SIAK (RIAUPOS.CO) - Banjir masih menggenangi tujuh kecamatan di Kabupaten Siak. Tujuh kecamatan itu adalah, Kecamatan Kandis, Sungai Mandau, Koto Gasib, Mempura, Siak, Pusako dan Sungai Apit. Dikatakan Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara SSTP MSi, untuk Kecamatan Sungai Mandau, kondisi banjir di Kampung Teluk Lancang, Kecamatan Sungai Mandau, hari ke-5 dengan titik koordinat 0.807270, 101.780868, sudah berkurang, alat berat untuk melakukan pencucian parit belum ada informasi dari dua perusahaan sekitar.
Sedangkan kondisi banjir di Kampung Sungai Selodang, Kecamatan Sungai Mandau hari ke-5 dengan titik koordinat, 0.799950, .101.783315, sudah berkurang, pencucian parit dan kanal sudah selesai dilakukan oleh PT Arara Abadi Distrik Rasau Kuning serta swadaya dari alat Penghulu Kampung Sungai Selodang.
Kondisi banjir di Kampung Muara Kelantan hari ke-5 dengan tiik koordinat, 0.7728, 101.7069, kondisi banjir berkurang, pengungsi masih di pengungsian.
“Pencucian paret dan kanal sedang menunggu alat berat dari perusahaan,” kata Kalaksa Novendra.
Kondisi banjir di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura hari ke-7 dengan titik koordinat 0.745954, 102.060403, untuk kawasan Kampung Jawa tinggi muka air berkurang, namun air masih menggenangi halaman rumah warga.
Hal ini disebabkan faktor sudah dinormalisasi sebagian alur sungai di kawasan Kampung Benteng Hulu.
“Pencucian di Sungai Jernih belum bisa dilakukan karena tepi kiri kanan sungai sudah merata dengan genangan air,” jelas Kalaksa Novendra.
Pembersihan telah direncanakan pada tahun depan oleh Dinas PU Kabupaten Siak, menggunakan alat amfibi long arm.
Kecamatan Siak, kondisi banjir di Kampung Rawang Air Putih RT 3 RW 2 Dusun 2 hari ke-6 dengan titik koordinat .0.834653, 101.974753, kondisi air banjir telah berkurang.
“Alat berat dari perusahaan PT TKWL sudah mulai bekerja membersihkan kanal,” jelasnya.
Kecamatan Sungai Apit, kondisi banjir di Km 9 RT 10 Jalan Duku, Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit hari ke-6 dengan titik koordinat 0.941095, 102.231905, masih menggenangi sekolah dan beberapa rumah dengan tinggi muka air 50 sentimeter, karena pasang air laut yang besar.
“Warga masih bertahan di rumah masing-masing,” terangnya.
Air di Sungai Mengkapan belum bisa dilakukan pembersihan karena tepi kiri kanan sungai sudah merata dengan genangan air.
Pekerjaan pembersihan telah direncanakan pada 2026 menunggu dokumen amdal selesai oleh Dinas PU Kabupaten Siak menggunakan alat amfibi long arm.
Kecamatan Koto Gasib, Dusun Segintil Kampung Teluk Rimba, Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak hari ke-6 dengan titik koordinat 0.784012, 101.723435, alat berat PT Arara Abadi Distrik Rasau Kuning sudah selesai melakukan pembersihan kanal yang tersumbat.
Kecamatan Kandis, kondisi banjir di Kampung Pencing Bekulo dan Kampung Kandis hari ke-7 dengan titik koordinat 1.001182, 101.116445 dan 1.004358, 101.271564, kondisi banjir sudah berkurang di sekitar Jalan Poros Pencing 55, sebagian ada juga yang masih menggenangi halaman.
“Masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing belum ada yang mengungsi. Belum ada dilakukan normalisasi,” ungkap Kalaksa Novendra.
Sedangkan di Kecamatan Pusako, masih ada banjir, dan kondisi Jalan Nasional Siak-Tanjung Buton Km 29 Simpang Obor masih tergenang.
Upaya akan terus dilakukan, dengan cara solusi terbaik agar hal yang sama tidak terjadi lagi dengan meninggikan jalan tersebut.(mng)
Editor : Edwar Yaman