Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siak Bukan Sekadar Destinasi Wisata, tapi Laboratorium Hidup dan Pusat Riset Peradaban Melayu

M
Penulis: Monang Lubis❯
 Bupati Siak Afni Zulkifli. (Istimewa)
Bupati Siak Afni Zulkifli. (Istimewa)

Advertisement

 

SIAK (RIAUPOS.CO) – Siak bukan sekadar destinasi wisata, tetapi laboratorium hidup dan pusat riset peradaban Melayu Nusantara. Nilai-nilai dalam Kitab Bab Al Qawa’id tidak boleh berhenti sebagai warisan sejarah atau artefak museum, tetapi perlu dihidupkan kembali sebagai sumber inspirasi dalam membangun tata kelola pemerintahan, memperkuat keadilan, serta melindungi hak masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Bupati Siak Afni saat memberikan kata sambutan pada Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka, Bab Al Qawa’id dan Kesultanan Islam Nusantara yang diikuti akademisi, tokoh adat, narasumber dari Indonesia dan Malaysia, serta ratusan mahasiswa, di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Lt 2 Kantor Bupati Siak, Rabu (12/8/2026) siang.

Advertisement

Bab Al Qawa’id merupakan naskah hukum Kesultanan Siak yang memuat berbagai aturan mengenai pemerintahan, peradilan, perdagangan, hingga kehidupan masyarakat. Naskah tersebut disusun sejak akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19 dan dihidupkan pada masa Sultan Siak ke-11, Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin.

“Kita harus mengambil ruh dan nilai dari kitab ini, kemudian melihat seperti apa relevansinya untuk kita yang hidup hari ini,” kata Afni.

Advertisement

Bab Al Qawa’id berarti Pintu Segala Pegangan, menjadi pedoman untuk mencari keadilan, kepastian hukum dan tata pemerintahan, sekaligus memuat nilai moral bagi penguasa dan masyarakat.

“Keberadaan naskah ini menjadi bukti bahwa Kesultanan Siak telah memiliki tradisi hukum bertulis jauh sebelum konsep maritime governance maupun hukum internasional modern berkembang,” terang Bupati Afni.

Dijelaskan Bupati Afni, bangsa Melayu bukanlah bangsa yang hanya sekadar mengikuti arus sejarah.

“Kalau bahasa sekarang, Kerajaan Siak Sri Indrapura itu bukan follower (pengikut), tetapi trendsetter (pencetus atau pelopor),” sebutnya.

Ada tiga gagasan besar dalam Bab Al Qawa’id, menurut Bupati Afni masih relevan, keterbukaan terhadap masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang, pembagian pemerintahan ke dalam 10 wilayah sebagai bentuk desentralisasi, serta integritas kepemimpinan melalui aturan dan sanksi bagi pejabat kerajaan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Warga Temukan Jejak Hewan Diduga Tapir di Belakang Kantor Desa Langkai Siak

Warga Temukan Jejak Hewan Diduga Tapir di Belakang Kantor Desa Langkai Siak

Sejak beberapa hari terakhir, warga Dusun Paritbaru, Desa Langkai, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak menemukan jejak hewan yang diduga tapir

SMAN 1 Siak Putra dan SMAN 1 Tualang Putri Champion 

SMAN 1 Siak Putra dan SMAN 1 Tualang Putri Champion 

SMAN 1 Siak dan SMAN 1 Tualang meraih gelar juara HSBL Seri Perawang 2026 kategori putra dan putri dalam final yang berlangsung sengit.

SMAN 1 Siak Champion Putra,  Putri Dimenangkan SMAN 1 Tualang

SMAN 1 Siak Champion Putra, Putri Dimenangkan SMAN 1 Tualang

Tim putra SMAN 1 Siak dan putri SMAN 1 Tualang raih gelar juara Riau Pos-HSBL Seri Perawang 2026 di GOR Tualang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer