SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Pemkab Siak memiliki penangkaran rusa di ujung sebelah kanan bawah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, atau di samping Kantor DPRD Siak.
Ada 40 ekor rusa jenis sambar atau rusa hutan, ukuran tubuhnya besar, beratnya bisa sampai di atas 100 kilogram.
Dikatakan Kabid Destinasi, Industri Pemasaran Pariwisata Disbudparpora Siak, Paula Chandra, selama ini tidak pernah ada kejadian rusa hilang, apalagi sampai disembelih, lalu isi perutnya ditinggal.
Ini menjadi preseden buruk atas abainya petugas jaga dan tim yang bekerja melakukan pengamanan penangkaran.
Dijelaskan Paula, dia mendapat kabar dari Samingun, ketua tim pengamanan, pada Senin (16/3) sekitar pukul 07.00 WIB.
‘’Saat Samingun melakukan pengecekan, dia menemukan isi perut hewan,’’ ungkap Paula.
Lalu Paula bersama pihak Polsek Siak turun ke penangkaran menuju titik di mana rusa ditemukan.
‘’Kami melakukan penelusuran dan menemukan jejak ceceran darah, sampai ke tepi pagar,’’ terang Paula.
Paula yakin, perut rusa sengaja ditinggal untuk memudahkan membawa saat melompati pagar sisi Selatan kolam.
Tidak jauh dari isi perut, ditemukan seekor rusa dengan kaki depan patah, sehingga tidak bisa berjalan menopang tubuhnya yang besar.
Menunggu datang dokter hewan dan tim dari Polres, disebutkan Paula, dia menunggu di sekitar jembatan depan penangkaran.
Sekitar 1 jam lebih menunggu Tim Polres dan dokter hewan tiba, rusa yang kakinya patah itu ditemukan sudah tak bernyawa.
‘’Penasaran, kami berkeliling penangkaran, benar saja, kami menemukan satu ekor rusa lainnya mati,’’ ungkapnya.
Usai dilakukan otopsi, rusa dikuburkan di sekitar penangkaran. Hasil otopsi, rusa diduga stres dan kelelahan.
‘’Atas peristiwa ini, kami mengagendakan membuat laporan ke Polres Siak, sehingga terang benderang siapa pelakunya,’’ ucap Paula.(mng) Editor : Arif Oktafian