung,” terang Kadis Tekad Perbatas.

Berdasarkan data dan evaluasi selama libur Nataru 2025-2026, objek wisata Taman Siak Lawo dan sekitarnya, menjadi tujuan favorit karena gratis, cukup bayar parkir, dan posisinya teduh, berada di bawah Jembatan TASL. 

Advertisement

Di Taman Siak  Lawo, dan Taman Teratai pengunjung makan bersama keluarga menikmati taman yang lawo 

”Kami  terus mengupayakan ada perputaran ekonomi dan berdampak kepada meningkatnya pendapatan UMKM lokal dan industri pariwisata,” kata Kadis Tekad Perbatas.

Dengan meningkatnya kunjungan, Kadis Tekad Perbatas mengatakan akan terus membenahi destinasi agar lebih menarik dan mendapat tempat di hati pengunjung, untuk selalu datang dan datang lagi.

Destinasi wisata di Kabupaten Siak jumlahnya cukup banyak, di Mempura saja selain syakwalk dan rumah Datuk Pesisir, ada Tangsi Belanda, Gedung Controller/Landraad, yang juga bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda.

Sementara di Siak, selain istana dan masjid bersejarah, ada Museum Balairung Sri, dulu bernama Balai Kerapatan Tinggi, Lapangan Siak Bermadah, pertokoan bersejarah, klenteng, gudang mesiu, serta makam sultan yang ada di Komplek Masjid Syahabuddin atau Masjid Sultan.(yls)

Laporan MONANG LUBIS, Siar Sri Indrapura

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Waspada! Baru Tujuh Bulan, Kasus HIV di Meranti Sudah Lampaui Jumlah Setahun Penuh 2025

Waspada! Baru Tujuh Bulan, Kasus HIV di Meranti Sudah Lampaui Jumlah Setahun Penuh 2025

Jumlah penderita HIV di Kabupaten Kepulauan Meranti meningkat tajam. Dari Januari hingga Juli 2026, jumlahnya sudah mencapai 26 kasus

Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah di Riau, Siswa SMA/SMK Belum Diliburkan

Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah di Riau, Siswa SMA/SMK Belum Diliburkan

Kabut asap melanda sejumlah wilayah Riau. Sekolah menyesuaikan pembelajaran, mulai dari pemulangan siswa hingga belajar daring

Obituari Arwin AS, Bapak Pembangunan Siak, Berikan Beasiswa, Membuka  Isolasi dengan Bangun Tiga Jem

Obituari Arwin AS, Bapak Pembangunan Siak, Berikan Beasiswa, Membuka Isolasi dengan Bangun Tiga Jem

Eks Bupati Siak 2 periode, Arwin AS, wafat. Dikenal sebagai Bapak Pembangunan Siak lewat 3 jembatan, beasiswa, & PT BSP.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer